moms-life
8 Bahasa Tubuh yang Hanya Bisa Dikenali Orang dengan Kecerdasan Tinggi
HaiBunda
Minggu, 04 Jan 2026 16:40 WIB
Daftar Isi
-
8 Bahasa tubuh yang hanya bisa diketahui orang dengan kecerdasan tinggi
- 1. Gerakan kaki yang tidak sejalan dengan ekspresi wajah
- 2. Lirikan mata sekilas sebelum berbicara
- 3. Antusias saat menyetujui sesuatu
- 4. Perubahan kedipan mata saat berbicara
- 5. Tidak menyela pembicaraan meski biasanya aktif berbicara
- 6. Munculnya senyuman yang tertunda
- 7. Peniruan gerakan yang terlalu sempurna
- 8. Ketegangan pada rahang atau bahu
Di sekitar kita, banyak sekali tanda-tanda kecil dari orang lain yang sering luput dari perhatian. Namun, orang dengan kecerdasan tinggi mampu membaca makna di balik gerakan atau bahasa tubuh tersebut.
Mengenali gerak tubuh, ekspresi wajah, atau nada suara bisa memberi Bunda pemahaman lebih dalam tentang perasaan orang lain. Kemampuan ini sering menjadi tanda kecerdasan emosional yang tinggi, Bunda.
Kecerdasan emosional bukan hanya soal pintar menilai situasi, tapi juga mampu menangkap tanda atau bahasa tubuh pada orang lain saat berkomunikasi. Itulah mengapa orang cerdas tampak lebih paham dalam interaksi sosial karena peka dengan keadaan sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
8 Bahasa tubuh yang hanya bisa diketahui orang dengan kecerdasan tinggi
Bubun telah melansir dari VegOut Magazine terkait delapan isyarat nonverbal yang sering luput diperhatikan banyak orang. Jika Bunda mampu mengenalinya secara konsisten, besar kemungkinan Bunda sudah memiliki kecerdasan emosional yang tinggi meski belum disadari sepenuhnya. Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini.
1. Gerakan kaki yang tidak sejalan dengan ekspresi wajah
Bunda, gerakan kaki yang tidak pas dengan ekspresi wajah sering menandakan adanya ungkapan perasaan yang tersembunyi. Seseorang bisa tampak tenang, tetapi kakinya gelisah atau mengarah ke yang lain.
Bahasa tubuh ini muncul secara spontan sebagai tanda ingin segera mengakhiri situasi. Orang yang peka dapat menangkap sinyal tersebut bahkan sebelum diucapkan.
Orang cerdas tidak memaksakan percakapan yang sudah melelahkan. Mereka memilih menyesuaikan waktu dan suasana agar hubungan tetap nyaman.
2. Lirikan mata sekilas sebelum berbicara
Gerakan mata yang sekilas ke samping sebelum berbicara sering muncul tanpa disadari. Sikap ini menandakan proses berpikir dan kehati-hatian dalam merespons.
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak terburu-buru menekan lawan bicara. Mereka justru memperlambat ritme, memberi waktu, dan menciptakan suasana yang lebih nyaman.
Sikap ini membuat percakapan terasa aman dan tidak mengintimidasi. Bahasa tubuh seperti ini sering membuka jalan bagi komunikasi yang lebih jujur dan bermakna.
3. Antusias saat menyetujui sesuatu
Persetujuan yang terlalu cepat dan terdengar sangat antusias sering kali bukan tanda kenyamanan. Sikap ini bisa muncul karena rasa sungkan atau tekanan dalam situasi sosial.
Orang dengan kecerdasan tinggi lebih peka terhadap nada bicara dibanding sekadar kata yang diucapkan. Mereka biasanya akan memastikan kembali agar lawan bicara merasa benar-benar nyaman.
Dengan memberi ruang untuk berubah pikiran, rasa aman pun akan tercipta. Pendekatan ini membantu membangun kepercayaan dan hubungan yang lebih sehat, Bunda.Â
4. Perubahan kedipan mata saat berbicara
Bunda mungkin jarang menyadari kedipan mata saat seseorang berbicara, padahal perubahan kecil ini bisa memberi banyak petunjuk. Kedipan yang tiba-tiba menjadi lebih cepat sering menandakan stres, rasa tertekan, atau ketidaknyamanan batin.
Seseorang bisa saja tersenyum dan berkata semuanya baik-baik saja, sementara matanya berkedip cepat tanpa sadar. Tubuh kerap berbicara lebih jujur dibandingkan kata-kata yang diucapkan.
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi bisa mengenal bahasa tubuh ini dan memilih menyesuaikan nada bicara atau mengalihkan topik. Sikap ini bukan untuk menghindar, melainkan bentuk kepedulian terhadap perasaan orang lain.
5. Tidak menyela pembicaraan meski biasanya aktif berbicara
Bunda, ada kalanya seseorang yang biasanya aktif berbicara justru memilih diam dalam sebuah diskusi. Sikap ini bukan tanpa alasan, melainkan salah satu bentuk kesadaran dan pengendalian diri.
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi mampu membaca siapa yang belum mendapat ruang untuk bicara. Mereka memahami bahwa diam bisa muncul karena rasa tidak nyaman atau merasa tidak didengar.
Alih-alih menyela pembicaraan, orang cerdas akan menciptakan kesempatan agar orang lain mau berbagi pendapat. Cara ini menunjukkan empati dan kepekaan sosial yang tidak dimiliki semua orang.
6. Munculnya senyuman yang tertunda
Senyum yang muncul dengan jeda sering menandakan emosi yang tidak sederhana. Bisa jadi seseorang sedang menahan perasaan atau masih ragu dengan situasi di sekitarnya.
Senyum tertunda biasanya disertai suara yang lebih lembut atau posisi tubuh yang sedikit menyamping. Isyarat ini menunjukkan kehati-hatian sekaligus kesadaran emosional yang baik.
Orang cerdas secara emosional tidak bereaksi berlebihan, tetapi mampu membaca bahasa tubuh tersebut. Mereka merespons dengan isyarat halus seperti anggukan atau tatapan hangat yang membuat lawan bicara merasa dihargai.
7. Peniruan gerakan yang terlalu sempurna
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi juga menyadari saat orang lain menirukan gerak tubuh secara terlalu sempurna. Peniruan berlebihan ini sering menandakan rasa cemas atau keinginan kuat untuk diterima.
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi mampu menangkap pola tersebut tanpa menghakimi. Mereka memahami bahwa sikap itu muncul karena lawan bicara merasa kurang nyaman.
Sebagai respons, orang cerdas justru menjadi lebih hangat dan menenangkan. Mereka sengaja mencairkan suasana agar interaksi terasa lebih tulus dan alami.
8. Ketegangan pada rahang atau bahu
Orang dengan kecerdasan tinggi mampu menangkap ketegangan halus pada rahang atau bahu lawan bicara. Gestur ini biasanya muncul saat seseorang sedang bersiap menghadapi tekanan atau kelelahan emosi.
Mereka tidak mengabaikan sinyal tersebut dan memilih untuk berhenti sejenak. Sikap ini membantu menjaga percakapan tetap nyaman dan tidak memicu konflik.
Dengan pendekatan yang lebih lembut, mereka menyesuaikan cara berbicara atau mengubah topik. Tujuannya adalah meredakan ketegangan dan bukan memaksakan pendapat.
Bunda, memahami isyarat nonverbal membantu kita membaca situasi dan emosi orang lain dengan lebih bijak. Dengan mengenali delapan bahasa tubuh tersebut, Bunda dapat membangun komunikasi yang lebih hangat, tepat, dan penuh perasaan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
7 Hal yang Tidak Akan Dibeli Orang Cerdas Meski Menarik
Mom's Life
8 Sikap yang Jadi Bukti Kamu Lebih Cerdas dari Perkiraan Diri Sendiri Menurut Psikolog
Mom's Life
5 Aktivitas 'Sederhana' yang Ternyata Menyulitkan Orang Cerdas Menurut Pakar
Mom's Life
7 Kebiasaan 'Aneh' yang Ternyata Menandakan Kecerdasan dan IQ Tinggi
Mom's Life
5 Kalimat yang Sering Diucap Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi Menurut Psikolog
7 Foto
Mom's Life
6 Cara Menjawab Pertanyaan Seksis dengan Cerdas ala Penulis Feby Indriani
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Aktivitas 'Sederhana' yang Ternyata Menyulitkan Orang Cerdas Menurut Pakar
8 Sikap yang Jadi Bukti Kamu Lebih Cerdas dari Perkiraan Diri Sendiri Menurut Psikolog
7 Hal yang Tidak Akan Dibeli Orang Cerdas Meski Menarik