HaiBunda

MOM'S LIFE

5 Ciri Obat Pelangsing Berbahaya dan Abal-abal, Waspada Picu Serangan Jantung

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Sabtu, 10 Aug 2024 16:20 WIB
Ilustrasi Ciri Obat Pelangsing Berbahaya dan Abal-abal, Waspada Picu Serangan Jantung/ Foto: Getty Images/iStockphoto/JumlongCh

Tertarik beli obat diet, Bunda? Mari pahami dahulu ciri obat pelangsing berbahaya yang mungkin bisa memicu serangan jantung.

Obesitas dan kelebihan berat badan merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat di seluruh dunia. Banyak orang mencari solusi cepat dan instan untuk menurunkan berat badan, salah satunya dengan mengonsumsi obat pelangsing.

Meski demikian, tidak semua obat pelangsing aman dan efektif. Banyak di antaranya yang justru berbahaya dan dapat menimbulkan efek samping serius bahkan mengancam nyawa, termasuk serangan jantung.


Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri obat pelangsing berbahaya dan abal-abal sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya. Berikut ini beberapa ciri obat diet berbahaya dan abal-abal yang perlu diwaspadai.

Ciri obat pelangsing berbahaya dan abal-abal

Berikut ciri-ciri obat pelangsing berbahaya dan abal-abal yang perlu Bunda ketahui.

1. Tidak terdaftar di BPOM

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah lembaga yang bertanggung jawab untuk memastikan keamanan, kualitas, dan khasiat obat-obatan di Indonesia. Obat pelangsing yang tidak terdaftar di BPOM patut dicurigai karena belum melalui proses evaluasi ketat untuk menjamin keamanan konsumsinya.

Produk-produk ini sering kali tidak mencantumkan informasi yang jelas tentang bahan-bahan yang digunakan, dosis, serta efek samping yang mungkin timbul. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memeriksa nomor registrasi BPOM pada kemasan obat sebelum membeli dan mengonsumsinya.

2. Klaim penurunan berat badan yang terlalu cepat

Waspadai produk yang menjanjikan penurunan berat badan yang sangat cepat dan berlebihan. Klaim seperti 'turun 10 kg dalam seminggu' atau 'kurus dalam 3 hari' adalah tanda-tanda bahwa produk tersebut tidak realistis dan berbahaya.

Penurunan berat badan yang sehat biasanya berkisar antara 0,5 hingga 1 kg per minggu. Obat pelangsing menjanjikan hasil drastis dalam waktu singkat mungkin mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak organ tubuh, menyebabkan dehidrasi parah, atau memicu efek samping serius lainnya.

3. Mengandung bahan kimia berbahaya

Banyak obat pelangsing berbahaya mengandung bahan kimia yang tidak diizinkan atau dosis bahan aktif melebihi batas aman. Beberapa bahan berbahaya yang sering ditemukan dalam obat pelangsing abal-abal.

Salah satunya yang paling umum adalah Sibutramin. Obat ini sudah dilarang di banyak negara karena dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Selain itu, ada zat kimia lain, seperti Phenolphthalein dan Ephedra yang perlu Bunda waspadai.

4. Sering buang air kecil

Ciri obat pelangsing abal-abal adalah bersifat diuretik atau meluruhkan kencing terus-menerus. Obat pelangsing yang baik seharusnya tidak berisfat diuretik.

5. Sering buang air besar

Perlu berhati-hati saat obat pelangsing membuat Bunda sering pergi ke toilet untuk buang air besar. Ingat, obat pelangsing bukanlah obat pencahar, Bunda.

Jika dalam sehari Bunda pergi buang air besar hingga 3 kali maka bisa jadi obat pelangsing yang dikonsumsi abal-abal.

Efek samping obat pelangsing abal-abal

Obat pelangsing berbahaya sering kali menimbulkan efek samping yang parah dan tidak diinginkan. Beberapa efek samping yang perlu diwaspadai, meliputi:

  • Palpitasi jantung: Detak jantung yang tidak teratur atau terlalu cepat.
  • Peningkatan tekanan darah: Obat pelangsing tertentu dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah yang signifikan, meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung.
  • Gangguan pencernaan: Diare, mual, dan muntah adalah efek samping umum dari banyak obat pelangsing.
  • Gangguan mental: Beberapa obat pelangsing dapat mempengaruhi kondisi mental, menyebabkan kecemasan, depresi, atau insomnia.

Obat pelangsing yang aman biasanya disertai dengan informasi jelas dan lengkap, termasuk daftar bahan-bahannnya, petunjuk penggunaan, dosis yang dianjurkan, serta peringatan efek samping. Jika Bunda menemukan obat pelangsing yang tidak mencantumkan informasi ini atau informasi yang diberikan sangat minim dan tidak jelas, maka sebaiknya hindari produk tersebut.

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat pelangsing, pastikan untuk memeriksa legalitas dan keamanannya, serta konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Mengadopsi gaya hidup sehat dengan pola makan seimbang dan rutin berolahraga tetap merupakan cara terbaik untuk mencapai berat badan ideal dan menjaga kesehatan tubuh.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Tips Diet ala Orang Jepang, Badan Auto Langsing Bun!

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK