MOM'S LIFE
Fenomena Unik di Korea, Orang Kaya Ramai-ramai Mau jadi 'Miskin'
Azhar Hanifah | HaiBunda
Jumat, 02 Jan 2026 16:40 WIBMedia sosial kembali diramaikan oleh fenomena unik yang menarik perhatian publik, kali ini berasal dari Korea Selatan. Di tengah tren pamer gaya hidup mewah, muncul tren baru ketika sejumlah orang kaya justru ramai-ramai menyebut diri mereka "miskin", meski unggahan yang ditampilkan menunjukkan gaya hidup yang mewah.
Fenomena ini dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan panjang. Di satu sisi, ada yang menganggapnya sebagai bentuk humor atau sindiran sosial. Namun di sisi lain, tidak sedikit yang merasa tren ini menyinggung banyak orang yang mengalami kemiskinan.
Lantas, seperti apa sebenarnya tren ini dan mengapa menuai kontroversi? Simak jawabannya di bawah ini hingga selesai ya, Bun.
Tren 'kemiskinan ala orang kaya di media sosial Korea Selatan
Fenomena ini dikenal dengan sebutan poverty challenge, sebuah tren media sosial di mana para penggunanya mengunggah foto atau video yang menunjukkan gaya hidup mewah, namun disertai keterangan bernada ironi seolah mereka hidup dalam kemiskinan.
Mengutip dari laman The Korea Herald, tren ini memancing kritik publik. Beberapa unggahan yang beredar memperlihatkan seseorang menikmati mie instan di kursi kelas satu pesawat, namun diberi keterangan tentang "kemiskinan yang menyiksa".
Ada pula kereta bayi merek mewah dengan harga belasan juta won yang disebut sebagai pembelian barang tersebut membuat keluarga "jatuh miskin". Tidak ketinggalan, foto dari balik kemudi mobil sport mahal lengkap dengan jam tangan, disertai keluhan tidak punya cukup uang untuk membeli bensin.
Bahkan, ada unggahan yang menampilkan ruang tamu luas dengan karya seni bernilai tinggi, lalu diberi caption bernada rendah seperti "yang kupunya hanya beberapa lukisan dan seekor anjing". Gaya bercanda seperti ini justru memicu reaksi keras karena dianggap meremehkan arti dari kemiskinan yang sesungguhnya.
Menuai kritik dan dinilai tidak peka terhadap realitas sosial
Reaksi warganet terhadap tren ini sebagian besar tidak setuju. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan etika menjadikan kemiskinan sebagai bahan lelucon. Kritik bermunculan karena tren tersebut dianggap melampaui batas dan menunjukkan kurangnya empati terhadap mereka yang benar-benar berjuang secara ekonomi.
Sebagian warganet menilai pamer kekayaan secara terang-terangan justru lebih dapat diterima dibandingkan membungkus kemewahan dengan narasi yang tidak sesuai.
Ada pula yang menyoroti bahwa tren ini mencerminkan ketidaksadaran sosial, terutama terhadap realitas yang kurang baik yang dialami kelompok berpenghasilan rendah. Kontroversi ini menghidupkan kembali diskusi tentang karya sastra klasik Korea, salah satunya cerpen berjudul Stolen Poverty karya Park Wan-suh yang terbit pada 1975.
Cerita tersebut mengkritik bagaimana orang yang berada sering "meminjam" konsep kemiskinan sebagai simbol atau estetika, tanpa benar-benar merasakan penderitaan yang menyertainya.
Para pengkritik menegaskan bahwa kemiskinan bukan sekadar narasi lucu atau gaya hidup alternatif, melainkan kondisi yang membawa dampak emosional. Kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan layanan kesehatan adalah realitas yang seharusnya tidak dijadikan hiburan.
Bunda, fenomena ini menjadi pengingat penting bagi kita semua, bahwa empati dan kepekaan sosial sangat dibutuhkan dalam bermedia sosial. Bijak dalam berbagi dan memahami konteks sosial adalah langkah kecil yang bisa membawa dampak besar.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
3 Penyebab Angka Kelahiran di Korea Selatan Menurun Setiap Tahun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ternyata Ini Nama Orang Terpanjang di Indonesia, Lebih dari 60 Karakter
Kisah Wanita Bergaji Rp33 Juta Beli Mobil Miliaran, Berakhir Kapok
Kisah Pria Lepas Gaji Rp133 Juta Demi Bantu Ibunda Jualan, Endingnya...
Kisah Eks Biduan yang Viral Beli Tas Emas Setengah Milyar, Kini Jadi Crazy Rich Makassar
TERPOPULER
7 Ciri Kepribadian Orang Perfeksionis, Sering Menuntut Diri Harus Sempurna
Potret Megan Anak Tina Toon yang Menggemaskan, Dibilang Mirip Ibunda saat Masih Kecil
Momen Putri Sulung Ersa Mayori Lulus Jadi Sarjana Teknik ITB, Intip Potretnya
11 Ciri Pasangan Suportif yang Membuatmu Merasa Didengar, Dihargai, dan Dicintai
Sosok Orang Terkaya Baru di Asia, Hartanya Tembus Rp1.600 Triliun
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Slow Juicer Tanpa Ampas, Cocok untuk Pencinta Jus Segar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Anak Sering Sakit? Ini 5 Vitamin untuk Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
Jangan Dibunuh, Ini 5 Obat Penghilang Semut yang Diklaim Ampuh sampai Tuntas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Kepribadian Orang Perfeksionis, Sering Menuntut Diri Harus Sempurna
Potret Megan Anak Tina Toon yang Menggemaskan, Dibilang Mirip Ibunda saat Masih Kecil
11 Ciri Pasangan Suportif yang Membuatmu Merasa Didengar, Dihargai, dan Dicintai
Momen Putri Sulung Ersa Mayori Lulus Jadi Sarjana Teknik ITB, Intip Potretnya
Resep Minuman Jahe untuk Bantu Jaga Kesehatan Paru-paru, Bikin Buat Keluarga di Rumah
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Softlens Cepat Kering Meski Rutin Dibersihkan? Kenali Cairan yang Cocok untuk Matamu
-
Beautynesia
Get The Look: Ide Gaya Kebaya Kasual ala Enzy Storia yang Pas untuk Hangout
-
Female Daily
ROSÉ Comeback Lewat “new trick”, Tampil Playful dengan Nuansa Pop-Rock dan Visual 2000-an
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Pesona Amanda Rigby Jadi Pengantin Jawa Berpaes saat Dinikahi Andre Taulany
-
Mommies Daily
Rekomendasi Film Jepang Dewasa untuk Ditonton Bareng Pasangan, Biar Makin Intim