Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

9 Kalimat yang Sengaja Diucapkan untuk Menjatuhkan Mental Seseorang

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 10 Apr 2026 20:00 WIB

Ilustrasi ditegur
Ilustrasi Kalimat yang Sengaja Diucapkan untuk Menjatuhkan Mental Seseorang / Foto: Getty Images/Perawit Boonchu
Daftar Isi
Jakarta -

Beberapa orang mungkin tidak menyerang Bunda secara langsung. Bukan berteriak, menghina, atau menyebut nama dengan kasar. Sebaliknya, mereka akan menggunakan kalimat yang tampak biasa, tetapi bisa menjatuhkan mental seseorang.

Ucapan seperti ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari seolah wajar disampaikan. Tanpa disadari, kata-kata tersebut perlahan masuk ke dalam pikiran dan mulai memengaruhi cara Bunda memandang diri sendiri.

Tentu saja hal ini berdampak pada kondisi mental Bunda, yang bisa membuat kecemasan, rasa tidak berharga, dan tidak percaya diri.

9 Kalimat yang sengaja diucapkan untuk menjatuhkan mental seseorang

Untuk menghindari dampaknya, sebaiknya Bunda segera mengenali beberapa kalimat yang sengaja diucapkan hanya untuk menjatuhkan mental. Berikut di antaranya:

1. “Ini salahmu”

Dilansir dari laman Your Tango, menyalahkan seseorang tidak hanya membuat orang lain merasa buruk, tetapi juga menciptakan dinamika yang tidak adil, di mana satu orang dipandang sebagai paling benar atau korban, sementara yang lain dianggap orang jahat atau pelaku.

Ketika seseorang mengatakan ini, Bunda mungkin akan merasa sedih, tetapi penting untuk menyadari bahwa mereka hanya ingin membuat drama.

2. “Kamu terlalu berlebihan”

Ketika mengungkapkan perasaan, mungkin seseorang pernah menyebut Bunda terlalu dramatis. Meski sempat mengira itu benar, tidak apa-apa untuk meluapkan emosi.

Penelitian menunjukkan bahwa menahan emosi dapat meningkatkan risiko kematian dini, termasuk kematian akibat kanker.

Jadi, jangan biarkan seseorang yang salah menafsirkan emosi sebagai drama membuat Bunda terpuruk, rangkul jati diri Bunda yang sebenarnya.

3. “Aku tidak pernah mengatakan itu”

Diperlakukan tidak adil adalah perasaan terburuk di dunia, dan mendengarkan ungkapan itu mungkin sangat menjengkelkan.

Meski terdengar sepele, gaslighting seperti ini dapat menyebabkan kecemasan, depresi, isolasi diri, dan trauma psikologis, serta mengurangi harga diri. Untuk itu, jangan biarkan seseorang menggunakan taktik ini untuk memengaruhi Bunda.

4. “Kamu selalu tidak pernah mendengarku”

Pelatih percintaan Elizabeth Stone mengatakan menggunakan pernyataan, seperti “Kamu selalu…”, bisa membuat orang lain bersikap defensif dan menyebabkan argumen berlanjut ke saat-saat ketika mereka tidak melakukan apa pun yang dituduhkan.

Ungkapan tersebut dapat merusak hubungan apa pun, membuat orang lain merasa seolah-olah mereka tidak melakukan cukup, meskipun mereka sudah memberikan yang terbaik.

5. “Kurasa kamu tidak peduli dengan perasaanku”

Ungkapan ini menyalahkan pihak lain sebelum percakapan sebenarnya terjadi. Namun, jika mendapatkan kalimat ini, sebaiknya Bunda langsung membahas apa saja yang sudah diberikan untuk orang tersebut.

Bunda perlu langsung bertindak untuk membuktikan bahwa tidak dingin atau egois, dan topik utama pun terkubur.

6. “Suatu hari nanti kamu akan mengerti”

Saat tumbuh dewasa, mungkin Bunda pernah diremehkan seolah-olah tidak tahu apa-apa mengenai kehidupan.

Orang-orang yang mengatakan ini berharap Bunda menderita jika itu berarti memberikan pelajaran setimpal. Dan jika benar-benar memikirkannya, ungkapan ini bukan hanya dimaksudkan untuk membuat Bunda merasa buruk, tetapi juga tidak sopan.

7. “Aku cuma bercanda”

Ini adalah cara umum yang dilakukan ketika sebuah komentar terasa menyakitkan. Alih-alih mengakui kesalahan, orang tersebut akan membingkai ulang komentarnya sebagai humor dan menggambarkan Bunda sebagai sosok yang tidak punya selera humor.

8. “Kamu tidak tahu apa yang kamu bicarakan:

Ungkapan ini sangat merendahkan dan tidak sopan. Usia atau pengalaman tidak secara otomatis berarti pengetahuan.

Jika seseorang berani mengatakan Bunda tidak tahu apa yang dibicarakan, ingatkan diri sendiri untuk tidak perlu menerima perilaku seperti ini dari siapa pun.

9. “Aku hanya bersikap jujur”

Psychology Today menjelaskan bahwa kalimat ini sering disalahgunakan untuk menyampaikan komentar yang menyakitkan dengan kedok kejujuran, mengubah kejujuran menjadi alat untuk mempermalukan.

Kejujuran sejati berakar pada kebaikan dan rasa saling menghargai, bukan superioritas atau permainan kekuasaan.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan untuk menjatuhkan mental seseorang. Hati-hati, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda