Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Malam Nuzulul Quran 17 Ramadhan: Waktu, Doa, Amalan, Kisah Sejarah di Baliknya

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Jumat, 06 Mar 2026 17:20 WIB

Ilustrasi alquran
Ilustrasi Malam Nuzulul Quran 17 Ramadhan: Waktu, Doa, Amalan, Kisah Sejarah di Baliknya / Foto: Getty Images/iStockphoto/Tenerum
Daftar Isi

Setiap bulan Ramadhan, umat Islam mengenang malam Nuzulul Quran, yaitu momen penting ketika wahyu pertama Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa yang diyakini terjadi pada 17 Ramadhan malam Nuzulul Quran ini menjadi pengingat betapa agungnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat Islam.

Untuk memahaminya lebih dalam, penting mengetahui pengertian Nuzulul Quran secara bahasa dan istilah. Mengutip dari situs berita detikcom, secara bahasa, Nuzulul Quran adalah istilah dari Bahasa Arab yang berasal dari dua kata, yaitu Nuzul dan Al-Qur’an. Kata nuzul bermakna turun atau proses menurunkan, sementara Al-Qur’an merujuk pada bacaan suci yang menjadi kitab pedoman umat Islam. Oleh karena itu, jika dipahami secara harfiah, Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai wahyu dari Allah SWT.

Pengertian Nuzulul Quran secara istilah, Nuzulul Quran dipahami sebagai peristiwa turunnya wahyu Al-Qur’an dari tempat yang mulia di sisi Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi awal penyampaian kitab suci yang kemudian menjadi pedoman hidup bagi umat Islam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Para ulama memiliki pandangan yang berbeda terkait proses turunnya Al-Qur’an tersebut. Ada yang berpendapat bahwa Al-Qur’an terlebih dahulu diturunkan secara sekaligus ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar, lalu disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun. Sementara itu, pendapat lain menyebutkan bahwa wahyu Al-Qur’an langsung diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi sejak wahyu pertama turun hingga sempurna dalam kurun waktu sekitar 23 tahun.

Makna malam Nuzulul Quran juga tidak sekadar menggambarkan turunnya kitab suci secara fisik, tetapi lebih pada proses penyampaian wahyu dari Allah kepada Nabi-Nya. Oleh karena itulah, peringatan Nuzulul Quran setiap Ramadhan menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali memahami isi Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sejarah Malam Nuzulul Quran

Bunda, malam Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam ketika wahyu pertama Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini juga menjadi awal dimulainya masa kenabian beliau sekaligus awal turunnya petunjuk hidup bagi umat manusia.

Dalam laman Kementerian Agama RI dan situs berita detikcom dijelaskan bahwa Nuzulul Quran terjadi pada bulan Ramadhan yang penuh keberkahan. Oleh karena itulah, peringatan malam Nuzulul Quran setiap tahun menjadi momen bagi umat Muslim untuk kembali mengingat turunnya kitab suci sebagai pedoman hidup.

Secara makna bahasa, istilah Nuzul berarti turun dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Sementara itu, Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam sehingga malam Nuzulul Quran dapat dipahami sebagai peristiwa turunnya wahyu Allah dari tempat yang mulia kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurut catatan sejarah, Nuzulul Quran 17 Ramadhan terjadi pada tahun 610 Masehi ketika Nabi Muhammad SAW berusia sekitar 40 tahun. Saat itu, beliau sedang beribadah dan menyendiri di Gua Hira untuk merenungi kondisi masyarakat pada masa tersebut.

Dalam peristiwa 17 Ramadhan malam Nuzulul Quran, Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Kedatangan malaikat tersebut membuat Rasulullah terkejut karena sebelumnya beliau tidak pernah mengalami peristiwa seperti itu.

Malaikat Jibril kemudian menyampaikan perintah “Iqra” yang berarti “bacalah” hingga tiga kali kepada Nabi Muhammad SAW. Wahyu pertama yang disampaikan pada malam Nuzulul Quran tersebut adalah ayat dari Surat Al-'Alaq ayat 1 sampai 5. Surat Al-'Alaq lebih dikenal sebagai surat Nuzulul Quran.

Setelah peristiwa bersejarah itu, Al-Qur’an tidak diturunkan sekaligus, melainkan secara bertahap selama kurang lebih 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari. Penurunan Al-Qur’an yang berlangsung secara bertahap memiliki hikmah agar setiap ajarannya dapat dipelajari dengan lebih mudah oleh umat Islam. Dengan cara tersebut, ayat-ayat Al-Qur’an dapat dipahami, dihafalkan, serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara lebih mendalam.

Sampai sekarang, Al-Qur’an tetap menjadi pedoman utama bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupan. Kitab suci ini memberikan arahan, menenangkan hati, serta menjadi sumber cahaya dan petunjuk bagi manusia di seluruh dunia.Makna

Bunda, malam Nuzulul Quran bukan sekadar peringatan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Momen ini juga menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk merenungkan kembali sejauh mana Al-Qur’an dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Peristiwa 17 Ramadhan Nuzulul Quran mengingatkan umat Islam untuk memperbaiki kualitas iman dan ibadah. Melalui peringatan ini, kita diajak menilai apakah sikap, ucapan, dan keputusan hidup sudah selaras dengan ajaran Al-Qur’an.

Pada bulan Ramadhan, terutama saat malam Nuzulul Quran, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak tadabbur atau merenungkan makna ayat-ayat Al-Qur’an. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 82 yang mengingatkan manusia agar tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan menghayati isinya.

Perlu diingat pula bahwa Nuzulul Quran terjadi pada bulan Ramadhan yang penuh keberkahan. Karena itu, bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an melalui membaca, memahami, serta mengamalkan ajarannya.

Makna malam Nuzulul Quran juga memiliki dimensi sosial yang luas bagi kehidupan manusia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an mampu menjadi solusi bagi berbagai persoalan masyarakat jika benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keutamaan Malam Nuzulul Quran

Bunda, malam Nuzulul Quran menjadi salah satu momen istimewa dalam bulan Ramadhan yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Untuk lebih memahaminya, berikut beberapa keutamaan Nuzulul Quran yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan

Bunda, salah satu keutamaan malam Nuzulul Quran adalah sebagai malam yang penuh kemuliaan karena menjadi waktu pertama kali Al-Qur’an diturunkan ke bumi. Peristiwa Nuzulul Quran ini menjadikan malam tersebut sangat istimewa bagi umat Islam karena menjadi awal turunnya petunjuk Allah bagi seluruh manusia.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa suasana malam Nuzulul Quran dipenuhi ketenangan, kedamaian, serta keberkahan yang besar. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Surat Ad-Dukhan ayat 3:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Artinya:
"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan."

2. Malam diturunkannya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW

Salah satu keutamaan malam Nuzulul Quran adalah menjadi momen turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa Nuzulul Quran ini menandai awal dimulainya tugas kerasulan beliau sebagai pembawa risalah Allah bagi seluruh umat manusia.

Setelah menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad SAW diangkat sebagai Rasulullah yang memiliki tugas menyampaikan ajaran Islam. Melalui peristiwa malam Nuzulul Quran, beliau menjadi nabi terakhir yang membawa manusia keluar dari masa jahiliyah menuju kehidupan yang lebih terang dengan petunjuk Allah.

Karena itulah, malam Nuzulul Quran memiliki makna yang sangat besar dalam sejarah Islam. Peristiwa Nuzulul Quran tidak hanya menandai turunnya kitab suci, tetapi juga menjadi awal perubahan besar bagi umat manusia menuju jalan kebenaran.

3. Malaikat turun membawa rahmat dan ketenangan

Bunda, malam Nuzulul Quran dikenal sebagai salah satu malam yang penuh kemuliaan dalam bulan Ramadhan. Pada momen istimewa Nuzulul Quran ini, umat Islam meyakini bahwa rahmat Allah SWT begitu dekat bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah.

Pada malam Nuzulul Quran, para malaikat turun ke bumi membawa ketenangan serta mendoakan orang-orang yang sedang beribadah. Karena itu, banyak umat Muslim memanfaatkan malam tersebut dengan memperbanyak amalan seperti sholat malam, membaca Al-Qur’an, hingga beriktikaf di masjid.

Keutamaan ini juga dijelaskan dalam Al-Qur’an melalui Surat Al-Qadr ayat 4 berikut:

نَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

Artinya:
"Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."

4. Waktu penentuan berbagai ketetapan dan takdir manusia

Bunda, malam Nuzulul Quran juga diyakini sebagai waktu ketika berbagai ketetapan penting bagi kehidupan manusia ditentukan. Hal ini dijelaskan dalam Surah Ad-Dukhan ayat 4 yang menyebutkan bahwa pada malam tersebut Allah menjelaskan berbagai urusan yang penuh dengan hikmah.

فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ ۝٤

Fīhā yufraqu kullu amrin ḥakīm(in)

Artinya: "Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah."

Sejumlah ulama, termasuk Qatadah, menerangkan bahwa pada malam Nuzulul Quran ditetapkan berbagai ketentuan yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Ketetapan tersebut meliputi berbagai hal seperti rezeki, perjalanan hidup, hingga ajal yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

Selain itu, Nuzulul Quran juga menjadi malam yang dipenuhi keberkahan karena para malaikat turun membawa doa dan keselamatan bagi orang-orang yang beribadah. Karena itulah, malam Nuzulul Quran menjadi momen yang sangat berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Amalan di Malam Nuzulul Quran

Bunda, malam Nuzulul Quran menjadi salah satu momen istimewa di bulan Ramadhan yang selalu dinantikan oleh umat Muslim. Pada malam Nuzulul Quran 2026, banyak orang mencari berbagai ibadah dan amalan yang bisa dilakukan untuk menyambut malam penuh keberkahan tersebut.

Berbagai amalan malam Nuzulul Quran dapat dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Berikut beberapa amalan yang bisa Bunda lakukan agar malam Nuzulul Quran terasa lebih bermakna dan membawa banyak pahala.

1. Memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur'an

Pada malam Nuzulul Quran, memperbanyak membaca Al-Qur’an menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Momen bersejarah ini mengingatkan kembali peristiwa turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga tilawah Al-Qur’an menjadi cara terbaik untuk memuliakan amalan malam Nuzulul Quran.

Selain membaca, umat Islam juga dianjurkan untuk memahami dan mentadabburi makna ayat-ayat Al-Qur’an agar pesan yang terkandung di dalamnya lebih meresap dalam kehidupan. Oleh karena itu, pada malam Nuzulul Quran 2026, Bunda dapat mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an secara rutin, bahkan menargetkan khatam selama bulan Ramadhan.

2. Menunaikan salat malam seperti tahajud dan witir

Pada malam Nuzulul Quran, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan malam Nuzulul Quran yang dapat dilakukan adalah menunaikan salat malam seperti tahajud dan witir dengan penuh kekhusyukan.

Ibadah qiyamul lail memiliki keutamaan besar karena termasuk sunnah yang paling utama setelah salat wajib. Bahkan dalam sebuah hadis yang sering dijadikan pengingat pada momen Nuzulul Quran, Rasulullah SAW menerima pesan dari Malaikat Jibril yang menegaskan:

شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ

Latin : Syaraf al-mu'min qiyāmul lail wa 'izzuhu istighnā'uhu 'anin nās.

Artinya: "...kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat malam. Kehormatannya terletak pada tidak butuhnya ia kepada manusia." (HR Ath-Thabrani).

3. Beritikaf serta memperbanyak ibadah kepada Allah SWT

Pada malam Nuzulul Quran, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam berbagai pembahasan tentang amalan malam Nuzulul Quran, i’tikaf di masjid menjadi amalan yang dianjurkan karena memberikan kesempatan untuk fokus beribadah dengan penuh kekhusyukan.

Saat melaksanakan i’tikaf, waktu dapat diisi dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta memperbanyak doa kepada Allah SWT. Amalan ini sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, tetapi nilainya menjadi lebih utama ketika dikerjakan di bulan Ramadhan, termasuk pada momen Nuzulul Quran 2026.

Berikut terdapat niat untuk ber i'tikaf kepada Allah SWT:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu an a'takifa fī hāżal masjidi lillāhi ta'ālā

Artinya: Aku berniat i'tikaf di masjid ini karena Allah.

4. Memperbanyak doa, zikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT

Bunda, pada malam Nuzulul Quran, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa kepada Allah SWT sebagai bentuk harapan dan permohonan kebaikan. Melalui doa di malam Nuzulul Quran ini, kita dapat memohon ampunan, rahmat, serta keberkahan bagi diri sendiri maupun keluarga.

Selain berdoa, amalan malam Nuzulul Quran yang juga dianjurkan adalah memperbanyak zikir dengan mengingat dan menyebut nama Allah SWT. Zikir dapat membantu menenangkan hati, memperkuat iman, serta membuat seorang Muslim lebih dekat kepada Allah pada malam yang penuh kemuliaan tersebut.

Keutamaan mengingat Allah juga dijelaskan dalam Al-Qur’an, sehingga zikir menjadi ibadah yang sangat dianjurkan pada malam Nuzulul Quran, termasuk menjelang malam Nuzulul Quran 2026. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah pada QS Al-Ankabut ayat 45:

اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Latin: Innaṣ-ṣalāta tanhā 'anil faḥsyā'i wal munkar, wa lażikrullāhi akbar, wallāhu ya'lamu mā taṣna'ūn.

Artinya: "Sungguh, mengingat Allah (dzikrullah) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Kapan Nuzulul Quran 1447 H/2026 M?

Bunda mungkin bertanya, kapan Nuzulul Quran diperingati pada tahun ini. Berdasarkan penetapan pemerintah, Nuzulul Quran 2026 jatuh pada 17 Ramadhan 1447 H yang bertepatan dengan Sabtu, 7 Maret 2026.

Penentuan tersebut mengacu pada keputusan sidang isbat yang menetapkan 1 Ramadhan 1447 H dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan perhitungan itu, 17 Ramadhan malam Nuzulul Quran menjadi momen penting yang diperingati umat Islam pada pertengahan bulan suci.

Hal tersebut erarti bahwa malam Nuzulul Quran 2026 menurut kalender pemerintah dimulai sejak Jumat malam, 6 Maret 2026. Pada malam penuh makna ini, banyak umat Islam mengisinya dengan membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian, serta memperbanyak doa dan ibadah.

Sementara itu, Muhammadiyah memiliki penetapan yang sedikit berbeda dalam menentukan awal Ramadhan. Dengan metode hisab, mereka menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 sehingga malam Nuzulul Quran versi Muhammadiyah berlangsung pada Kamis malam, 5 Maret 2026.

Perbedaan waktu peringatan malam Nuzulul Quran ini terjadi karena metode penentuan kalender Hijriah yang digunakan tidak sama, yaitu rukyat dan hisab. Meski terdapat selisih satu hari, makna spiritual dari malam Nuzulul Quran 2026 tetap sama dan tetap menjadi momen berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah. 

Kumpulan Doa Malam Nuzulul Quran 17 Ramadhan

Bunda, malam Nuzulul Quran menjadi momen yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada malam penuh makna ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amalan malam Nuzulul Quran, seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa.

Sebagai umat yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, memperingati malam Nuzulul Quran juga dapat dilakukan dengan memanjatkan doa penuh harap kepada Allah SWT. Berikut ini beberapa bacaan doa malam Nuzulul Quran yang dapat diamalkan untuk memohon keberkahan, ampunan, dan petunjuk dalam menjalani kehidupan.

1. Doa Nuzulul Quran

اللهم نور قلوبنا بنور هدايتك كما نورت الارض بنور شمسك ابدا ابدا برحمتك يا ارحم الراحمين

Allahumma nawwir quluubanaa bi tilaawatil qur'an, wa zayyin akhlaa qonaa bijaahil qur'an, wa hassin a'maalanaa bi dzikril qur'an, wa najjinaa minan naari bi karoo matil qur'an, wa adkhilnal jannata bi syafaa'til qur'an

Artinya: "Ya Allah sinari hati kami sebab membaca Al-Qur'an, hiasi akhlak kami dengan kemuliaan Al-Qur'an, baguskanlah amalan kami karena berdzikir lewat Al-Qur'an, selamatkanlah kami dari api neraka karena kemuliaan Al-Qur'an, masukkanlah kami ke dalam surga dengan syafa'at Al-Qur'an.”

2. Doa malam Nuzulul Quran dengan membaca doa Khotmil Quran

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Allahumarhamni bil qur'an. Waj'alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohman. Allahumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa 'allimni minhu maa jahiltu. Warzuqnii tilawatahu aana allaili wa athrofannahar waj'alhu li hujatan ya rabbal 'alamin

Artinya: "Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur'an. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.”

3. Doa Nuzulul Quran untuk meminta ampunan

اَللهُم اغْفِرَلِيْ وَلِوَالِدَى ورْحَمْهُمَا كَمَارَبيَانِيْ صَغِيْرًا

Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangi aku di waktu kecil.”

4. Doa Nuzulul Quran sebagai bentuk permohonan maaf kepada Allah SWT

اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf.”

Dalil Nuzulul Quran 17 Ramadhan

Bunda, bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan paling mulia dalam kalender Islam karena dipenuhi berbagai keutamaan dan keberkahan. Salah satu peristiwa penting di dalamnya adalah malam Nuzulul Quran, yaitu momen turunnya wahyu Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Untuk memahami maknanya lebih dalam, terdapat beberapa ayat Al-Qur’an yang menjadi dalil Nuzulul Quran 17 Ramadhan serta menjelaskan proses diturunkannya kitab suci tersebut.

1. Surat Al-Baqarah Ayat 185

Salah satu dalil Nuzulul Quran 17 Ramadhan yang sering dijadikan dasar oleh para ulama dalam menjelaskan peristiwa turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadhan adalah firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 185. Ayat ini kerap dikaitkan dengan peristiwa malam Nuzulul Quran karena menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi manusia. 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Arab latin: Syahru ramaḍānal-lażī unzila fīhil-qur'ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān(i), faman syahida minkumusy-syahra falyaṣumh(u) wa man kāna marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar(a), yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-‘usr(a), wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullāha ‘alā mā hadākum wa la‘allakum tasykurūn(a)

Artinya: "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur."

2. Surat Al-Qadar

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Arab latin: Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr. Wa mā adrāka mā lailatul-qadr. Lailatul-qadri khairum min alfi syahr. Tanazzalul-malā'ikatu war rūḥu fīhā bi'iżni rabbihim min kulli amr(in). Salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr(i).

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."

3. Surat Al-Anfal Ayat 41

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَاَنَّ لِلّٰهِ خُمُسَهٗ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ اِنْ كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Arab latin: Wa‘lamû annamâ ghanimtum min syai'in fa anna lillâhi khumusahû wa lir-rasûli wa lidzil-qurbâ wal-yatâmâ wal-masâkîni wabnis-sabîli ing kuntum âmantum billâhi wa mâ anzalnâ ‘alâ ‘abdinâ yaumal-furqâni yaumaltaqal jam‘ân, wallâhu ‘alâ kulli syai'ing qadîr

Artinya: "Dan ketahuilah, sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin dan ibnu sabil, (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

4. Al-Alaq Ayat 1-5

Surat Al Alaq ayat 1-5 merupakan wahyu pertama kali yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. Surat Al-Alaq ayat 1-5 juga dijadikan sebagai penanda awal dimulainya peradaban Islam. Pada saat itu, Rasulullah SAW mendapatkan wahyu ini saat berada di Gua Hira pada 17 Ramadhan.

Berikut ini merupakan bunyi Qs. Al-Alaq ayat 1-5.

ا اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Arab latin: (1) iqra' bismi rabbikalladzî khalaq; (2) khalaqal-insâna min ‘alaq; (3) iqra' wa rabbukal-akram; (4) alladzî ‘allama bil-qalam; (5) ‘allamal-insâna mâ lam ya‘lam

Artinya: (1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan; (2) Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah; (3) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah; (4) Yang mengajar (manusia) dengan perantara qalam (pena); (5) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. al-Alaq, 96:1-5)

10 Kata-Kata ucapan Nuzulul Quran 2026 penuh makna dan doa

Bunda, malam Nuzulul Quran menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk kembali mengingat turunnya wahyu Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Pada kesempatan ini, banyak orang membagikan ucapan Nuzulul Quran yang sarat makna sebagai bentuk refleksi dan pengingat akan pentingnya Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menjadi momen ibadah, peringatan malam Nuzulul Quran juga sering dimaknai dengan saling berbagi pesan kebaikan. Berbagai kata-kata malam Nuzulul Quran biasanya dibagikan melalui media sosial, pesan singkat, maupun ucapan langsung kepada keluarga dan sahabat.

Bagi Bunda yang sedang mencari inspirasi, ada banyak contoh ucapan Nuzulul Quran 2026 yang bisa dijadikan referensi. Berikut ini beberapa ucapan Nuzulul Quran yang penuh makna dan doa untuk menyambut datangnya malam Nuzulul Quran dengan penuh keberkahan.

  1. Selamat memperingati malam Nuzulul Quran. Semoga cahaya Al-Qur’an selalu menerangi hati dan langkah kita dalam menjalani kehidupan.
  2. Di momen Nuzulul Quran 2026 ini, semoga kita semakin mencintai Al-Qur’an dengan rajin membaca, memahami, dan mengamalkan setiap ajarannya.
  3. Malam Nuzulul Quran mengingatkan kita bahwa petunjuk terbaik dalam hidup berasal dari Al-Qur’an. Semoga kita selalu berada dalam bimbingan Allah SWT.
  4. Selamat memperingati Nuzulul Quran. Semoga setiap ayat Al-Qur’an membawa kedamaian hati dan menguatkan iman kita setiap hari.
  5. Di malam yang penuh keberkahan ini, mari jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup agar langkah kita selalu berada di jalan yang diridai Allah.
  6. Semoga peringatan malam Nuzulul Quran menjadi pengingat bagi kita untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya panduan dalam setiap keputusan hidup.
  7. Selamat menyambut Nuzulul Quran. Semoga Allah SWT memberikan kita hati yang istiqomah untuk terus membaca dan mengamalkan Al-Qur’an.
  8. Malam Nuzulul Quran adalah momen penuh makna untuk kembali merenungi pesan-pesan Allah dalam Al-Qur’an. Semoga kita termasuk hamba yang selalu mengambil pelajaran darinya.
  9. Semoga keberkahan Nuzulul Quran 2026 membawa kita semakin rajin beribadah dan semakin dekat dengan Allah SWT.
  10. Selamat memperingati malam Nuzulul Quran. Semoga Al-Qur’an senantiasa menjadi penuntun hidup, sumber ketenangan, dan cahaya bagi hati kita.

Bunda, itulah penjelasan lengkap mengenai malam Nuzulul Quran yang diperingati setiap 17 Ramadhan, mulai dari waktu terjadinya, doa, amalan, hingga kisah sejarah di balik peristiwa turunnya Al-Qur’an. Penjelasan ini juga dapat menjadi rangkuman materi Nuzulul Quran yang bermanfaat untuk menambah pemahaman tentang pentingnya wahyu pertama dalam perjalanan Islam.

Semoga ulasan tentang malam Nuzulul Quran ini dapat membantu Bunda memahami makna peringatannya sekaligus menjadi referensi materi Nuzulul Quran untuk pembelajaran atau bahan kultum tentang Nuzulul Quran. Dengan memahami kisah dan hikmahnya, kita diharapkan semakin dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda