moms-life
9 Kebiasaan Orang yang Memiliki Sifat Pemarah Menurut Studi Psikologi
HaiBunda
Kamis, 02 Apr 2026 16:00 WIB
Daftar Isi
-
Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah
- 1. Orang pemarah memiliki respons melawan atau lari dari suatu hal
- 2. Merasa tegang sepanjang waktu
- 3. Mengalami kecemasan kronis
- 4. Lebih merasa kewalahan
- 5. Suka menyalahkan orang lain
- 6. Suka merusak barang-barang
- 7. Amarah mereka bisa meledak kapan saja
- 8. Selalu merasa bersalah
- 9. Mudah dipicu oleh hal-hal kecil
Pernahkah Bunda merasakan ada orang yang mudah tersulut emosi dan amarah, bahkan oleh hal-hal kecil sekalipun? Tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah yang sering muncul dalam keseharian dalam hidupnya.
Dalam dunia psikologi, sifat pemarah ternyata tidak hanya dipicu oleh situasi tertentu saja. Dilansir dari laman Your Tango, terdapat sejumlah penelitian yang menemukan bahwa kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah sering terbentuk dari pola pikir, respons, dan perilaku yang terus berulang.
Sebuah studi dari Journal of Medicine and Life pada tahun 2010 yang dilakukan oleh Carol Davila dengan judul Anger and health risk behaviors membuktikan bahwa kemarahan dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan yang signifikan. Tanda dan gejala-gejalanya dapat dilihat dari kebiaasan orang yang memiliki sifat pemarah.
Lantas, apa saja kebiasaan orang yang memilki sifat pemarah?
Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah
Dilansir dari YourTango, berikut ini sembilan kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah dan didukung oleh sejumlah penelitian psikologi terpercaya:
1. Orang pemarah memiliki respons melawan atau lari dari suatu hal
Salah satu kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah adalah sering menunjukkan respons melawan atau lari ketika menghadapi situasi yang bisa memicu emosi mereka. Saat kemarahan muncul, tubuh biasanya langsung bereaksi dengan peningkatan detak jantung dan tekanan darah akibat pelepasan adrenalin.
Perubahan ini terjadi karena otak merespons rangsangan emosional dengan menyiapkan tubuh untuk menghadapi atau menghindari situasi tersebut.
Mengenai dampak jangka panjangnya, Studi pada tahun 2014 yang dilakukan oleh Sarah B. Lupis dan timnya dengan judul Anger responses to psychosocial stress predict heart rate and cortisol stress responses in men but not women menjelaskan bahwa kemarahan yang terjadi terus-menerus dapat mengganggu fungsi pembuluh darah dan berisiko menyebabkan pengerasan arteri.
2. Merasa tegang sepanjang waktu
Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah sering terlihat dari tubuh yang terasa tegang hampir setiap saat. Ketika emosi meningkat, adrenalin akan membuat otot otomatis mengencang sehingga tubuh selalu berada dalam kondisi siap bereaksi.
Penelitian yang sama dilakukan oleh Sarah B. Lupis dan tim juga menunjukkan bahwa hormon stres dari kelenjar adrenal dapat mengalihkan aliran darah ke otot sebagai respons terhadap ancaman. Meski awalnya merupakan mekanisme bertahan hidup, kondisi ini bisa memicu ketegangan berkepanjangan jika kemarahan terus muncul tanpa pengendalian.
3. Mengalami kecemasan kronis
Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah sering kali juga berkaitan dengan kecemasan kronis yang membuat seseorang terus merasa tegang. Kondisi ini muncul karena mereka berusaha menahan atau mengendalikan amarah, tetapi tidak sepenuhnya berhasil.
Ketika kecemasan kronis membuat otak salah menilai situasi sebagai ancaman, tubuh akan memicu reaksi fisiologis. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Justine S. Thompson dan Norman B. Schmidt pada tahun 2021 dengan judul The role of anxiety sensitivity in anger symptomatology: Results from a randomized controlled trial menemukan bahwa respons ini merupakan bentuk reaksi defensif ketika tubuh bersiap menghadapi bahaya, yang bisa muncul sebagai kemarahan atau perilaku agresif.
Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah bisa terlihat dari reaksi mereka yang cenderung cepat terhadap situasi tertentu. Oleh karena itu, penting untuk berhenti sejenak saat emosi muncul, lalu memahami penyebabnya dan menyampaikan perasaan secara lebih tenang.
4. Lebih merasa kewalahan
Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah selanjutnya dapat diketahui jika perasaan seseorang mudah kewalahan dalam menghadapi berbagai situasi. Emosi yang terus menumpuk di dalam diri membuat mereka kesulitan untuk menenangkan pikiran saat masalah datang.
Ketika kemarahan, ketakutan, atau stres terus muncul, tubuh bisa berada dalam kondisi siaga yang berkepanjangan. Keadaan seperti ini membuat seseorang akan semakin sulit mengelola tuntutan hidup dan akhirnya merasa terbebani.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Sarah N. Garfinkel, dkk, pada tahun 2015 dengan judul Anger in brain and body: the neural and physiological perturbation of decision-making by emotion menunjukkan bahwa respons tubuh terhadap kemarahan yang berlangsung lama dapat melampaui kemampuan tubuh untuk menyeimbangkan diri. Akibatnya, kondisi siaga yang terus-menerus membuat seseorang sulit kembali tenang dan perasaan kewalahan pun terus berulang.
5. Suka menyalahkan orang lain
Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah juga bisa diketahui dari kecenderungan menyalahkan orang lain ketika terjadi masalah. Mereka sulit menerima kesalahan diri sendiri dan lebih memilih mengarahkan kemarahan pada orang di sekitarnya.
Penelitian pada yang dilakukan oleh Jacobus F. Hazebroek, Kevin Howells, dan Andrew Day pada tahun 2001 dengan judul Cognitive appraisals associated with high trait anger menunjukkan bahwa orang dengan kemampuan pengaturan emosi yang baik yang buruk lebih cenderung menyalahkan orang lain saat merasakan amarah. Sikap ini membuat mereka merasa lebih benar, sekaligus menghindari rasa bersalah atau malu atas situasi yang sebenarnya juga melibatkan dirinya sendiri.
6. Suka merusak barang-barang
Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah lainnya juga bisa terlihat dari cara mereka meluapkan emosi secara fisik. Saat amarah mereka memuncak dan sulit dikendalikan, sebagian orang bahkan melampiaskannya dengan cara merusak barang-barang di sekitar mereka.
Perilaku ini sebenarnya bukan cara sehat untuk meredakan amarah dan emosi, justru menjadi sinyal negatif bagi orang lain di sekitarnya. Seorang hipnoterapis klinis dan pelatih kehidupan spiritual, Keya Murthy, menyarankan metode sederhana untuk mengendalikan amarah, yakni dengan menghitung dari satu hingga sepuluh dengan napas yang rileks agar emosi perlahan mereda dan pikiran kembali tenang.
7. Amarah mereka bisa meledak kapan saja
Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah sering terlihat dari emosi yang dapat meledak secara tiba-tiba tanpa peringatan. Mereka kerap merasa tersulut emosi oleh banyak hal, bahkan oleh situasi kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting.
Akibatnya, perasaan marah itu membuat mereka mudah membenci banyak hal dan sulit merasa tenang. Murthy menyarankan saat amarah mulai muncul untuk coba berdiri, menggerakkan tubuh, lalu minum air putih agar pikiran bisa menjadi lebih tenang.
8. Selalu merasa bersalah
Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah sering kali diikuti dengan perasaan bersalah setelah emosi mereka meledak-ledak. Mereka kerap menyesali cara bereaksi saat marah atau setelah mengalami ledakan emosi.
Kebiasaan ini juga menunjukkan bahwa banyak dari mereka sebenarnya tidak berniat menyakiti orang lain. Namun ketika hal itu terjadi, rasa bersalah muncul dan dapat berubah menjadi kemarahan yang terpendam.
9. Mudah dipicu oleh hal-hal kecil
Salah satu kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah adalah mudah tersulut emosi oleh hal-hal kecil yang sebenarnya sepele. Situasi kecil seperti telepon yang tidak diangkat atau kejadian kecil yang tidak nyaman bisa langsung memicu kemarahan.Â
Reaksi yang terlalu besar terhadap masalah kecil sering membuat seseorang cepat merasa tersinggung. Kondisi ini juga bisa menguras energi emosional dan membuat suasana hati semakin tidak stabil.
Bunda, itulah beberapa kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah dan sering muncul dalam kehidupan sehari-hari menurut studi psikologi. Menurut Murthy, tidak ada anak yang terlahir sebagai pribadi pemarah karena sifat ini terbentuk seiring waktu. Dengan mengenal tanda-tandanya, semoga Bunda bisa lebih bijak dalam mengelola emosi dan menjaga hubungan tetap harmonis dengan orang sekitar, terutama dengan orang yang mudah marah.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
10 Kebiasaan Orang yang Benar-Benar Tulus Menurut Psikologi
Mom's Life
8 Kebiasaan Dianggap Baik yang Justru Bisa Rusak Imun, Salah Satunya Minum Banyak Air
Mom's Life
Bunda Merasa Sulit Jadi Kaya? Yuk, Mulai Jauhi 10 Kebiasaan Ini
Mom's Life
6 Kebiasaan Sehari-hari Orang Cerdas, Percaya Diri Tidak Termasuk Bun
Mom's Life
3 Kebiasaan Orang Kaya Saat Punya Waktu Luang, Bukan Cuma Rebahan Bun
8 Foto
Mom's Life
9 Potret Cantik Rumah Tengah Sawah, Surga Orang Kota & Dipakai Syuting Film
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari
11 Kebiasaan Orang Kaya yang Bikin Mereka Sukses dan Berbeda
10 Kebiasaan Orang yang Benar-Benar Tulus Menurut Psikologi