moms-life
11 Kalimat Ini Bikin Seseorang Terlihat Pintar, Tapi Sebenarnya...
HaiBunda
Sabtu, 07 Feb 2026 17:40 WIB
Daftar Isi
-
11 kalimat ini bikin seseorang terlihat pintar, tapi sebenarnya...
- 1. "Secara teori, bukan begitu"
- 2. "Ini sudah jelas, tidak perlu dijelaskan lagi"
- 3. "Kita benar-benar butuh cancel culture"
- 4. "Jalani hidup terbaikmu"
- 5. "Percaya pada prosesnya"
- 6. "Semua pasti ada alasannya"
- 7. "Kebahagiaan adalah sebuah pilihan"
- 8. "Kesabaran pasti berbuah manis"
- 9. "Cukup lepaskan dan perhatikan"
- 10. "Serahkan saja ke alam semesta"
- 11. "Kita hidup dalam simulasi"
Di zaman sekarang, Bunda mungkin kerap bertemu seseorang yang terdengar pintar hanya dari satu dua kalimat saja. Sekilas kelihatannya meyakinkan, padahal isinya belum tentu jelas.
Ternyata, ada kalimat tertentu yang sering dipakai supaya terlihat punya wawasan yang luas. Kalau dipikir lagi, terkadang maksudnya berputar-putar dan sulit dicari intinya.
Seringnya, pendapat seperti ini hanya diambil dari apa yang lewat di media sosial, Bunda. Tidak dicek lagi sumbernya, tidak dibaca lebih dalam, lalu langsung disampaikan secara berulang.
Ibaratnya, orang tersebut hanya mengutip omongan di internet dan mengulangnya seolah itu pemikirannya sendiri. Lewat hal ini, Bunda perlu lebih peka saat mendengar sebuah pendapat.
Tidak semua yang terdengar pintar itu benar adanya, jadi Bunda perlu lebih jeli melihat apakah kalimat yang diucapkan itu memang masuk akal atau sekadar terdengar 'pintar' saja.
11 kalimat ini bikin seseorang terlihat pintar, tapi sebenarnya...
Menilik dari laman Your Tango, terdapat kalimat yang sering membuat seseorang terlihat pintar, tapi sebenarnya belum tentu benar adanya.
1. "Secara teori, bukan begitu"
Kalimat ini kerap dipakai untuk langsung menghentikan obrolan, Bunda. Kesan yang muncul seolah-olah orang tersebut paham tentang teori dan punya dasar yang kuat.
Padahal, yang diucapkan sering kali tanpa penjelasan apa pun. Tidak ada data, contoh, atau alasan yang bisa dipahami bersama. Biasanya, kalimat ini hanya diulang karena sering terdengar di internet.
Akhirnya memang terdengar pintar, tapi tidak benar-benar membantu membahas inti dari persoalan.
2. "Ini sudah jelas, tidak perlu dijelaskan lagi"
Kalimat ini sering kali muncul saat seseorang tidak sepakat dengan pendapat dari orang lain. Dengan mengatakannya, seolah lawan bicara dianggap kurang paham, padahal belum tentu begitu, Bunda.
Faktanya, hal yang terasa jelas bagi satu orang belum tentu sama bagi orang lain. Cara berpikir setiap orang berbeda, jadi wajar saja kalau pemahaman mereka juga tidak selalu sejalan.
Alasan kalimat ini terdengar 'pintar' karena praktis dan cepat menutup pembahasan. Tanpa perlu menjelaskan alasan, seseorang bisa terlihat yakin, meski tidak sedang membahas inti dari masalahnya.
3. "Kita benar-benar butuh cancel culture"
Kalimat ini sering terdengar saat seseorang membahas isu di media sosial atau biasa juga dikenal dengan cancel culture. Sekilas terdengar kritis ya, tapi ini tak jarang hanya jadi cara cepat meluapkan emosi tanpa membahas masalahnya lebih jauh, Bunda.
Banyak orang langsung menyimpulkan bahwa satu kesalahan saja bisa merusak hidup seseorang. Padahal, tidak semua situasi bisa disamakan atau diselesaikan dengan reaksi yang sama.
4. "Jalani hidup terbaikmu"
Ungkapan "Jalani hidup terbaikmu," memang terdengar menyemangati ya, Bunda. Namun, tak sedikit orang yang mengucapkannya tanpa benar-benar menerapkan artinya dalam kehidupan.
Sering kali, kalimat ini hanya diulang karena terlihat menarik dan positif. Banyak orang menggunakannya hanya karena mengikuti tren, terutama lewat unggahan yang kerap muncul di media sosial.
Alih-alih benar-benar menikmati hidup, kalimat ini terkadang hanya jadi hiasan kata. Tujuannya sebenarnya lebih untuk terlihat baik di mata orang lain.
5. "Percaya pada prosesnya"
Ungkapan yang satu ini mungkin tampak menenangkan, apalagi saat Bunda sedang menunggu hasil dari suatu usaha. Kalimat ini bisa membuat seseorang terlihat sabar dan dewasa saat menyikapi keadaan.
Alih-alih benar-benar konsisten berproses, kalimat ini seolah hanya jadi 'penghibur semata' supaya seseorang terlihat tetap tenang.
Padahal, hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana, Bunda. Percaya pada proses memang perlu, tapi tetap perlu dibarengi dengan usaha, ya.
6. "Semua pasti ada alasannya"
Kalimat ini terkesan bijak saat diucapkan. Tidak sedikit orang menggunakannya agar terdengar 'pintar', terutama ketika sedang membahas situasi yang sulit.
Memang, ada hal-hal dalam hidup yang terjadi dengan alasan tertentu, Bunda. Ungkapan ini pun kerap dipakai untuk meredakan perasaan tidak nyaman tanpa benar-benar membahas masalah di baliknya.
7. "Kebahagiaan adalah sebuah pilihan"
Kalimat ini mungkin terdengar menenangkan, seolah memberi jawaban yang simpel untuk semua keadaan. Saat diucapkan, seseorang bisa terlihat dewasa dan punya kendali atas hidupnya.
Padahal, tidak semua orang bisa merasa bahagia setiap waktu hanya dengan memilih pilihannya. Ada saat di mana emosi dan mental yang membuat seseorang sulit untuk merasakan senang, meski sudah berusaha.
8. "Kesabaran pasti berbuah manis"
Ungkapan ini kerap dipakai untuk memberi semangat dan membuat seseorang terlihat tenang dalam menghadapi keadaan. Sayangnya, banyak orang hanya mengucapkannya tanpa benar-benar sabar atau menjalani proses menunggu itu sendiri.
Padahal, hasil yang baik jarang datang hanya karena menunggu. Dalam banyak situasi, kesabaran perlu dibarengi dengan usaha supaya perubahan itu benar-benar terasa.
9. "Cukup lepaskan dan perhatikan"
Sering kali, orang menyarankan untuk 'melepaskan dan mengamati' ketika kita terlalu lama memikirkan sesuatu. Kedengarannya memang biasa saja, tapi sebenarnya tak semudah itu untuk dilakukan dalam keseharian.
Banyak orang hanya mengulang kalimat ini tanpa benar-benar mempraktikkannya. Mereka berharap bisa melepaskan diri dari masalah begitu saja, padahal kenyataannya kita butuh latihan serta kesadaran.
10. "Serahkan saja ke alam semesta"
Bunda, ada orang yang percaya sepenuhnya pada alam semesta untuk mengatur hidup mereka. Mereka berusaha semampu mereka, lalu menyerahkan sisanya kepada alam semesta.
Sayangnya, banyak orang hanya mengulang ungkapan ini karena sering melihatnya di internet. Mereka terdengar bijak, tapi jarang yang benar-benar paham bahwa menyerahkan segalanya begitu saja bukanlah solusi yang tepat.
11. "Kita hidup dalam simulasi"
Banyak orang suka mengucapkan kalimat ini di media sosial seolah-olah mereka sedang merenungkan kehidupannya. Padahal, sejauh ini tidak ada bukti atau argumen yang mendukung bahwa dunia ini hanyalah sebuah simulasi.
Mereka yang memakai ungkapan ini sebenarnya tidak benar-benar yakin atau paham maksudnya. Kalimat itu lebih seperti cara untuk terdengar 'pintar' di mata orang lain.
Demikianlah penjelasan tentang beberapa kalimat yang terlihat pintar, tapi kebenarannya belum tentu pasti. Semoga bisa menambah wawasan baru ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Ini Bahasa Tubuh Tanda Orang Tidak Jujur
Mom's Life
Jangan Sering Ucap "Maaf", Ini Alasannya Menurut Penelitian
Mom's Life
Jawaban Melaney Ricardo soal Kritikan Artis Ikut Jualan Live di Medsos
Mom's Life
4 Tipe Orang Toxic di Media Sosial, Unfollow Saja Bun
Mom's Life
Belajar Etika Menggunakan Media Sosial Lewat Rumah Digital Indonesia
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Wisuda S2 Psikologi Tsania Marwa, Anggun Berbalut Kebaya Merah
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ciri-ciri Orang Bermental Miskin, Sering Ucapkan 10 Kalimat Ini
Fitur Wajah Ini Sering Dianggap Ciri Orang Baik, Ini Fakta Menariknya
Jarang Disadari, Ini 15 Keuntungan bila Bunda Tumbuh di Keluarga Besar