Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Nabi Muhammad Rayakan Lebaran, Ternyata Tak Ada Tradisi Bagi THR

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 22 Mar 2026 15:30 WIB

Image of silhouette hand man praying with sunset background
Cara Nabi Muhammad Rayakan Lebaran, Tak Ada Tradisi Bagi THR/ Foto: iStock
Jakarta -

Perayaan Lebaran di setiap Negara digelar dengan tradisi yang berbeda, Bunda. Di Indonesia, ada tradisi khas Lebaran yang sudah dilakukan turun-menurun, seperti bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR), makan ketupat bersama keluarga, hingga membeli baju baru.

Dalam praktiknya, perayaan Idul Fitri sebenarnya tidak memiliki tradisi khusus. Contohnya adalah nuansa Lebaran yang hadir di masa Nabi Muhammad SAW.

Di zaman Nabi Nabi Muhammad SAW, tidak ada tradisi membeli baju baru atau memberikan uang THR untuk anak-anak pada hari Lebaran. Dalam ajaran Islam, seperti Al-Qur'an atau hadis, tradisi seperti itu juga tidak ditemukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Cara Nabi Muhammad merayakan Lebaran

Melansir dari laman Akwa, Nabi memandang Hari Raya Idul Fitri sebagai hari penuh kebahagiaan. Sejak malam hari sebelum Lebaran, Nabi Muhammad SAW diketahui sudah mempersiapkan dirinya untuk menyambut Hari Kemenangan.

Nah, saat pagi hari tiba, Nabi Muhammad memulai dengan mandi untuk membersihkan diri, termasuk menyikat gigi menggunakan siwak. Setelah itu, beliau mengenakan pakaian terbaik yang bersih dan rapi. Tak lupa, beliau memakai wewangian, Bunda.

Nabi lalu berangkat untuk melaksanakan salah Ied. Beliau tak lupa menyapa orang-orang dengan senyuman selama di perjalanan. Kemudian setelah salat, Nabi mengunjungi keluarga dan kebarat. Dalam momen Lebaran ini, Nabi juga melakukan sedekah.

Makna Lebaran bagi Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW percaya bahwa keindahan Idul Fitri terletak pada kebersamaan dan momen saling memaafkan. Di hari spesial ini, orang-orang dianjurkan untuk saling berjabat tangan, berpelukan, dan memberi ucapan selamat, baik kepada yang sudah dikenal maupun yang belum.

Selain mengucapkan selamat Lebaran, Nabi juga mendorong adanya hiburan yang tetap diiringi oleh nilai-nilai ibadah dan mengingat Allah SWT. Di masa itu, hiburan yang dilakukan masyarakat adalah permainan dan tarian.

Dalam satu kisah, Nabi diceritakan pernah menyaksikan anak-anak bermain dan bercanda setelah Salat Idul Fitri. Seperti apa kisahnya?

TERUSKAN MEMBACA DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda