MOM'S LIFE
7 Kebiasaan Orang yang Kurang Mandiri Sejak Kecil
Natasha Ardiah | HaiBunda
Senin, 12 Jan 2026 15:40 WIBBunda, penting memahami bahwa sikap mandiri anak terbentuk sejak usia dini melalui kebiasaan sehari-hari. Tanpa disadari, beberapa pola asuh dapat memicu kebiasaan menjadi orang yang kurang mandiri saat dewasa.
Kurangnya kemandirian sejak kecil sering mengajarkan anak untuk selalu aman, sopan, dan membantu. Tanpa disadari, pola ini membentuk kebiasaan menjadi orang kurang mandiri yang selalu mencari persetujuan sebelum bertindak.
Meski saat dewasa hidup terlihat bebas, kebiasaan tersebut kerap melekat kuat. Inilah awal mula kebiasaan orang kurang mandiri yang terbawa hingga usia dewasa.
Kebiasaan ini umum terjadi dan dapat muncul di dunia kerja, hubungan, bahkan mengambil keputusan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menjadi awal munculnya kebiasaan orang menjadi kurang mandiri.
7 Kebiasaan orang yang kurang mandiri sejak kecil
Melalui artikel ini, Bunda akan mengenali kebiasaan orang kurang mandiri yang sering dianggap sepele. Berikut ini telah Bubun lansir dari laman Cottonwood Psychology tentang 7 kebiasaan kurang yang kurang mandiri sejak kecil.
1. Kesulitan menetapkan batasan
Anak yang sejak kecil jarang diberi ruang untuk bersuara, batasan pribadi mereka bisa terasa membingungkan. Hal ini sering menjadi kebiasaan orang kurang mandiri, seperti terlalu cepat berbagi cerita, mudah berkata iya, lalu merasa tidak nyaman.
Sebagian anak tumbuh dengan orang tua yang kerap melanggar ruang pribadi atau menuntut keterlibatan emosional berlebihan. Akibatnya, konsep batas diri menjadi kabur dan berkembang menjadi kebiasaan orang yang kurang mandiri hingga dewasa.
Saat dewasa, kondisi ini tampak dari kebiasaan menjelaskan berlebihan dan meminta maaf atas kebutuhan sederhana. Dengan melatih kalimat singkat, tegas, dan sopan, kebiasaan orang yang kurang mandiri ini dapat perlahan berubah menjadi sikap yang lebih sehat dan seimbang.
2. Terlalu berlebihan dalam mempersiapkan tugas sehari-hari
Kebiasaan ini sering terlihat seperti sikap rajin dan bertanggung jawab, padahal sebenarnya muncul dari rasa takut dikritik atau disalahkan. Sejak kecil, kondisi ini bisa membentuk kebiasaan orang kurang mandiri karena anak merasa harus selalu siap agar aman.
Dalam keseharian, tugas sederhana pun terasa berat karena dipikirkan terlalu lama. Menelepon saja harus membuat catatan, atau membeli barang kecil perlu riset berjam-jam, sehingga kebiasaan seperti ini membuat energi cepat habis.
Sebagai Bunda, penting menyadari bahwa tidak semua hal harus sempurna. Dengan membiasakan anak merasa cukup siap, kebiasaan ini perlahan bisa berubah menjadi sikap lebih tenang dan percaya diri.
3. Meminta izin terlebih dahulu
Bunda mungkin sering melihat anak atau orang dewasa yang terbiasa meminta persetujuan sebelum bertindak, meski sebenarnya tidak perlu. Pola ini menjadi salah satu kebiasaan orang kurang mandiri karena keputusan pribadi selalu menunggu izin dari orang lain.
Sekilas kebiasaan ini tampak sopan, seperti bertanya sebelum melakukan sesuatu atau meminta kepastian atas hal yang sudah dipahami. Namun, jika terlalu sering meminta persetujuan, seseorang bisa terbiasa bergantung pada orang lain.
Pada keluarga yang membatasi kemandirian sejak kecil, meminta izin sering dianggap sebagai tanda aman. Kebiasaan ini bisa terbawa hingga dewasa, sehingga perlu dilatih perlahan dengan membiasakan memberi informasi, bukan selalu meminta izin.
4. Merasa gelisah saat memiliki kebebasan
Ketika punya waktu luang, kebebasan seharusnya terasa menyenangkan, tetapi bagi sebagian orang justru membuat gelisah. Kondisi ini sering dialami oleh mereka yang sejak kecil terbiasa diarahkan dan jarang menentukan pilihan sendiri.
Rasa tidak tenang bisa muncul dalam bentuk dada terasa sesak, mudah kesal, atau keinginan terus melakukan sesuatu agar tidak diam. Tanpa disadari, inilah salah satu kebiasaan orang menjadi kurang mandiri yang terbentuk karena sejak kecil selalu mengikuti aturan dan jadwal orang lain.
Agar lebih nyaman, mereka bisa mulai mengatur waktu bebas dengan cara sederhana, misalnya menentukan satu kegiatan lalu membiarkan sisanya fleksibel. Dengan latihan seperti ini, kebiasaan orang menjadi kurang mandiri perlahan dapat berubah karena tubuh belajar bahwa waktu bebas tidak perlu selalu ditakuti.
5. Sering menolong orang lain
Sejak kecil, ada anak yang terbiasa berada dalam mode penolong, yaitu selalu sigap membantu sebelum diminta. Lama-kelamaan, sikap ini bisa membentuk kebiasaan selalu mendahulukan orang lain dan melupakan kebutuhan diri sendiri.
Menolong memang hal baik dan patut diapresiasi, tetapi jika dilakukan terus-menerus bisa membuat hati dan tenaga terkuras. Pola ini sering menjadi bagian dari kebiasaan orang kurang mandiri karena rasa berharga muncul hanya saat merasa dibutuhkan.
Mereka dapat mulai menyadari momen ketika ingin langsung membantu atau menyelesaikan masalah orang lain. Dengan memberi jeda sejenak dan menetapkan batas yang wajar, kebiasaan ini dapat perlahan berubah tanpa menghilangkan rasa peduli pada orang lain.
6. Terlalu meragukan keputusan yang diambil
Kebiasaan orang kurang mandiri yang selanjutnya adalah terlalu meragukan keputusan yang diambil. Kebiasaan ini sering dialami oleh orang yang sejak kecil jarang diberi ruang untuk memilih sendiri. Akibatnya, keputusan kecil pun terasa berat dan menimbulkan keraguan.
Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini tampak dari kebiasaan membaca ulang pesan berkali-kali hingga mengubah menu makan saat proses memasak sudah dimulai. Situasi sederhana ini kerap berujung pada rasa jengkel pada diri sendiri.
Di balik sikap tersebut, biasanya ada pengalaman masa kecil ketika pilihan dianggap bisa berujung salah dan mendapat kritik. Untuk perlahan mengurangi kebiasaan orang yang kurang mandiri ini, mereka dapat melatih diri membuat aturan kecil saat memilih, membatasi waktu mengambil keputusan, serta mengingat bahwa banyak keputusan yang ternyata bisa berjalan baik-baik saja.
7. Menghindari risiko kecil
Orang yang sejak kecil kurang diberi ruang mandiri cenderung menghindari risiko kecil saat dewasa. Pola ini menjadi bagian dari kebiasaan orang kurang mandiri, seperti memilih rutinitas yang sama agar merasa aman setiap harinya.
Ketakutan mencoba hal baru sering berakar dari pengalaman masa kecil yang penuh aturan dan hukuman. Akibatnya, kebiasaan ini muncul dalam bentuk diam saat rapat, menunda memulai sesuatu, atau takut terlihat salah.
Sebagai langkah awal, orang dengan kebiasaan ini bisa melatih diri mengambil risiko kecil dengan dampak minim. Perlahan, kebiasaan ini dapat diubah dengan menghargai usaha, bukan hanya hasil, agar rasa percaya diri tumbuh kembali.
Bunda, itulah tujuh kebiasaan orang yang kurang mandiri sejak kecil. Mari kita lebih peka mengenali kebiasaan tersebut agar anak tumbuh percaya diri dan bertanggung jawab. Dengan pendampingan yang tepat dan konsisten, Bunda bisa membantu anak belajar mandiri secara bertahap.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Kenali 7 Tanda Seseorang yang Terlahir Egois
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
8 Kebiasaan Dianggap Baik yang Justru Bisa Rusak Imun, Salah Satunya Minum Banyak Air
Bunda Merasa Sulit Jadi Kaya? Yuk, Mulai Jauhi 10 Kebiasaan Ini
6 Kebiasaan Sehari-hari Orang Cerdas, Percaya Diri Tidak Termasuk Bun
3 Kebiasaan Orang Kaya Saat Punya Waktu Luang, Bukan Cuma Rebahan Bun
TERPOPULER
Potret Terbaru Alyssa Daguise Pakai Baju Matching dengan Baby Soleil, Super Gemas
15 Nama Anak Artis Indonesia Berawalan L dan Artinya, Bagus Penuh Makna
Fakta Menarik Alnwick Castle, Kastel yang Disulap Jadi Hogwarts dalam Film 'Harry Potter'
Perempuan Rentan Alami Depresi Berat Usai 2 Minggu Melahirkan, Ini Kata Studi Terbaru
11 Doa agar Anak Cerdas, Pintar Akademik, dan Berakhlak Baik
REKOMENDASI PRODUK
9 Rak Panci Terbaik dari Kayu, Besi hingga Gantung
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Makanan Kucing yang Bagus Lengkap dengan Kandungan Nutrisinya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Bantal Hamil Terbaik yang Bagus & Nyaman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Kimono dan Jubah Melahirkan Terbaik yang Nyaman untuk Dipakai selama Persalinan
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Meja Belajar Anak Lengkap dari Minimalis, Lipat, Kayu hingga Plastik
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
BPOM Sita Ratusan Kosmetik Ilegal di Tangerang, Ini Daftar Lengkapnya
Potret Terbaru Alyssa Daguise Pakai Baju Matching dengan Baby Soleil, Super Gemas
Perempuan Rentan Alami Depresi Berat Usai 2 Minggu Melahirkan, Ini Kata Studi Terbaru
15 Nama Anak Artis Indonesia Berawalan L dan Artinya, Bagus Penuh Makna
Fakta Menarik Alnwick Castle, Kastel yang Disulap Jadi Hogwarts dalam Film 'Harry Potter'
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Benarkan Raffi Ahmad Disebut di Kasus Blueray Cargo Bea Cukai, KPK: Ada Fakta...
-
Beautynesia
9 Tempat Menakjubkan di Dunia yang Setidaknya Harus Dikunjungi Sekali Seumur Hidup
-
Female Daily
ION WATER Dukung AirAsia HYROX Jakarta 2026, Perkuat Ekosistem Fitness di Indonesia!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Future Faking, Tren Kencan Red Flag yang 'Jual' Harapan Palsu
-
Mommies Daily
10 Rekomendasi Kelas Liburan Anak di Bandung 2026, dari Sains hingga Bahasa Inggris