Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Puasa Nisfu Syaban & Ayyamul Bidh Februari 2026: Detail Tanggal, Niat, Hukum & Keutamaan

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Sabtu, 31 Jan 2026 21:30 WIB

Happy Muslim family together making iftar dua to break fasting during Ramadan at the dining table at home focus on a bowl of dates. . High quality photo
Ilustrasi Puasa Nisfu Syaban & Ayyamul Bidh Februari 2026: Detail Tanggal, Niat, Hukum & Keutamaan / Foto: Getty Images/Malik Nalik
Daftar Isi

Bulan Syaban menjadi momen yang sangat istimewa bagi umat Muslim untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan memperbanyak ibadah. Salah satu amalan yang banyak dicari informasinya adalah puasa Nisfu Syaban.

Selain itu, terdapat pula puasa Ayyamul Bidh yang rutin dilaksanakan setiap pertengahan bulan hijriah. Tak sedikit Bunda yang yang ingin memastikan tanggal, niat, serta hukumnya agar ibadah dapat dilakukan dengan tepat.

Melalui artikel ini, Bunda akan menemukan penjelasan lengkap dan mudah dipahami seputar puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh pada bulan Februari 2026. Simak selengkapnya di bawah ini agar Bunda dan keluarga bisa menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan penuh keyakinan.

Detail tanggal puasa Nisfu Syaban 2026

Bunda, peringatan Nisfu Syaban berlangsung setiap tanggal 15 Syaban dalam kalender hijriah. Berdasarkan penanggalan resmi Kementerian Agama RI yang dikutip dari detikcom, puasa Nisfu Syaban 2026 diperkirakan dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026.

Kaum muslimin dan muslimat sudah dapat melafalkan niat puasa Nisfu Syaban sejak malam Nisfu Syaban, yakni pada 2 Februari 2026 selepas waktu Maghrib. Setelah itu, umat Islam dianjurkan menyiapkan diri dengan sahur sebelum waktu imsak tiba.

Berapa hari puasa Nisfu Syaban dilakukan?

Bunda, puasa Nisfu Syaban 2026 hanya dikerjakan sebanyak satu hari, tepat di pertengahan bulan Syaban pada 15 Syaban 1447 Hijriah. Berdasarkan penanggalan kalender Hijriah Kementerian Agama RI, puasa Nisfu Syaban 2026 akan dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026.

Ibadan sunnah ini dimulai sejak waktu subuh hingga matahari terbenam. Dengan memahami waktu pelaksanaannya, Bunda dan keluarga dapat menjalankan puasa Nisfu Syaban secara tepat dan sesuai tuntunan.

Niat puasa Nisfu Syaban

Niat menjadi dasar utama dalam beribadah. Meskipun niat cukup dihadirkan di dalam hati, banyak ulama menganjurkan pengucapannya agar tekad semakin kuat dan ibadah dijalankan dengan penuh kesadaran. Agar Bunda dan keluarga lebih mudah memahaminya, berikut ini bacaan niat puasa Nisfu Syaban sesuai waktunya:

Niat puasa Nisfu Syaban malam hari

Apabila Bunda dan keluarga ingin melafalkan niat pada malam hari sebelum puasa, Bunda bisa membaca niat puasa Nisfu Syaban yang dilengkapi bahasa Arab dan artinya sebagai berikut:

َوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu souma ghadin 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.

Artinya: "Hamba niat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah SWT."

Niat puasa Nisfu Syaban siang hari

Jika Bunda dan keluarga lupa melafalkan niat saat malam hari sebelum puasa Nisfu Syaban, Bunda juga bisa membaca niat tersebut di pagi hingga siang hari sebelum mulai berpuasa. Berikut ini bacaan niat puasa Nisfu Syaban untuk pagi dan siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu souma hadzalyaumi 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.

Artinya: "Hamba niat puasa sunah Syaban hari ini karena Allah SWT."

Dalil puasa Nisfu Syaban

Dalam buku yang ditulis Ma’ruf Khozin berjudul Mana Dalil Maloam Nisfu Sya'ban? dijelaskan bahwa berpuasa pada tanggal 15 Syaban tidak termasuk amalan yang terlarang. Hal ini karena hari tersebut masuk dalam rangkaian hari purnama (tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah) yang dianjurkan untuk berpuasa setiap bulan atau yang dikenal sebagai Ayyamul Bidh.

Pendapat senada juga disampaikan oleh Herdiansyah Achmad dalam bukunya yang berjudul Surga dengan Puasa. Ia menegaskan bahwa puasa Nisfu Syaban memiliki hukum sunnah. Amalan ini dilakukan tepat di pertengahan bulan Syaban sebagai bentuk ibadah tambahan yang dianjurkan.

Diriwayatkan pula bahwa Nabi Muhamad SAW memperbanyak puasa di bulan Syaban, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis berikut:

"Barangsiapa yang berpuasa 3 hari di awal Syaban, 3 hari di pertengahan, dan 3 hari di akhir bulan, maka Allah SWT menuliskan baginya pahala 70 nabi, diberi pahala seperti beribadah 70 tahun, dan jika meninggal pada tahun itu, ia akan mati sebagai syahid."

Bagi umat Islam yang masih ragu menjalankan puasa Nisfu Syaban, puasa Ayyamul Bidh dapat menjadi pilihan yang menenangkan hati. Puasa sunnah ini dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 Syaban yang bertepatan dengan 1, 2, dan 3 Februari 2026, dengan tata cara yang sama seperti puasa pada umumnya.

Keistimewaan puasa Nisfu Syaban

Mengutip dari buku Ensiklopedi Amalan Sunnah di Bulan Hijriyah karya Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, Allah SWT telah menciptakan waktu-waktu tertentu yang memiliki keutamaan istimewa. Waktu-waktu yang memiliki keistimewaan itu seperti bulan Ramadhan hingga hari Jumat yang lebih istimewa dibanding bulan dan hari lainnya.

Bulan Syaban juga memiliki keistimewaan, yaitu terletak saat malam Nisfu Syaban. Berdasarkan hadis yang dikutip dari laman detikcom, terdapat anjuran untuk melaksanakan puasa pada pertengahan bulan Syaban karena adanya keistimewaan pada Puasa Nisfu Syaban, Bunda.

Bulan  Syaban merupakan bulan dalam kalender Hijriah yang terletak di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Muhammad bin Umar Nawawi Al-Jawi, Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadi-in menyebutkan keistimewaan dari puasa Nisfu Syaban sebagai berikut:

وَالثَّانِي عَشَرَ صَوْمُ شَعْبَانَ، لِحُبِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَهُ. فَمَنْ صَامَهُ نَالَ شَفَاعَتَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: "Puasa sunnah yang keduabelas adalah puasa Syaban, karena kecintaan Rasulullah SAW terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang menguasainya, maka ia akan mendapatkan syafaat belau di hari kiamat."

Hal ini berarti umat muslim akan mendapat keutamaan dari puasa Nisfu Syaban berupa syafaat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat.

Hukum puasa setelah Nisfu Syaban

Berdasarkan pernyataan resmi yang dilansir dari laman MUI, beberapa ulama telah menyatakan bahwa puasa setelah Nisfu Syaban dilarang atau tidak diperbolehkan. Hal tersebut juga dikutip berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا تَصُومُوا

Dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila telah memasuki paruh kedua bulan Sya'ban, maka kalian tidak boleh berpuasa!" (HR. at-Tirmidzi, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Darimi, dan Ahmad)

Meski demikian, hadis tersebut ditafsirkan secara beragam oleh para ulama. Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa sebagian besar ulama, selain dari kalangan Mazhab Syafi’i, menilai hadis tersebut tidak kuat sehingga puasa setelah Nisfu Syaban tetap dibolehkan.

Mayoritas ulama menjelaskan adanya sejumlah kondisi yang memperbolehkan seseorang untuk tetap puasa setelah Nisfu Syaban. Syarat dan kondisi yang memperbolehkan puasa setelah Nisfu Syaban adalah sebagai berikut:

  • Jika berpuasa sejak sebelumnya
  • Bertepatan dengan kebiasaan puasa sunnah
  • Jika puasa Qadha, Nadzar, atau Kafarat

Berbeda dengan pandangan tersebut, ulama Mazhab Syafi’i memiliki ketentuan tersendiri. Al-Ruyani menyebutkan bahwa puasa setelah pertengahan Syaban dinilai makruh, sementara berpuasa satu atau dua hari menjelang Ramadhan dihukumi haram, kecuali ada alasan yang dibenarkan syariat.

Jadwal puasa Ayyamul Bidh Februari 2026

Puasa Ayyamul Bidh termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ibadah ini dilaksanakan pada pertengahan bulan Hijriah dan dikenal memiliki keistimewaan besar bagi yang mengamalkannya.

Pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh dilakukan selama tiga hari berturut-turut, yaitu setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam penanggalan Hijriah. Pada Februari 2026, waktu tersebut bertepatan dengan bulan Syaban sebagaimana tercantum dalam kalender resmi Kementerian Agama RI.

Bulan Syaban 1447 H dimulai pada 20 Januari 2026 dan berakhir pada 18 Februari 2026. Dengan demikian, puasa Ayyamul Bidh di bulan Februari 2026 dapat dikerjakan pada tanggal 1, 2, dan 3 Februari 2026

Niat puasa Ayyamul Bidh 2026

Berdasarkan informasi dari Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah karya Nur Solikhin, berikut ini bacaan niat puasa Ayyamul Bidh dalam tulisanA rab dan artinya yang bisa Bunda lafalkan untuk meniatkan puasa sunnah ini:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ البَيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ayyaamil baidhi sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat puasa pada Hari-hari Putih, sunnah karena AllahTa'ala."

Bunda dan keluarga dapat membaca niat tersebut saat malam sebelum puasa ataupun di pagi hari setelah terbit fajar jika Bunda lupa atau ingin melaksanakan puasa Ayyamul Bidh secara tiba-tiba. Namun, Bunda harus memastikan tidak melakukan hal yang membatalkan puasa, seperti makan atau minum, saat membaca niat tersebut di pagi hari

Hadis tentang Ayyamul Bidh 1447/2026

Keistimewaan puasa Ayyamul Bidh dijelaskan dalam sejumlah hadis yang memiliki dasar kuat. Nabi Muhammad SAW juga menegaskan kepada para sahabat agar menjaga keberlanjutan amalan ini, sebagaimana disampaikan Abu Hurairah RA tentang tiga pesan berharga dari Rasulullah SAW yang ia amalkan sepanjang hidupnya sebagai berikut:

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Artinya: "Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan tiga nasihat yang tidak akan aku tinggalkan hingga mati: 1. Berpuasa tiga hari setiap bulan, 2. Mengerjakan salat Dhuha, 3. Mengerjakan salat Witir sebelum tidur." (HR. Bukhari).

Terkait penentuan waktu pelaksanaan ibadah tersebut, terdapat riwayat yang disampaikan oleh Abu Dzar RA dari Rasulullah SAW. Riwayat ini menjelaskan ketentuan waktu yang dianjurkan sebagaimana disampaikan langsung oleh Nabi.

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Artinya: "Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah)." (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425. Abu 'Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadisnya hasan)

Keutamaan puasa Ayyamul Bidh 

Mengutip M. Hasyim Ritonga, S.Pd. dalam bukunya yang berjudul Fiqih Puasa, seseorang yang melaksanakan puasa Ayyamul Bidh di setiap bulannya, ia akan dianggap puasa sepanjang tahun. Hal tersebut sesuai berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عَاصِمِ الْأَحْوَلِ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِي عَنْ أَبِي ذَرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ فَأَنْزَلَ الله عَزَّ وَجَلَّ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابِهِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا) اليوم بِعَشْرَةِ أَيَّامٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Artinya: "Barang siapa yang berpuasa tiga hari pada setiap bulan, maka sama halnya dengan puasa sebulan penuh. Lalu Allah 'azza wajalla menurunkan ayat yang membenarkan akan perkara tersebut yaitu (firman-Nya): Barang siapa yang melakukan satu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sepuluh kali lipat. Satu hari berpuasa sama dengan sepuluh hari. Abu 'Isa berkata: ini merupakan hadits hasan shahih."

Keutamaan lainnya bagi orang yang melakukan puasa Ayyamul Bidh adalah puasa tersebut bisa menjadi sebagai obat untuk penyakit jiwa. Hal tersebut telah disebutkan oleh Al-Habib Ali bin Hasan dalam kitab Al-Fawaid Al-Mukhtaroh Li Salik Thoriq Al-Akhiroh.

Tata cara puasa Ayyamul Bidh

Setelah memahami bacaan niatnya, umat Islam yang berencana menunaikan puasa Ayyamul Bidh juga dianjurkan mengetahui aturan serta langkah pelaksanaannya. Dengan begitu, ibadah puasa Ayyamul Bidh dapat dijalankan secara tepat dan sesuai tuntunan.

Berikut ini tata cara puasa Ayyamul Bidh secara lengkap dan jelas:

  1. Puasa Ayyamul Bidh diawali dengan melafalkan niat sesuai ketentuan yang telah dijelaskan sebelumnya. Niat menjadi landasan utama agar ibadah puasa sah dan bernilai ibadah.
  2. Selama menjalankan puasa, penting untuk menjauhi segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa. Hal ini perlu diperhatikan sejak terbit fajar hingga waktu berbuka.
  3. Pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh bisa dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Selain itu, puasa ini juga diperbolehkan dilakukan secara terpisah sesuai kemampuan.
  4. Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa puasa sunnah boleh dikerjakan di awal, tengah, maupun akhir bulan, baik berurutan maupun tidak. Namun, beliau menegaskan bahwa waktu yang paling utama adalah pada hari-hari Ayyamul Bidh.

Apakah puasa Ayyamul Bidh boleh digabung dengan qadha Ramadhan?

Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu ibadah sunnah yang dapat dilakukan secara konsisten setiap bulan. Meski demikian, sebagian umat Islam kerap mempertanyakan apakah puasa sunnah ini bisa dilaksanakan bersamaan dengan puasa qadha Ramadhan yang bersifat wajib.

Mengacu pada penjelasan Ustaz Syam Nur Makka dalam kanal YouTube Trans TV Officially, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai hal tersebut. Sebagian ulama membolehkan penggabungan niat puasa sunnah dan wajib, sementara pendapat lainnya menegaskan bahwa keduanya sebaiknya dilakukan secara terpisah.

Pendapat pertama ini berasal dari kalangan ulama Mazhab Syafi’i. Menurut pandangan tersebut, apabila seseorang menunaikan puasa qadha bertepatan dengan waktu pelaksanaan puasa sunnah, maka niat yang diucapkan adalah niat puasa qadha, namun pahala puasa sunnah tetap ikut diperoleh.

Adapun menurut pendapat lain yang datang dari ulama Hanabilah atau mahzab Hambali, menggabungkan niat puasa sunnah dengan qadha Ramadhan tidak dibenarkan. Alasannya, kedua puasa tersebut memiliki tujuan dan hukum yang berbeda sehingga harus dilaksanakan secara terpisah.

Bunda, memahami ketentuan puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh dapat membantu menjalankan ibadah sunnah dengan lebih tenang dan tepat. Semoga setelah membaca artikel ini, Bunda semakin mantap beribadah dan berharap setiap amalan yang dilakukan membawa keberkahan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda