MOM'S LIFE
10 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membuatmu Mudah Dimanfaatkan Orang Lain
Natasha Ardiah | HaiBunda
Senin, 06 Apr 2026 13:40 WIBTidak semua orang menyadari bahwa sikap baik dan keinginan membantu terkadang bisa disalahgunakan oleh orang lain. Tanpa Bunda sadari, ada beberapa kebiasaan mudah dimanfaatkan yang justru membuat seseorang sering diminta lebih dari batas yang wajar.
Sering berkata “iya” demi menjaga perasaan orang lain mungkin terlihat sebagai hal positif. Namun jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan kecil ini bisa menjadi kebiasaan mudah dimanfaatkan oleh orang-orang di sekitar.
Hal yang lebih mengejutkan, banyak orang tidak menyadari tanda-tandanya sampai mereka merasa lelah atau merasa dimanfaatkan. Lalu, apa saja kebiasaan mudah dimanfaatkan yang sering terjadi tanpa kita sadari?
10 Kebiasaan mudah dimanfaatkan orang lain
Dilansir dari laman YourTango, berikut ini sepuluh kebiasaan kecil yang membuat Bunda mungkin saja bisa dimanfaatkan orang lain:
1. Terlalu banyak memberi
Terlalu sering memberi tanpa mempertimbangkan batas diri dapat menjadi salah satu kebiasaan mudah dimanfaatkan oleh orang lain. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang memberikan waktu, tenaga, atau bantuan lebih dari yang seharusnya tanpa menyampaikan harapan apa pun sebagai timbal balik.
Awalnya sikap ini mungkin dilakukan dengan niat tulus tanpa pamrih. Namun seiring waktu, perasaan kesal bisa muncul, dan menurut seorang psikolog dan peneliti terkemuka di Amerika Serikat, Dr. Gottman, rasa kesal adalah kekuatan yang merusak dalam hubungan.
2. Suka menyalahkan orang lain
Salah satu kebiasaan mudah dimanfaatkan adalah suka menyalahkan orang lain ketika menghadapi masalah atau kekecewaan. Sikap ini tanpa disadari membuat seseorang merasa sebagai korban, sehingga batasan pribadi menjadi tidak tegas di mata orang lain.
Ketika seseorang terus menerus menuduh pihak lain sebagai penyebab luka yang dialami, ia justru memberi ruang bagi orang lain untuk tidak menghormati batasannya. Karena itu, mengurangi kebiasaan mudah dimanfaatkan ini dengan mulai bertanggung jawab atas peran diri sendiri dapat membantu melihat dengan lebih jelas di mana batasan perlu ditegaskan.
3. Sulit mengungkapkan perasaan dan keinginan
Sulit mengungkapkan perasaan dan keinginan juga bisa menjadi kebiasaan mudah dimanfaatkan oleh orang lain. Ketika seseorang tidak benar-benar memahami apa yang ia butuhkan atau inginkan, orang di sekitarnya lebih mudah mengambil keputusan yang menguntungkan diri mereka sendiri.
Di sisi lain, menahan perasaan hanya akan membuat seseorang merasa kesal dalam diam. Tanpa komunikasi yang jelas tentang kebutuhan dan batasan, kebiasaan mudah dimanfaatkan orang lain ini justru dapat terus berulang tanpa disadari.
4. Membiarkan orang lain memonopoli percakapan
kebiasaan mudah dimanfaatkan lainnya adalah dengan membiarkan orang lain terus mendominasi percakapan saat berkomunikasi dengan kita. Ketika Bunda selalu mendengarkan tanpa pernah diberi ruang untuk berbicara, orang lain bisa saja terbiasa menjadikan Bunda sebagai tempat curhat tanpa memikirkan perasaan Bunda.
Dalam hubungan yang sehat, perhatian dan dukungan seharusnya berjalan dua arah. Jika seseorang hanya ingin didengarkan tetapi tidak pernah peduli pada cerita Bunda, situasi ini dapat menjadi tanda kebiasaan mudah dimanfaatkan yang membuat hubungan sosial terasa tidak seimbang.
5. Selalu hadir untuk orang-orang yang tidak hadir untukmu
Kebiasaan mudah dimanfaatkan oleh orang lain yang selanjutnya adalah selalu hadir untuk orang-orang yang sebenarnya tidak pernah benar-benar hadir untuk kita. Bunda mungkin sering dimintai bantuan atau perhatian, tetapi saat membutuhkan dukungan, mereka justru tidak melakukan hal yang sama.
Jika pola ini terus terjadi, hubungan tersebut bisa menjadi tidak seimbang, dan ketika Bunda mulai menetapkan batasan, barulah terlihat siapa yang benar-benar tulus dan siapa yang hanya memanfaatkan.
6. Menjerumuskan diri ke dalam situasi buruk
Kebiasaan mudah dimanfaatkan juga sering muncul ketika Bunda tanpa sadar membiarkan orang lain melewati batas yang seharusnya dijaga. Ketika batasan pribadi tidak ditegaskan, orang di sekitar bisa merasa bebas meminta atau melakukan hal yang sebenarnya membuat Bunda merasa tidak nyaman. Situasi inilah yang perlahan menjerumuskan Bunda ke dalam keadaan yang merugikan karena orang lain melihat kesempatan untuk terus mengambil keuntungan.
7. Selalu mengiyakan permintaan orang lain
Kebiasaan mudah dimanfaatkan yang sering terjadi adalah selalu mengiyakan permintaan orang lain tanpa mempertimbangkan kondisi diri sendiri. Ketika Bunda selalu mengiyakan dan sulit mengatakan “tidak”, orang lain akan melihatnya sebagai kesempatan untuk terus meminta bantuan.
Kebiasaan mudah dimanfaatkan ini tanpa sadar mengajarkan orang lain bahwa semua permintaan mereka akan selalu diterima. Padahal, berani menolak dengan sopan justru membantu orang lain memahami batasan dan menunjukkan bahwa Bunda juga perlu dihargai.
8. Mencoba memperbaiki orang lain
Kebiasaan mudah dimanfaatkan berikutnya adalah selalu berusaha memperbaiki atau menyelamatkan orang lain. Ketika seseorang terus mengecewakan tetapi Bunda tetap kembali dengan harapan ia akan berubah lebih baik, situasi ini justru bisa menarik orang yang tidak benar-benar ingin berubah dan hanya memanfaatkan kebaikan Bunda. Sikap tersebut juga bisa menunjukkan bahwa harapan Bunda tidak sejalan dengan kenyataan, sehingga keputusan tegas untuk menjaga batasan dalam hubungan sering kali terabaikan.
9. Berhati-hati saat berinteraksi dengan orang sensitif
Kebiasaan mudah dimanfaatkan juga dapat terlihat dari sikap yang terlalu berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang sangat sensitif. Orang yang ingin menguji batas sering kali sengaja mendorong situasi hingga Bunda merasa harus terus menahan diri agar tidak memicu emosi mereka. Akibatnya, Bunda justru merasa seperti harus selalu menjaga sikap secara berlebihan di sekitar mereka.
Kebiasaan mudah dimanfaatkan ini biasanya bermula dari niat baik untuk bersikap pengertian dan tidak ingin menyakiti perasaan orang lain. Namun lama-kelamaan, Bunda mungkin melakukan itu hanya agar terhindar dari bentakan, pertengkaran, atau tuduhan yang justru diarahkan kepada Bunda. Dalam hubungan yang sehat, perasaan seperti ini seharusnya bisa dibicarakan dengan terbuka tanpa membuat salah satu pihak merasa ditekan.
10. Menggeser batas pada diri sendiri
Kebiasaan mudah dimanfaatkan berikutnya adalah saat Bunda menggeser batas pada diri sendiri demi memenuhi keinginan orang lain. Hal ini terjadi ketika Bunda mulai menyesuaikan aturan pribadinya hanya agar orang di sekitarnya merasa nyaman. Misalnya, Bunda sebenarnya tidak ingin lembur, tetapi tetap melakukannya karena terus diminta oleh rekan kerja.
Kebiasaan mudah dimanfaatkan seperti ini sering muncul ketika seseorang takut membuat orang lain kecewa atau marah. Akibatnya, batasan yang seharusnya melindungi diri sendiri justru perlahan diubah bahkan dihilangkan. Padahal, batasan pribadi dibuat untuk menjaga keseimbangan hidup, bukan sekadar menyenangkan orang lain.
Bunda, itulah beberapa kebiasaan mudah dimanfaatkan yang sering kali tidak Bunda sadari dalam kehidupan sehari-hari. Dengan lebih peka terhadap sikap sendiri dan berani menetapkan batasan, semoga Bunda lebih bisa menjaga diri agar tidak lagi dimanfaatkan oleh orang lain.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)