HaiBunda

MOM'S LIFE

Daftar Urutan Surat Salat Tarawih 23 Rakaat, Bisa Lakukan di Rumah

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Minggu, 15 Feb 2026 21:00 WIB
Ilustrasi Daftar Urutan Surat Salat Tarawih 23 Rakaat, Bisa Lakukan di Rumah/Foto: Getty Images/varniccha kajai
Jakarta -

Selain menahan diri untuk berpuasa, seluruh umat muslim juga dianjurkan menghidupkan malam Ramadhan dengan melaksanakan salat tarawih. Adapun daftar urutan surat salat tarawih 23 rakaat yang bisa Bunda lakukan di rumah.

Salat tarawih merupakan salat sunnah yang dilakukan pada malam hari selama bulan suci Ramadhan. Abu Hurairah pun sempat mengungkap sabda Nabi Muhammad SAW terkait perintah ibadah yang satu ini.

“Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengerjakan salat pada malam bulan Ramadhan, tetapi tidak mewajibkannya. Beliau bersabda: Barang siapa yang bangun pada malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan keridhaan Allah, maka diampunilah dosa – dosanya yang telah lalu.” (HR. Jama’ah)


Salat ini dapat dilakukan maksimal 20 rakaat dengan salam tiap dua rakaat. Setelah salat tarawih, disyariatkan juga untuk menutupnya dengan melaksanakan salat witir sebanyak tiga rakaat, dengan dua kali salam.

Daftar urutan surat salat tarawih 23 rakaat

Berikut daftar urutan surat salat tarawih 23 rakaat yang mungkin dapat Bunda amalkan jika ingin melaksanakannya sendiri di rumah:

Bacaan 1

  • Surat Al-Fatihah dan At-Takatsur (rakaat pertama)
  • Surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas (rakaat kedua)

Bacaan 2

  • Surat Al-Fatihah dan Al-Ashr (rakaat pertama)
  • Surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas (rakaat kedua)

Bacaan 3

  • Surat Al-Fatihah dan Al-Humazah (rakaat pertama)
  • Surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas (rakaat kedua)

Bacaan 4

  • Surat Al-Fatihah dan Al-Fil (rakaat pertama)
  • Surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas (rakaat kedua)

Bacaan 5

  • Surat Al-Fatihah dan Quraisy (rakaat pertama)
  • Surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas (rakaat kedua)

Bacaan 6

  • Surat Al-Fatihah dan Al-Ma’un (rakaat pertama)
  • Surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas (rakaat kedua)

Bacaan 7

  • Surat Al-Fatihah dan Al-Kautsar (rakaat pertama)
  • Surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas (rakaat kedua)

Bacaan 8

  • Surat Al-Fatihah dan Al-Kafirun (rakaat pertama)
  • Surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas (rakaat kedua)

Bacaan 9

  • Surat Al-Fatihah dan An-Nashr (rakaat pertama)
  • Surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas (rakaat kedua)

Bacaan 10

  • Surat Al-Fatihah dan Al-Lahab (rakaat pertama)
  • Surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas (rakaat kedua)

Bacaan salat witir:

  • Surat Al-A’la (rakaat pertama)
  • Surat Al-Ikhlas (rakaat kedua)
  • Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (rakaat ketiga)

Bacaan surat pendek salat tarawih

Berikut ada juga bacaan surat pendek untuk diamalkan saat salat tarawih, lengkap dengan bahasa Arab, latin, dan artinya:

1. Surat At-Takatsur

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ ࣖ

(1) al-hākumut-takāṡur (2) ḥattā zurtumul-maqābir (3) kallā saufa ta'lamụn (4) ṡumma kallā saufa ta'lamụn (5) kallā lau ta'lamụna 'ilmal-yaqīn (6) latarawunnal-jaḥīm (7) ṡumma latarawunnahā 'ainal-yaqīn (8) ṡumma latus`alunna yauma`iżin 'anin-na'īm

Artinya:

“(1) Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. (2) sampai kamu masuk ke dalam kubur. (3) Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). (4) dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. (5) Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. (6) niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka. (7) dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan. (8) kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).”

2. Surat Al-Ashr

وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ

(1) wal-'aṣr (2) innal-insāna lafī khusr (3) illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr

Artinya:

“(1) Demi masa. (2) sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. (3) kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”

3. Surat Al-Humazah

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗ نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ ࣖ

(1) wailul likulli humazatil lumazah (2) allażī jama'a mālaw wa 'addadah (3) yaḥsabu anna mālahū akhladah (4) kallā layumbażanna fil-ḥuṭamah (5) wa mā adrāka mal-ḥuṭamah (6) nārullāhil-mụqadah (7) allatī taṭṭali'u 'alal-af`idah (8) innahā 'alaihim mu`ṣadah (9) fī 'amadim mumaddadah

Artinya:

“(1) Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela. (2) yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. (3) dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. (4) Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah. (5) Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu? (6) (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan. (7) yang (membakar) sampai ke hati. (8) Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka. (9) (Sedang mereka itu) Diikat pada tiang-tiang yang panjang.”

4. Surat Al-Fiil

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ ࣖ

(1) alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi`aṣ-ḥābil-fīl (2) a lam yaj'al kaidahum fī taḍlīl (3) wa arsala 'alaihim ṭairan abābīl (4) tarmīhim biḥijāratim min sijjīl (5) fa ja'alahum ka'aṣfim ma`kụl

Artinya:

“(1) Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? (2) Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? (3) dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong. (4) yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar. (5) lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”

5. Surat Quraisy

لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ ࣖ

(1) li`īlāfi quraīsy (2) īlāfihim riḥlatasy-syitā`i waṣ-ṣaīf (3) falya'budụ rabba hāżal-baīt (4) allażī aṭ'amahum min jụ'iw wa āmanahum min khaụf.

Artinya:

“(1) Disebabkan oleh kebiasaan orang-orang Quraisy. (2) (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (sehingga mendapatkan banyak keuntungan). (3) maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah). (4) yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.”

6. Surat Al-Ma’un

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ ࣖ

(1) a ra`aitallażī yukażżibu bid-dīn (2) fa żālikallażī yadu"ul-yatīm (3) wa lā yaḥuḍḍu 'alā ṭa'āmil-miskīn (4) fa wailul lil-muṣallīn (5) allażīna hum 'an ṣalātihim sāhụn (6) allażīna hum yurā`ụn (7) wa yamna'ụnal-mā'ụn

Artinya:

“(1) Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? (2) Itulah orang yang menghardik anak yatim, (3) dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (4) Maka celakalah orang-orang yang salat, (5) yaitu mereka yang lalai terhadap salatnya, (6) orang-orang yang berbuat riya, (7) serta enggan memberikan bantuan.”

7. Surat Al-Kautsar

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ

(1) innā a'ṭainākal-kauṡar (2) fa ṣalli lirabbika wan-ḥar (3) inna syāni`aka huwal-abtar

Artinya:

“(1) Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. (2) Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. (3) Sesungguhnya orang-orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).”

8. Surat Al-Kafirun

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ

(1) qul yā ayyuhal-kāfirụn (2) lā a'budu mā ta'budụn (3) wa lā antum 'ābidụna mā a'bud (4) wa lā ana 'ābidum mā 'abattum (5) wa lā antum 'ābidụna mā a'bud (6) lakum dīnukum wa liya dīn

Artinya:

“(1) Katakanlah, “Wahai orang-orang kafir. (2) aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. (3) dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. (4) Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. (5) dan kamu tidak pernah menjadi penyembah apa yang aku sembah. (6) Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

9. Surat An-Nashr

اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا ࣖ

(1) iżā jā`a naṣrullāhi wal-fat-ḥ (2) wa ra`aitan-nāsa yadkhulụna fī dīnillāhi afwājā (3) fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfir-h, innahụ kāna tawwābā

Artinya:

“(1) Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (2) dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah. (3) maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat.”

10. Surat Al-Lahab

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ ࣖ

(1) tabbat yadā abī lahabiw wa tabb (2) mā agnā 'an-hu māluhụ wa mā kasab (3) sayaṣlā nāran żāta lahab (4) wamra`atuh, ḥammālatal-ḥaṭab (5) fī jīdihā ḥablum mim masad

Artinya:

“(1) Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia. (2) Tidaklah berguna baginya harta bendanya dan apa yang dia usahakan. (3) Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. (4) Dan juga istrinya, pembawa kayu bakar. (5) di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.”

11. Surat Al-a’la

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ

الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ

وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ

وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ

فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ

سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓ ۖ

اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ

وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ

فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ

سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ

وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ

الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ

ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ

بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ

وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ

اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ

صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى ࣖ

Sabbihisma rabbikal-a'laa (1) Allazii khalaqa fasawwaa (2) Wal-lazzii qaddara fahadaa (3) Wal-lazii akhrajal-mar'aa (4) Fa ja'alahuu gutsaa'an ahwaa (5) Sanuqri'uka falaa tansaa (6) Illaa maa syaa'allaahu, innahuu ya'lamul-jahra wa maa yakhfaa (7) Wa nuyassiruka lil-yusraa (8) Fa zakkir in nafa'atiz-zikra (9) Sayazzakkaru may yakhsyaa (10) Wa yatajannabuhal-asyqaa (11) Allazii yashlan-naaral-kubraa (12) Tsumma laa yamuutu fihaa wa laa yahyaa (13) Qad aflaha man tazakkaa (14) Wa dzakarasma rabbihii fa shallaa (15) Bal tu'tsiruunal-hayaatad-dun-yaa (16) Wal-aakhiratu khairuw wa abqaa (17) Inna haadzaa lafish-shuhufil-uulaa (18) Shuhufi ibraahiima wa muusaa (19)

Artinya:

“(1) Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (2) yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya). (3) dan yang menentukan kadar (masing-masing) serta memberi petunjuk. (4) dan yang menumbuhkan rerumputan. (5) lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput itu) kering kehitam-hitaman. (6) Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu sehingga engkau tidak akan lupa. (7) kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. (8) Kami akan memudahkan bagimu jalan kemudahan. (9) Oleh sebab itu, berilah peringatan karena peringatan itu bermanfaat. (10) Orang yang takut (kepada Allah) akan mengambil pelajaran. (11) dan orang yang celaka akan menjauhinya. (12) (yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar. (13) Selanjutnya dia tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup. (14) Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri. (15) dan mengingat nama Tuhannya lalu melaksanakan salat. (16) Tetapi kamu (orang-orang kafir) lebih memilih kehidupan dunia. (17) padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal. (18) Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu. (19) (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.”

Keutamaan salat tarawih 23 rakaat

Bunda yang rajin melaksanakan salat tarawih 23 rakaat, maka diyakini akan memperoleh beberapa keutamaan dari Allah SWT berikut ini:

1. Amalan sunnah yang melengkapi ibadah wajib

Dilansir dari laman detikcom, dalam hadis at-Tirmidzi dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali dihisab adalah salatnya. Jika salatnya bagus, maka dia beruntung dan selamat. Namun, jika salatnya buruk, dia sengsara dan merugi. Jika ada kekurangan dari salat fardhunya mempunyai pahala salat sunnah untuk melengkapi kekurangan salat fardhu. Kemudian seluruh amalnya seperti itu.”

2. Mendapatkan pahala yang berlimpah

Setiap rakaat dalam salat tarawih mengandung keutamaan besar dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة

Artinya:

“Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh).” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Nasa’i)

3. Diampuni dosanya

Salat tarawih menjadi salah satu amalan yang dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Hal ini juga dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW berikut ini,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:

“Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Nah, itulah daftar urutan surat tarawih 23 rakaat yang dapat Bunda ikuti di rumah. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Puasa Isra Mi'raj 27 Rajab, Ini Panduan Lengkapnya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Haruka Tampil Memikat saat Menari Balet, Dapat Support dari Sahabat Eks JKT48

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Gaya Menggemaskan Xarena Anak Siti Badriah saat Pakai Kebaya Curi Perhatian, Intip 5 Potretnya

Parenting Nadhifa Fitrina

Daftar Urutan Surat Salat Tarawih 23 Rakaat, Bisa Lakukan di Rumah

Mom's Life Amira Salsabila

12 Obat Diare untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif

Rekomendasi Produk Dwi Indah Nurcahyani

5 Potret Ayudia Bing Slamet & Ditto Punya Bisnis Trip Campervan hingga Peternakan di Klaten

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Haruka Tampil Memikat saat Menari Balet, Dapat Support dari Sahabat Eks JKT48

Gaya Menggemaskan Xarena Anak Siti Badriah saat Pakai Kebaya Curi Perhatian, Intip 5 Potretnya

Daftar Urutan Surat Salat Tarawih 23 Rakaat, Bisa Lakukan di Rumah

12 Obat Diare untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif

5 Potret Ayudia Bing Slamet & Ditto Punya Bisnis Trip Campervan hingga Peternakan di Klaten

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK