MOM'S LIFE
Fenomena 'Forever Layoffs', PHK Terus Terjadi & Bikin Pekerja Kehilangan Rasa Aman
Amira Salsabila | HaiBunda
Senin, 16 Mar 2026 20:55 WIBLaporan terbaru Glassdoor tentang tren dunia kerja pada 2026 mengungkap bahwa fenomena ‘forever layoffs’ mungkin akan sering terjadi.
Sejumlah perusahaan besar mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada akhir tahun lalu, yang berdampak pada ratusan, bahkan ribuan karyawan.
PHK besar seperti ini memang sering mendapat perhatian secara luas. Namun di balik itu, ada masalah lain yang sedang muncul. Pemutusan kerja dalam skala lebih kecil, yaitu kurang dari 50 orang, kini justru menjadi jenis PHK yang paling sering terjadi sepanjang tahun.
Pada 2025, jenis PHK ini mencakup sekitar 51 persen pemberitahuan berdasarkan aturan WARN Act, meningkat dibandingkan 38 persen pada 2015.
Gelombang pemutusan kerja yang lebih kecil, tetapi terjadi lebih sering ini diperkirakan akan terus memicu kecemasan di kalangan pekerja hingga tahun 2026, Bunda.
PHK berdampak buruk pada budaya perusahaan selama bertahun-tahun
Dilansir dari laman CNBC Make It, para peneliti mencatat bahwa PHK bergilir dapat membantu perusahaan terhindar dari pemberitaan media. Namun, menciptakan budaya kecemasan, ketidakamanan, dan kebencian.
Penelitian Glassdoor sebelumnya menemukan bahwa setelah PHK, sentimen negatif dari karyawan yang tersisa membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk pulih, berdasarkan peringkat perusahaan mereka.
PHK berulang memiliki dampak dua kali lipat pada sentimen karyawan tepat setelah putaran pemutusan hubungan kerja kedua, dengan penurunan terbesar terjadi pada talenta kunci, manajer, dan karyawan baru.
Tanda lain dari ketidakpuasan pekerja adalah peringkat Glassdoor untuk para pemimpin senior telah menurun sejak paruh kedua tahun 2023 dan sekarang jauh di bawah puncaknya selama pandemi.
Para pekerja di bidang media dan komunikasi, manajemen dan konsultasi, serta teknologi mengalami penurunan kepercayaan terbesar terhadap kepemimpinan mereka.
Para peneliti Glassdoor menunjukkan gangguan bisnis akibat AI, konsolidasi media, dan kembalinya idealisme budaya kerja keras di bidang teknologi sebagai alasan utama penurunan ini.
Sementara itu, semakin banyak pengguna yang menyebutkan kata-kata seperti ketidakselarasan, ketidakpercayaan, miskomunikasi, keterputusan, dan kemunafikan sejak tahun 2024 dalam ulasan Glassdoor yang menyebutkan kepemimpinan atau manajemen senior mereka.
Kabar baik bagi para pencari kerja muda
Di luar perkiraan PHK, ada kabar baik bagi sebagian orang, yakni pertumbuhan upah meningkat untuk pekerja muda dengan pengalaman kerja hingga empat tahun, memberi mereka daya beli yang lebih besar pada 2026.
Lulusan baru kesulitan memulai karier mereka selama setahun terakhir mengingat lingkungan perekrutan yang rendah dan bisnis yang mengadopsi AI, yang menyebabkan banyak perusahaan membuka lebih sedikit posisi tingkat pemula. Namun, bagi mereka yang berhasil mendapatkan pekerjaan, gajinya akan lebih baik.
Para pekerja muda di beberapa kota yang sedang berkembang akan merasakan perbedaan terbesar. Provo, Utah, Boise, Idaho, Orlando, Florida, Charleston, Carolina Selatan, dan Austin, termasuk di antara lokasi dengan pertumbuhan upah tertinggi sejak 2020, menurut Glassdoor.
“Bagi para pekerja pemula yang mempertimbangkan ke mana akan mengejar langkah karier selanjutnya, kota-kota yang sedang berkembang ini mewakili peluang bagus untuk meningkatkan penghasilan meskipun tidak menawarkan gaji tertinggi,” tulis para peneliti Glassdoor.
Nah, itulah penelitian terkait fenomena ‘forever layoffs’ yang diduga akan meningkat dan menjadi tren dunia kerja 2026. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Mengenal Fenomena Job-pocalypse yang Mengancam Dunia Kerja Gen Z
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Benarkah Ancaman PHK Membuat Orang Bekerja Lebih Keras? Ini Penjelasan Ahli
PHK karena AI Ramai Terjadi, tapi Ada Fakta Lain di Baliknya
5 Hal yang Bunda Bisa Lakukan saat Suami Kena PHK
Kena PHK Tapi Bisa Merdeka Finansial dan Mapan? Ini Rahasianya Bun
TERPOPULER
Sosok Wang Hong, Peraih Penghargaan Matematika Tertinggi yang Punya Gaya Tak Biasa
Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027 Ditetapkan, Cek Daftar Tanggal Merah hingga Long Weekend
Keseruan Geng Mona Ratuliu hingga Meisya Siregar Girls Trip ke Bandung
Sosok Christina Pusporini Messakh, Istri Menkeu Baru Suahasil Nazara yang Gantikan Purbaya
Ragam Tarian Tradisional dari Tiap Provinsi di Indonesia untuk Dipelajari Anak Sekolah
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Air Purifier dengan HEPA Filter, Jaga Kualitas Udara dalam Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Mini Vacuum Cleaner, Ukuran Kecil tapi Daya Isap Kuat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Sosok Wang Hong, Peraih Penghargaan Matematika Tertinggi yang Punya Gaya Tak Biasa
Ragam Tarian Tradisional dari Tiap Provinsi di Indonesia untuk Dipelajari Anak Sekolah
Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027 Ditetapkan, Cek Daftar Tanggal Merah hingga Long Weekend
Keseruan Geng Mona Ratuliu hingga Meisya Siregar Girls Trip ke Bandung
Hamil Alami dan IVF, Apakah Gejalanya Berbeda? Ini Penjelasannya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Daki Susah Hilang Meski Rutin Mandi? Coba Cara Ini Pakai Sarung Tangan Eksfoliasi
-
Beautynesia
5 Fakta Peran Kim Ji Yeon di Dive Into You, Jadi Aktris Top yang Terjebak Perjalanan Waktu
-
Female Daily
The New Meaning of Comfort, Memahami Kebutuhan Hijab Perempuan Modern Bersama UNIQLO!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Sinopsis Guy Ritchie's The Covenant, Persahabatan di Tengah Perang Afghanistan
-
Mommies Daily
Kontrasepsi Setelah Melahirkan: Kapan Bisa Dimulai dan Mana yang Aman untuk Ibu Menyusui?