MOM'S LIFE
Nadin Amizah Alami Gangguan Pita Suara, Sempat Overthinking saat Bernyanyi Fals
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Minggu, 11 Jan 2026 09:50 WIBPenyanyi Nadin Amizah menyampaikan kabar kurang mengenakan tentang kondisi pita suaranya. Nadin baru saja didiagnosis mengidap gangguan pita suara yang disebut spasmodic dysphonia.
Melalui unggahan di Intagram Stories pribadinya, Nadin menyampaikan perubahan yang dialaminya sebelum tahu diagnosis medisnya. Istri Faishal Tanjung ini ternyata sempat overthinking dengan kemampuannya bernyanyi karena gangguan pita suara tersebut, Bunda.
"Akhirnya menemukan (suspect) diagnosa untuk apa yang aku pikir adalah kemampuan bernyanyiku degrading/berkurang, ternyata bukan itu masalah utamanya. Alhamdulillah, i wasn't imagining it, i wasn't just feeling it, i wasn't just 'overthinking' it," tulis Nadin, dikutip dari Instagram @cakecaine, Jumat (9/1/26).
Nadin juga menunjukkan bentuk pita suara yang normal lalu membandingkan dengan pita suaranya. Menurut perempuan 25 tahun ini, pita suaranya tidak lentur alias kaku, sehingga mengubah caranya dalam bernyanyi.
"Ini pita suaraku saat menutup dan bersuara, lurus dan kaku, bergetar tapi enggak lentur. It's not so bad sampai enggak bisa bersuara atau nyanyi sih, masih bisa, tapi cukup membuat caraku berubah dalam bernyanyi," ungkap Nadin.
Gejala yang dialami Nadin
Nadin menegaskan bahwa ia masih bisa bernyanyi meski didiagnosis spasmodic dysphonia. Namun, kondisi tersebut membuatnya sering mengalami gejala yang kurang menyenangkan, yakni bernyanyi fals hingga sakit di area leher.
"I can still sing, tapi symptomsnya seperti, nada gampang selip atau fals, baru nyanyi sebentar, leher sudah pegal dan sakit banget, bahkan ngomong kelamaan saja leher pegel dan sakit banget," kata Nadin.
"Saat lagi nyanyi, air liur banyak menggenang di mulut dan susah ditelen. Range vocal menyempit/turun dari range sebelumnya (nada yg biasanya gampang ditembak jadi susah/almost impossible). Jadi kalau dibilang enggak bisa nyanyi sih, enggak juga ya, bisa bisa aja. Tapi bayangin sesedih apa sesuatu yang biasanya semudah dan seringan bernapas untukku jadi sesuatu yang berat butuh effort, dan terutama yang paling mengganggu, bikin sakit," lanjutnya.
Nadin saat ini tengah fokus untuk proses penyembuhan, termasuk melakukan terapi bicara. Namun di satu sisi, Nadin mengaku belum bisa mengurangi jadwal bernyanyinya karena tuntutan profesi.
"PR ku sekarang adalah untuk tetap latihan vocal (which i already do) dan ditambah rehab dengan speech therapy (belum mulai, nunggu jadwal). Namun, karena tuntutan profesi, aku akan terus manggung paralel penyembuhan dan recovery. Semangat!" ujarnya.
Dalam unggahan di video Instagram Stories, Nadin kembali menjelaskan tentang kondisinya. Meski sempat denial, Nadin mengaku lega karena sudah mengetahui penyebab dirinya sering sakit di leher saat bernyanyi.
"Tapi yang aku senang mendapatkan suspect diagnosis adalah rasanya aku enggak gila sendiri," katanya.
"Kalau pun memang ini diagnosisnya, kalau yang aku lihat dari contoh-contoh, aku itu enggak severe (berat) sama sekali. Jadi aku bisa menghadapinya, kayak ini hanya terjadi saat ini saja, ya sudah biar ini aku jadikan pelajaran dan biarkan aku sembuh dari ini," lanjutnya.
|
|
Apa itu spasmodic dysphonia?
Spasmodic dysphonia yang dialami Nadin Amizah merupakan kondisi neurologis yang memang dapat memengaruhi kemampuan berbicara. Menurut ulasan di laman National Institutes of Health (NIH), spasmodic dysphonia adalah gangguan yang memengaruhi otot-otot suara di laring, yang sering disebut kotak suara.
"Saat kita berbicara, udara dari paru-paru didorong di antara dua struktur elastis yang disebut pita suara, menyebabkannya bergetar dan menghasilkan suara. Pada spasmodic dysphonia, otot-otot di dalam pita suara mengalami spasme (gerakan tiba-tiba dan tidak disengaja), yang mengganggu getaran pita suara," demikian isi ulasan.
Spasmodic dysphonia dapat menyebabkan suara terputus-putus saat berbicara atau suara terdengar serak. Beberapa orang dengan kondisi ini mungkin juga mengalami tremor vokal atau guncangan pada laring dan pita suara yang menyebabkan suara bergetar.
Perlu diketahui, spasmodic dysphonia dapat berkembang secara tiba-tiba, dengan gejala ringan atau parah sejak awal. Spasmodic dysphonia merupakan gangguan langka yang dapat menyerang siapa saja. Namun, tanda-tanda awalnya paling sering muncul pada orang berusia antara 30 hingga 50 tahun. Gangguan juga lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.
Penyebab spasmodic dysphonia
Spasmodic dysphonia diduga disebabkan oleh fungsi abnormal di area otak yang disebut ganglia basal. Area ini membantu mengoordinasikan gerakan otot di seluruh tubuh.
Penelitian terbaru telah menemukan kelainan di wilayah otak lain yang terkait dengan spasmodic dysphonia, termasuk area korteks serebral yang mengontrol perintah ke otot dan mengoordinasikan perintah ini dengan informasi sensorik yang masuk. Dalam beberapa kasus, spasmodic dysphonia dapat diturunkan dalam keluarga.
Penanganan spasmodic dysphonia
Melansir dari Cleveland Clinic, saat ini belum ada obat untuk menangani spasmodic dysphonia. Namun, ada perawatan yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala, seperti pemberian suntikan untuk memblokir sinyal saraf yang menyebabkan pita suara 'kejang'.
Selain itu, orang dengan kondisi ini juga dapat menjalani terapi suara dengan terapis wicara. Terapi ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dalam menggunakan suara.
Pada kondisi yang lebih parah, tindakan operasi dapat dilakukan, Bunda. Operasi dilakukan untuk merenggangkan pita suara atau mengubah jalur yang digunakan sinyal saraf dalam menghubungkan otak ke pita suara.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Fakta Cinta Laura: Wanita Mandiri Walau Tajir Sejak Lahir
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
TERPOPULER
Cerita Rizky Febian Bucin ke Mahalini, Akui Makin Sayang Setelah Lihat Istri Melahirkan
Akurnya Anak-anak Jessica Iskandar, Don Dan Hagia Rebutan Kakak El Barack
Cerita Bunda Hampir Meninggal 6 Hari Pasca Melahirkan Gara-gara Alami Ini
Transformasi Alifa Lubis Eks Artis Cilik, Kini Sudah 19 Tahun dan Bikin Pangling
120 Kosakata Bahasa Malaysia Sehari-hari dan Artinya
REKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cerita Rizky Febian Bucin ke Mahalini, Akui Makin Sayang Setelah Lihat Istri Melahirkan
Akurnya Anak-anak Jessica Iskandar, Don Dan Hagia Rebutan Kakak El Barack
Cerita Bunda Hampir Meninggal 6 Hari Pasca Melahirkan Gara-gara Alami Ini
Transformasi Alifa Lubis Eks Artis Cilik, Kini Sudah 19 Tahun dan Bikin Pangling
120 Kosakata Bahasa Malaysia Sehari-hari dan Artinya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Sydney Sweeney Sering Digodain Atlet, Scooter Braun Sampai Cemburu
-
Beautynesia
5 Alasan Orang Baik Justru Sering Merasa Paling Kesepian, Menurut Penelitian
-
Female Daily
Ini 5 Opsi Makan Malam untuk Kamu yang Lagi Diet!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Foto: Persiapan Golden Globes 2026, Nikki Glaser Siap Roasting Artis Hollywood
-
Mommies Daily
8 Cara Bertengkar dengan Sehat dalam Pernikahan, biar Makin Sayang!