moms-life
3 Kalimat yang Sering Diucapkan Atasan Saat Ingin PHK Karyawan
HaiBunda
Selasa, 18 Aug 2026 20:40 WIB
Daftar Isi
Merasa belakangan atasan seolah ingin Bunda mengundurkan diri? Kenali kalimat atasan yang sering diucapkan ketika ingin karyawannya mengundurkan diri atau mungkin terkena PHK.
Kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba tentu bisa membuat Bunda merasa terpukul. Apalagi jika keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) datang tanpa tanda-tanda yang jelas.
Di balik hal itu, ada situasi ketika atasan justru memberikan sinyal secara halus sebelum mengambil keputusan tersebut. Pengacara ketenagakerjaan asal Boston, Craig Levey, mengatakan karyawan dapat lebih peka terhadap kondisi di tempat kerja dengan memperhatikan kalimat-kalimat yang disampaikan atasan dalam percakapan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, ada sejumlah ucapan yang terdengar seperti pertanyaan biasa, tapi bisa menjadi tanda bahwa perusahaan mulai mempertanyakan keberadaan seorang karyawan. Dalam kondisi tertentu, bos yang tidak ingin melakukan PHK secara langsung dapat membuat karyawan merasa tak nyaman hingga akhirnya memilih mengundurkan diri.
Untuk itu, penting agar tidak langsung panik, namun juga tak mengabaikan perubahan sikap atau perkataan atasan.Â
Kalimat yang sering diucapkan atasan saat ingin PHK karyawan
Berikut beberapa kalimat yang patut diperhatikan, seperti dilansir dari Your Tango.
1. "Kamu yakin masih bahagia bekerja di sini?"
Sekilas, pertanyaan ini terdengar seperti bentuk perhatian dari atasan. Bisa saja seseorang mengira bos sedang memastikan karyawannya merasa nyaman dan tidak berencana mencari pekerjaan lain.
Menurut Levey, pertanyaan tersebut juga dapat menjadi cara untuk menanamkan keraguan dalam diri karyawan.
"Semua pertanyaan tersebut dirancang untuk membuat karyawan berpikir untuk mencari pekerjaan di tempat lain," ujar Levey dalam videonya.
Jika pertanyaan seperti ini muncul berulang kali, karyawan sebaiknya mulai memperhatikan konteksnya. Terlebih jika sebelumnya tidak ada pembicaraan mengenai kepuasan kerja, pengembangan karier, atau masalah yang sedang dihadapi di perusahaan.
2. "Kamu yakin posisi ini memang cocok untukmu?"
Ucapan lain yang perlu dicermati ketika atasan mulai mempertanyakan kecocokan seorang karyawan dengan pekerjaannya. Pertanyaan ini memang tidak selalu berarti perusahaan ingin seseorang mengundurkan diri. Bisa jadi atasan sedang membuka ruang untuk evaluasi atau mencari tahu kendala yang dialami karyawan.
Bila kalimat tersebut muncul tanpa adanya pembicaraan yang konstruktif, karyawan perlu melihat situasinya secara lebih luas. Menurut Levey, pertanyaan semacam itu dapat membuat seseorang mulai mencari-cari alasan bahwa dirinya tidak cocok dengan pekerjaan yang sedang dijalani.
Jika perusahaan benar-benar ingin mempertahankan karyawan, biasanya akan ada komunikasi yang lebih jelas. Misalnya saja, menawarkan pelatihan, memberikan arahan, membahas target kerja, atau mencari solusi atas kesulitan yang dialami karyawan.
3. "Mungkinkah kamu lebih menikmati pekerjaan di tempat lain?"
Dibandingkan dua kalimat sebelumnya, ucapan ini terdengar lebih terang-terangan. Atasan seolah menyarankan karyawan untuk mencari pekerjaan yang dianggap lebih sesuai dengan dirinya.
Levey menilai kalimat tersebut dapat menjadi sinyal bahwa hubungan kerja mulai tidak diinginkan oleh pihak perusahaan. Kemungkinan lainnya, perusahaan sedang bersiap melakukan pengurangan karyawan sehingga seseorang secara tidak langsung diarahkan untuk mempertimbangkan pilihan lain.
Meski begitu, Bunda perlu ingat bahwa satu kalimat saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang akan segera di-PHK. Situasi, riwayat pekerjaan, evaluasi kinerja, serta komunikasi antara karyawan dan perusahaan juga perlu dipertimbangkan.
Jangan langsung mengundurkan diri
Levey menekankan bahwa ketika atasan mulai memberikan sinyal seperti itu, karyawan sebaiknya tidak terburu-buru mengambil keputusan. Mengundurkan diri secara spontan tanpa mengetahui kondisi sebenarnya justru dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk mempersiapkan langkah berikutnya.
"Supervisor sedang menanamkan dalam pikiran karyawan bahwa mengundurkan diri mungkin merupakan pilihan yang baik dan mereka sebaiknya mencari pekerjaan di posisi lain," ujar Levey.
Jika merasa situasi di kantor mulai berubah, karyawan dapat mulai memperbarui CV, menghubungi jaringan profesional, serta mencari informasi mengenai peluang kerja lain secara diam-diam. Langkah tersebut bukan berarti harus langsung resign, melainkan sebagai bentuk persiapan ketika kondisi pekerjaan benar-benar memburuk.
Perhatikan evaluasi dan dokumentasi pekerjaan
Jika karyawan memilih tetap bertahan, Levey mengingatkan kemungkinan perusahaan mulai menyiapkan proses menuju PHK. Hal tersebut dapat terlihat dari evaluasi kerja yang semakin negatif, pertemuan yang membahas performa, surat peringatan, hingga performance improvement plan (PIP).
Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk menyimpan dokumen yang berkaitan dengan pekerjaan, termasuk hasil evaluasi, e-mail, instruksi kerja, pencapaian target, maupun komunikasi penting dengan atasan. Dokumentasi tersebut dapat membantu karyawan memahami perkembangan situasi sekaligus menjadi bukti apabila muncul perselisihan ketenagakerjaan.
"Ini menunjukkan bahwa perusahaan memilih untuk tidak berinvestasi pada mereka dalam jangka panjang," katanya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Benarkah Ancaman PHK Membuat Orang Bekerja Lebih Keras? Ini Penjelasan Ahli
Mom's Life
Fenomena 'Forever Layoffs', PHK Terus Terjadi & Bikin Pekerja Kehilangan Rasa Aman
Mom's Life
5 Hal yang Bunda Bisa Lakukan saat Suami Kena PHK
Mom's Life
Kena PHK Tapi Bisa Merdeka Finansial dan Mapan? Ini Rahasianya Bun
Mom's Life
Prediksi Zodiak Hari Ini, Wah Ada Tawaran Proyek Menarik Nih Buat Aries
Mom's Life
Catat Bun, Ini 5 Pertanyaan yang Bisa Diajukan ke HRD saat Wawancara Kerja
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Cara Mengetahui Karier yang Cocok Sebelum Salah Pilih Pekerjaan
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Jurusan Terbanyak yang Ditemukan di Kalangan Pengangguran S1, Ada Manajemen hingga Hukum