HaiBunda

MOM'S LIFE

Daftar Sekolah Kedinasan Tanpa Syarat Tinggi Badan, Bisa Jadi PNS

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 15 Feb 2023 12:15 WIB
Ini Daftar Sekolah Kedinasan Tanpa Syarat Tinggi Badan, Bisa Jadi PNS/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Chinnapong
Jakarta -

Siapa yang tak ingin kuliah gratis dan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah lulus? Tak perlu khawatir soal tinggi badan, beberapa sekolah kedinasan tidak memasukkan syarat tersebut, lho. Bunda penasaran mana saja sekolah kedinasan tanpa syarat tinggi badan?

Melansir dari laman detikcom, sekolah kedinasan adalah sebutan bagi perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan lembaga pemerintah dengan pola ikatan dinas. Sekolah ini memberikan sejumlah manfaat untuk para peserta didiknya, Bunda.

Sekolah kedinasan menyediakan pembebasan uang kuliah dan ikatan dinas, seperti pengangkatan lulusan menjadi aparatur sipil negara (ASN) calon pegawai negeri sipil (CPNS) setelah lulus.


Daftar sekolah kedinasan tanpa syarat tinggi badan

Tak sedikit orang yang khawatir dengan syarat tinggi badan yang ditentukan beberapa sekolah kedinasan. Namun, Bunda tidak perlu khawatir, beberapa sekolah kedinasan ini tidak menerapkan syarat tinggi badan, lho. Yuk, simak.

1. Politeknik Statistika STIS

Politeknik Statistika STIS adalah sekolah kedinasan di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS). Pada 2022, sekolah ini membuka kuota sebanyak 500 mahasiswa untuk mendapat bebas biaya pendidikan tanpa uang saku dan setelah lulus akan diangkat sebagai calon ASN BPS di seluruh wilayah Indonesia hingga tingkat kabupaten/kota.

Berikut adalah beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi oleh peserta STIS:

  1. Lulusan atau siswa kelas 12 SMA/MA peminatan MIPA/IPS dan SMK/MAK Peminatan Teknik Komputer dan Informatika.
  2. Tidak buta warna baik total maupun parsial, untuk pengguna kacamata atau lensa kontak minus (rabun jauh) dan atau plus (rabun dekat) dapat diberikan toleransi di bawah ukuran 6 dioptri.
  3. Nilai Matematika (Kelompok A/Umum) dan Bahasa Inggris minimal 80.00 dari skala 1-100 atau 3.20 dari skala 1-4 pada ijazah atau nilai rapor semester gasal kelas 12.
  4. Umur minimal 16 tahun dan maksimal 22 tahun per 1 September tahun pendaftaran.
  5. Sehat jasmani dan rohani, yakni dapat atau layak bekerja dan beraktivitas, baik dalam ruangan maupun di lapangan, dan bebas narkoba.
  6. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan di STIS sampai dengan pengangkatan PNS.
  7. Tidak sedang menjalankan ikatan dinas dengan instansi lain.
  8. Bersedia mematuhi peraturan Politeknik Statistika STIS.
  9. Bersedia menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas (SPID) bagi yang dinyatakan lulus seleksi dan akan mengikuti pendidikan di Politeknik Statistika STIS.
  10. Setelah lulus pendidikan di STIS, bersedia ditempatkan di Badan Pusat Statistik (BPS) sesuai pilihan waktu pendaftaran di seluruh wilayah Indonesia sampai tingkat kabupaten/kota.
  11. Tidak akan mengajukan pindah antar unit kerja Eselon II di lingkungan BPS maupun pindah instansi dengan alasan apapun sekurangnya 7 tahun sejak terhitung mulai tanggal PNS, kecuali terdapat kebutuhan organisasi.
  12. Khusus Program Afirmasi ditujukan untuk Orang Asli Papua (OAP), yaitu orang yang berasal dari Rumpun Ras Melanesia yang terdiri dari suku-suku asli di Provinsi Papua/Papua Barat dan atau orang yang diterima dan diakui sebagai orang Papua oleh masyarakat adat Papua, dibuktikan dengan Surat Keterangan Orang Asli Papua dari pemerintah daerah setempat.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

Saksikan juga video 5 manfaat anter Si Kecil di hari pertama sekolah yang ada di bawah ini, ya, Bunda.

(asa/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

4 Kalimat Langka yang Diucapkan Laki-laki saat Tulus Jatuh Cinta Menurut Psikolog

Mom's Life Amira Salsabila

5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Bisa Merusak Ingatan, Bisa Memicu Demensia

Mom's Life Amira Salsabila

6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Menyusui Indah Ramadhani

Cantiknya Elif Anak Siti KDI Blasteran Turki, Tampil Slay saat Main Padel

Parenting Nadhifa Fitrina

11 Penyebab Perut Sakit saat Hamil, Tanda Bahaya & Cara Mengatasinya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar

6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

11 Penyebab Perut Sakit saat Hamil, Tanda Bahaya & Cara Mengatasinya

5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Bisa Merusak Ingatan, Bisa Memicu Demensia

4 Kalimat Langka yang Diucapkan Laki-laki saat Tulus Jatuh Cinta Menurut Psikolog

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK