Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kisah Ratu Victoria & Pemuda Muslim Bernama Abdul, Sempat Ditutupi Lebih dari 100 Th

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 20 Feb 2026 04:50 WIB

Vintage colour lithograph of Queen Victoria in her robes of State
Ilustrasi Ratu Victoria/Foto: Getty Images/duncan1890
Daftar Isi
Jakarta -

Ratu Victoria memimpin Inggris selama 63 tahun dan dikenal dengan kisah hidupnya yang memiliki banyak cerita. Salah satunya adalah hubungannya dengan seorang pemuda Muslim bernama Abdul Karim.

Hubungan mereka sempat menjadi rahasia besar selama lebih dari 100 tahun, Bunda. Ratu Victoria sengaja menyembunyikan kedekatannya dengan Abdul Karim dari publik.

Kisah ini akhirnya diungkap dalam buku berjudul Victoria & Abdul: The True Story of the Queen's Closest Confidant. Buku ini ditulis langsung oleh seorang penulis asal London, Shrabani Basu.

Tak hanya berhenti di buku, cerita mereka juga diadaptasi menjadi film Victoria and Abdul yang tayang pada 2017. Film ini menampilkan sisi pribadi Ratu Victoria yang jarang diketahui banyak orang.

Simak kisah selengkapnya berikut ini.

Perjalanan Abdul Karim ke Inggris

Menilik dari laman BBC, Abdul Karim berasal dari Agra dan pindah ke Inggris saat berusia 24 tahun untuk mengabdi pada Ratu Victoria. Pada saat itu, sang Ratu sedang merayakan golden jubilee atau perayaan 50 tahun naik takhta pada 1887.

Hanya dalam satu tahun berada di sisi Ratu, Abdul Karim menjadi sosok yang penting di istana. Ia ditunjuk sebagai Munshi, guru yang mengajarkan bahasa Urdu kepada Ratu Victoria, Bunda.

Selain mengajar, Abdul Karim punya banyak bakat lain. Ia kerap memasak kari, mengenalkan buah mangga, dan membagikan cerita tentang India yang merupakan kampung halamannya.

"Cerita ini bukan fiksi, ini fakta. Apa yang ditunjukkan di film bukan didramatisir. Ini benar-benar terjadi. Ratu Victoria belajar bahasa Urdu, ia ingin mangga dan dia membela Abdul Karim. Terdengar fantasi, namun tidak," kata Shrabani Basu, dikutip dari BBC.

Kedekatan Ratu Victoria dan Abdul Karim

Abdul Karim memiliki kedekatan yang erat dengan Ratu Victoria, terutama selama 15 tahun terakhir masa pemerintahannya. Sebelumnya, upaya untuk menutupi hubungan ini sempat dilakukan oleh Kerajaan Inggris, tapi akhirnya kisah mereka terbuka ke publik.

"Kisah ini yang dicoba untuk dihapus (oleh Kerajaan Inggris). Sangat penting (kisahnya) diangkat," ujar Basu.

"Ratu Victoria belajar bahasa Urdu selama 13 tahun. Itu penting, khususnya karena banyak terjadi rasisme dan sentimen anti-Muslim," lanjutnya.

Keluarga Kerajaan menilai hubungan Ratu dan Abdul Karim cukup kontroversial. Pangeran Edward bahkan memerintahkan semua surat yang berhubungan dengan sang ibunda dan Abdul Karim untuk dibakar.

Selain itu, Abdul Karim dan keluarganya diusir dari rumah yang diberikan Ratu Victoria. Mereka kemudian dipulangkan ke India dan meninggalkan Inggris, Bunda.

Putri dari Ratu, Beatrice, juga disebut menghapus semua hal terkait Abdul Karim dari jurnal-jurnal sang ibunda. Dokumen-dokumen ini hilang lebih dari 100 tahun, hingga Basu menemukannya di kediaman musim panas Ratu Victoria dan meneliti kisah mereka lebih lanjut.

Pakar sejarah menilai bahwa keluarga Ratu dan staf kerajaan meremehkan Abdul Karim karena berasal dari India. Mereka juga merasa cemburu karena Ratu Victoria memperlakukan Abdul Karim dengan istimewa.

Perhatian khusus Ratu Victoria untuk Abdul Karim

Selama masa pemerintahannya, Ratu Victoria kerap memberikan perlakuan istimewa pada Abdul Karim. Ia diajak bepergian ke Eropa, diberi gelar kehormatan, memiliki tempat duduk khusus saat jamuan, dan sering menerima hadiah dari sang Ratu.

Tak hanya Abdul Karim, keluarganya pun ikut mendapatkan perhatian khusus. Ratu bahkan membantu Ayah Abdul Karim mendapatkan pensiun dan meminta media menulis tentangnya.

Sejarah mencatat bahwa Abdul Karim menjadi satu-satunya pembantu yang diterima dalam 'lingkaran' dekat Ratu Victoria sejak berpulangnya ajudan asal Skotlandia, John Brown.

"Bagi orang India berkulit gelap dengan ia disejajarkan dengan pembantu kulit putih Ratu, itu merupakan satu hal yang tak bisa diterima, duduk di satu meja bersama mereka dan bersama-sama dalam kehidupan sehari-hari merupakan suatu penghinaan," ujar sejarawan asal Amerika Serikat, Carolly Erickson, dalam buku Her Little Majesty.

Ilustrasi ratu victoriaIlustrasi ratu victoria/ Foto: Getty Images/pictore

Hubungan dekat Ratu dan Abdul Karim mendapat kecaman tidak hanya dari keluarga kerajaan saja. Sekretaris pribadi Ratu, Fritz Ponsonsby, bahkan menulis surat protes mengenai kedekatan mereka.

"Ratu mengatakan yang terjadi adalah berprasangka karena rasis, dan bahwa kami cemburu dengan Munshi," tulisnya.

Abdul Karim jadi sosok yang menghidupkan keseharian Ratu Victoria

Shrabani Basu menyampaikan bahwa kehadiran Abdul Karim memberikan semangat baru bagi Ratu Victoria. Saat itu, sang Ratu sudah berusia lanjut dan ditinggal meninggal suaminya.

"Dia memberikan semangat baru, alasan hidup, dan aktivitas baru," kata Basu.

Sikap Abdul Karim juga membuat Ratu merasa nyaman dan menyukainya. Ia dianggap bersikap apa adanya, tanpa basa-basi saat berhadapan dengan pemimpin Kerajaan Inggris.

"Dia berbicara kepada (Ratu) sebagai manusia, bukan sebagai Ratu. Semua orang menjaga jarak dari (Ratu), bahkan anak-anaknya sendiri," ungkap Basu.

"Kemudian pemuda India ini datang dengan sikap polos terhadap dirinya. Dia bercerita tentang India, keluarganya, dan ada di sana untuk mendengarkan ketika (Ratu) mengeluh tentang keluarganya sendiri," sambungnya.

Itulah ulasan terkait kisah kontroversi hubungan Ratu Victoria dan Abdul Karim.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda