MOM'S LIFE
Bomdong Bibimbap Jadi Makanan Viral Baru, Geser Popularitas Dubai Chewy Cookie
Azhar Hanifah | HaiBunda
Jumat, 06 Mar 2026 13:40 WIBTren kuliner selalu berputar dengan cepat. Setelah beberapa waktu lalu media sosial diramaikan dengan manis legitnya dubai chewy cookie, kini warganet justru beralih ke menu yang lebih sederhana dan sehat. Bomdong bibimbap, sajian nasi dengan campuran kubis musim semi khas Korea, mendadak viral.
Fenomena ini menarik perhatian karena terjadi di tengah tren dessert yang sebelumnya begitu digemari. Jika sebelumnya banyak orang rela antre demi mencicipi kukis cokelat isi pistachio, sekarang justru hidangan rumahan berbahan sayuran yang jadi primadona.
Lalu, bagaimana bomdong bibimbap bisa melejit dan menggeser popularitas dubai chewy cookies? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya, Bunda.
Bomdong bibimbap viral, dipicu konten lawas dan tren makan sehat
Melansir dari laman The Korean Times, bomdong bibimbap muncul sebagai tren makanan baru yang perlahan menggantikan dubai chewy cookie. Jika kukis viral tersebut dikenal sebagai camilan cokelat dengan isian krim pistachio dan pastry renyah, kini perhatian publik beralih pada seporsi nasi hangat dengan kubis dan bumbu sederhana.
Bomdong sendiri merupakan jenis kubis musim semi yang banyak dibudidayakan di wilayah pesisir selatan Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan. Sayuran ini dikenal kaya nutrisi, rendah kalori, dan memiliki tekstur renyah dengan rasa manis alami, terutama saat dipanen pada periode Januari hingga Maret.
Lonjakan popularitasnya ternyata dipicu oleh potongan video lama dari acara varietas Korea, 2 Days & 1 Night. Dalam episode tahun 2008, komedian Kang Ho Dong terlihat menikmati semangkuk besar bomdong bibimbap.
Cuplikan tersebut viral dalam format pendek dan ditonton jutaan kali, memicu rasa penasaran generasi muda. Tren ini juga dipengaruhi kejenuhan masyarakat terhadap desert tinggi gula dan kalori.
Satu buah dubai chewy cookie disebut bisa mengandung hingga sekitar 600 kalori. Sebaliknya, bomdong hanya memiliki sekitar 23 kalori per 100 gram, namun tetap kaya vitamin C, kalsium, serta mineral penting lainnya.
Data dari Korea Agricultural Marketing Information Service (KAMIS) menunjukkan harga kubis musim semi kualitas atas melonjak signifikan akibat tingginya permintaan. Di Pasar Garak, Seoul, harga grosir 15 kilogram kubis musim semi sempat naik sekitar 60 persen dibanding awal tahun.
Jika ingin mencoba membuat bibimbap viral ini di rumah, Bunda bisa menambahkan saus gochujang untuk memberikan rasa pedas manis khas masakan Korea. Klik di sini untuk membeli saus gochujang red pepper.
Penjualan kubis musim semi naik drastis, harga melonjak hingga 78 persen
Mengutip dari laman Maeil Business Newspaper, tren bomdong Bibimbap menyebar luas melalui konten short-form di YouTube dan Instagram. Video resep, mukbang, hingga challenge memasak bomdong bibimbap meraih jutaan penonton dan memicu tren baru di kalangan generasi MZ (milenial dan Gen Z).
Menurut data pencarian Naver Trend Lab, indeks pencarian terkait bomdong terus meningkat sejak awal Februari, bahkan menembus angka tinggi setelah sebelumnya kalah populer dari Dubai chewy cookie.
Industri ritel pun bergerak cepat memanfaatkan momentum. Minimarket seperti GS25 meluncurkan lunch box bomdong bibimbap untuk kebutuhan anak muda yang sedang mencari makanan praktis.
Sementara itu, sejumlah mart besar mencatat lonjakan penjualan kubis musim semi hingga puluhan persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, menurut laporan distribusi, harga bomdong kualitas atas sempat melonjak lebih dari 78 persen secara tahunan.
Di tengah kenaikan harga ini, restoran buffet Korea seperti Nature's Byeolgok justru menarik perhatian karena menawarkan aneka hidangan berbahan bomdong dengan pasokan yang stabil. Konsep buffet rumahan dengan menu musiman membuat banyak pengunjung ingin menikmati bomdong tanpa harus khawatir dengan lonjakan harga di pasar.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)