MOM'S LIFE
Ini Ciri Kepribadian yang Dimiliki Orang yang Makannya Lama
Natasha Ardiah | HaiBunda
Jumat, 30 Jan 2026 15:40 WIBBunda, ada pepatah lama yang mengatakan, “Kamu adalah apa yang kamu makan.” Namun kini, cara makan pun juga diyakini mampu mencerminkan karakter diri pada seseorang.
Mengutip dari laman The Huffington Post, kebiasaan makan kerap dikaitkan dengan tipe kepribadian tertentu. Mulai dari orang yang makan cepat hingga lambat, semuanya dinilai memiliki kecenderungan sikap yang berbeda.
Menurut ahli perilaku makan yang berbasis di Los Angeles dan pendiri perusahaan riset perilaku makan Food-ology, Juliet Boghossian, kebiasaan makan dapat menjadi jendela untuk memahami karakter atau kepribadian seseorang.
"Kebiasaan terkait makanan sebenarnya dapat mengungkapkan berbagai aspek kepribadian dan kecenderungan perilaku seseorang," kata Boghossian dalam The Huffington Post.
Ciri kepribadian orang yang makannya lama
Orang yang makannya lama biasanya mudah dikenali saat makan bersama. Ketika orang lain sudah selesai, ia masih menikmati suapan demi suapan dengan santai.
Menurut Boghossian, kebiasaan ini bukan tanpa alasan. Orang yang makan lambat umumnya suka mengendalikan keadaan dan tahu cara menghargai hidup.
Mereka juga dikenal memiliki sikap percaya diri dan pembawaan yang tenang. Inilah yang menjadi salah satu ciri kepribadian orang makan lama yang sering dikaitkan dengan kestabilan emosi.
Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua orang yang makan lama memiliki karakter tersebut. Jika hanya terjadi sesekali, kebiasaan ini bisa dipengaruhi oleh kelelahan atau suasana hati yang sedang sedih.
Meski kerap merasa tertekan karena dianggap terlalu lama saat makan, kebiasaan ini justru memiliki manfaat. Julia Hormes, seorang psikolog yang berspesialisasi dalam perilaku makan di State University of New York, menyebutkan bahwa makan perlahan dapat meningkatkan rasa kenyang dan kenikmatan makanan yang lebih tinggi.
"Makan perlahan telah terbukti berhubungan dengan penurunan asupan energi, peningkatan rasa kenyang, dan penilaian kenikmatan makanan yang lebih tinggi," kata Hormes.
Ciri kepribadian sesuai cara makan selain slow eater
Selain cara makan lama atau slow eater, ciri kepribadian seseorang juga dapat tercermin dari kebiasaan makan lainnya. Kepribadian seseorang sesuai cara makan seperti berikut sering dikaitkan dengan sikap, pola pikir, dan cara mereka menjalani keseharian. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini, Bunda.
1. Tipe makan cepat (Fast eater)
Banyak dari Bunda yang tanpa sadar memiliki kebiasaan makan cepat, baik karena lingkungan keluarga maupun rutinitas sehari-hari. Tipe ini biasanya menghabiskan makanan dengan sangat cepat, bahkan sebelum orang lain menyelesaikan setengah porsi mereka.
Menurut Boghossian, orang yang makan cepat cenderung ambisius dan berorientasi pada tujuan. Di luar meja makan, mereka juga dikenal terbuka pada pengalaman baru.
Ia menegaskan bahwa kecepatan makan sering kali mencerminkan cara seseorang menjalani hidup. Berbeda dengan ciri kepribadian orang makan lama yang lebih tenang, pemakan cepat umumnya bergerak serba gesit.
"Kecepatan Anda makan mencerminkan kecepatan Anda menjalani dan menikmati hidup," katanya.
Meski makan cepat tidak selalu buruk, kebiasaan ini perlu diperhatikan. Makan terlalu cepat dapat membawa risiko kesehatan, termasuk peningkatan berat badan jika tidak dikendalikan.
2. Tipe makan petualang (The adventurer)
Penikmat kuliner dengan cara makan petualang atau the adventurer selalu tertarik mencoba pengalaman gastronomi baru. Dalam urusan makanan, bahkan kehidupan sehari-hari, mereka dikenal sebagai pencari sensasi dan berani mengambil risiko.
Keberanian ini membuat mereka senang menjelajah rasa yang tidak biasa dan keluar dari kebiasaan umum. Berbeda dengan ciri kepribadian orang makan lama yang cenderung tenang, tipe petualang lebih spontan dan eksploratif.
Namun, sifat ini tetap perlu disikapi dengan bijak. Tidak semua orang nyaman diajak bereksperimen, sehingga penting untuk tidak memaksakan keberanian kepada orang lain.
Menurut Boghossian, kebiasaan makan petualang menunjukkan keterbukaan seseorang terhadap hal-hal baru. Sikap ini mencerminkan kesiapan untuk keluar dari zona nyaman dan menerima pengalaman yang belum pernah dicoba sebelumnya.
3. Tipe pemilih makanan (The picky eater)
Pemilih makanan atau the picky eater merupakan tipe yang sangat berhati-hati dalam memilih apa yang dikonsumsi. Meski berbeda dengan ciri kepribadian orang makan lama, kebiasaan ini juga kerap mencerminkan karakter tertentu.
Orang dengan tipe ini biasanya masih memegang kuat kesukaan dan ketidaksukaannya sejak kecil. Mereka cenderung menghindari makanan yang asing dan sering meminta makanan tertentu untuk dipisah atau tidak digunakan sama sekali.
Di balik kebiasaan tersebut, pemilih makanan kerap dikaitkan dengan kecenderungan emosional tertentu. Bahkan, sikap ini bisa mencerminkan sifat yang sedikit neurotik di luar meja makan.
Julia Hormes, psikolog yang berspesialisasi dalam perilaku makan di State University of New York, menjelaskan bahwa penelitian tentang neofobia makanan menunjukkan adanya kaitan dengan ciri kepribadian seperti kecemasan dan neurotisme. Berbeda dengan ciri kepribadian orang makan lama yang lebih tenang, pemilih makanan lebih sering mengaitkan makanan yang dihindari dengan rasa jijik.
4. Tipe makan isolasionis (The isolationist)
Bunda, tipe makan isolasionis (The isolationist) termasuk kebiasaan makan yang cukup unik dan teratur. Orang dengan tipe makan ini biasanya menghabiskan satu jenis makanan hingga tuntas sebelum beralih ke menu lainnya.
Kebiasaan tersebut mencerminkan pribadi yang sangat teliti dan selalu berpikir matang sebelum bertindak. Meski sering dianggap tidak lazim oleh orang lain, tipe ini dikenal berhati-hati dan memiliki metode tersendiri dalam menjalani segala hal.
Boghossian, ahli perilaku makan yang berbasis di Los Angeles, menilai perilaku makan seperti ini menunjukkan kepribadian yang berorientasi pada tugas. Disiplin tinggi dan kecenderungan menyelesaikan satu hal hingga selesai menjadi ciri kepribadian utama bagi orang dengan tipe makan seperti ini.
"Perilaku ini menunjukkan kepribadian yang berorientasi pada satu tugas, bukan individu yang mampu melakukan banyak tugas sekaligus. Selain itu, ini juga menunjukkan kecenderungan disiplin dan hampir keras kepala untuk menyelesaikan satu tugas sebelum beralih ke tugas lain,” kata Boghossian yang dikutip dari The Huffington Post.
Bunda, itulah ciri kepribadian setiap orang berdasarkan cara makannya. Kebiasaan makan bukan sekadar rutinitas, tetapi dapat menjadi cerminan karakter seseorang. Dengan memahami ciri kepribadian orang berdasarkan cara makan, Bunda dapat belajar lebih menghargai perbedaan serta menikmati proses hidup dengan penuh makna.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)