Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

rekomendasi-produk

Keloid Bekas SC: Cara Menghilangkan, Tanda Bahaya & Rekomendasi Obat Salep

Melly Febrida   |   HaiBunda

Sabtu, 07 Mar 2026 16:35 WIB

Perut ibu hamil gatal
Keloid Bekas SC: Cara Menghilangkan, Tanda Bahaya & Rekomendasi Obat Salep/Foto: Getty Images/Mykola Sosiukin
Daftar Isi
Jakarta -

Ibu yang melahirkan dengan operasi caesar (SC) memiliki risiko munculnya keloid. Namun, yang sering menjadi pertanyaan adalah cara menghilangkan keloid bekas SC dan rekomendasi obat salep. Tak lupa juga yang kerap mengkhawatirkan sejumlah ibu, apakah keloid SC ini  bahaya atau tidak?

Seperti diketahui, hampir jutaan orang melahirkan melalui metode caesar setiap tahunnya. Menurut March of Dimes, hampir 32 persen dari semua kelahiran hidup di Amerika Serikat dilakukan melalui metode ini setiap tahun. Ini berarti banyak ibu baru yang memiliki bekas luka operasi caesar.

Salah satu risiko yang muncul setelah operasi caesar yakni bekas jahitan bisa menjadi keloid. Meskipun hal ini baik-baik saja dan bisa sembuh dengan baik, sebagian besar keloid tampak mengganggu penampilan dan membuat perempuan kurang percaya diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengapa muncul keloid bekas SC?

Menurut ulasan di American Academy of Dermatology Association, keloid adalah jenis bekas luka yang menonjol. Tidak seperti bekas luka lainnya, keloid biasanya tumbuh jauh lebih besar.

Awalnya, contoh keloid bekas SC biasanya terlihat seperti garis luka yang menebal, berwarna kemerahan atau kehitaman, dan terasa gatal. Bahkan, keloid bekas SC gatal sering menjadi keluhan yang dialami ibu setelah caesar.

Keloid dapat muncul di beberapa area tubuh. Misalnya, perempuan yang memiliki kulit rentan keloid dapat mengembangkannya di perut setelah menjalani operasi caesar, histerektomi, atau operasi lain di area tersebut.

Pada orang berkulit terang, bekas luka keloid tampak merah, dan pada mereka yang berkulit gelap, tampak hitam keunguan.

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di RS Hermina Bekasi, dr. Purnomo Hyaswicaksono, Sp.OG, keloid dapat disebabkan karena faktor keturunan yang juga berhubungan dengan kekebalan tubuh dan proses penyembuhan luka. Proses penyembuhan keloid ini akan berbeda pada setiap individu, Bunda.

"Keloid itu bakat (keturunan), berhubungan dengan reaksi kekebalan tubuh atau imunitas," kata Purnomo kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

"Jadi ada bakat (keturunan) keloid, ada juga yang proses penyembuhan jaringannya itu gimana. Maksudnya, ada yang penyembuhannya bagus sehingga struktur saat penyembuhan bagus dan tidak berbekas. Ada yang berpotensi untuk meradang terus sampai terjadi keloid," sambungnya.

Bekas luka keloid dapat muncul hingga satu tahun setelah operasi, dan dapat terus tumbuh. Bekas luka ini sulit diobati dan dapat muncul kembali jika diangkat melalui operasi.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko keloid bekas SC membesar, antara lain:

  • Memiliki kerabat biologis yang juga mengalami bekas luka ini.
  • Memiliki warna kulit gelap.
  • Berasal dari keturunan Afrika, Asia, atau Hispanik.
  • Berusia antara 10 dan 30 tahun.
  • Infeksi atau luka yang lama sembuh.
  • Gesekan atau tekanan pada area luka.

Pemulihan operasi caesar

Operasi caesar seperti operasi besar lainnya. Setelah operasi caesar, tubuh memerlukan waktu untuk pulih. Umumnya, luka operasi caesar membutuhkan waktu 6–8 minggu untuk sembuh secara dasar. Namun, proses pematangan jaringan parut bisa berlangsung hingga 6–12 bulan.

Erin Higgins, MD, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (obgyn) menjelaskan ibu hamil yang menjalani operasi caesar membutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk pemulihan. Tapi, jangka waktu setiap perempuan itu bisa berbeda-beda.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), proses penyembuhan luka operasi dipengaruhi:

  • Kondisi kesehatan ibu.
  • Nutrisi.
  • Kebersihan luka.
  • Aktivitas fisik.

Bentuk keloid bekas SC tidak normal & normal

Bekas luka operasi tidak semuanya menjadi keloid. Bunda perlu mengetahui perbedaan bentuk keloid bekas SC yang tidak normal dan normal.

Bekas luka normal

  • Garis luka menipis seiring waktu.
  • Warna memudar.
  • Tidak menonjol.

Keloid bekas SC

  • Luka menebal dan menonjol.
  • Warna lebih gelap atau kemerahan.
  • Terasa gatal atau nyeri.
  • Jaringan tumbuh melewati batas luka.

Jika keloid bekas SC gatal atau terasa makin tebal, kebanyakan Bunda mulai mencari cara untuk menghilangkan keloid bekas SC. Cara ini dilakukan sebelum ukurannya bertambah besar.

7 Cara mengatasi keloid setelah operasi caesar (SC)

Kemunculan keloid setelah operasi caesar menjadi salah satu kekhawatiran para perempuan. Ada berbagai metode medis yang bisa Bunda lakukan sebagai cara menghilangkan keloid bekas SC, tergantung ukuran dan kondisinya.

1. Menggunakan gel atau lembaran silikon

Terapi silikon merupakan pilihan utama dalam pengobatan keloid. Penggunaan silikon dapat membantu meratakan dan melunakkan jaringan parut. Metode ini sering direkomendasikan sebagai salep keloid bekas SC atau lembaran silikon yang ditempel langsung pada luka.

2. Kompresi dengan pembalut khusus

Tekanan atau kompresi secara konstan pada luka dapat membantu mengurangi pembentukan kolagen berlebih. Metode ini biasanya digunakan bersamaan dengan terapi silikon.

3. Krim atau suntikan kortikosteroid

Kortikosteroid membantu mengurangi peradangan dan produksi kolagen berlebih. Menurut American Academy of Dermatology, suntikan steroid merupakan salah satu obat keloid bekas SC yang paling umum digunakan untuk mengecilkan keloid.

4. Krioterapi

Krioterapi dilakukan dengan membekukan jaringan keloid menggunakan nitrogen cair. Metode ini efektif untuk keloid berukuran kecil.

5. Operasi pengangkatan keloid

Jika keloid bekas SC membesar atau menimbulkan keluhan, dokter dapat menyarankan operasi pengangkatan. Namun, dokter biasanya mengkombinasikan tindakan ini dengan terapi lain, karena keloid berisiko tumbuh kembali.

6. Terapi radiasi

Setelah operasi pengangkatan keloid terkadang menggunakan radiasi dosis rendah. Ini untuk mencegah pertumbuhan ulang jaringan parut.

7. Perawatan laser

Laser dapat membantu meratakan tekstur keloid serta mengurangi warna kemerahan pada bekas luka.

5 Rekomendasi obat salep keloid ampuh bantu samarkan bekas luka operasi caesar

Berikut ini rekomendasi obat salep keloid yang ampuh membantu samarkan bekas luka operasi caesar:

1. Dermatix ultra gel

Salep gel ini mengandung silikon yang dapat membantu menyamarkan dan melembutkan keloid, mencerahkan warna kulit, serta memperbaiki tampilan bekas luka.  

Dermatix sering digunakan sebagai obat keloid bekas SC setelah luka benar-benar kering. Obat ini tidak akan meresap ke dalam kulit atau masuk ke aliran darah sehingga aman untuk Bunda yang menyusui.

2. Mederma advanced gel

Mederma mengandung bahan-bahan alami seperti ekstrak bawang merah (cepalin) yang membantu memperbaiki tekstur jaringan parut.

3. Triamcort A cream

Salep ini mengandung  triamcinolone, yaitu kortikosteroid yang dapat membantu mengurangi peradangan pada keloid dan menurunkan produksi kolagen berlebih yang dapat memicu keloid. Salep ini dapat digunakan dengan cara dioleskan di bagian kulit yang mengalami penebalan.

4. Tekasol

Tekasol mengandung bahan aktif centella asiatica yang memiliki efek antiinflamasi dan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Selain itu, salep ini juga bisa digunakan untuk mengobati dan mengurangi gejala keloid setelah operasi kecil.

5. Sodermix cream

Krim ini dapat membantu mengendalikan pertumbuhan keloid dan menyembuhkan luka tersebut yang menonjol di permukaan kulit. Bunda dapat mengoleskan 1-2 kali sehari dan digosok pada bekas luka scar selama 2-3 menit.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda