moms-life
Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Liver, Kini Bunda Bisa Cek di LMWC Mayapada Hospital Bandung
HaiBunda
Kamis, 16 Apr 2026 11:50 WIB
Bunda, meningkatnya kasus liver secara global yang kini erat kaitannya dengan kondisi metabolik, seperti obesitas, diabetes, dan dislipidemia membuat deteksi dini penyakit liver jadi makin penting dilakukan sejak awal. Merespons hal tersebut, Mayapada Healthcare meluncurkan Liver, Metabolic & Wellness Center (LMWC) di Mayapada Hospital Bandung (MHBD), salah satu unit rumah sakit di bawah naungan Mayapada Healthcare. Liver, Metabolic & Wellness Center adalah sebuah program layanan yang berfokus pada deteksi dini, pencegahan, serta penanganan komprehensif penyakit liver yang berkaitan dengan gangguan metabolik.
Hospital Director Mayapada Hospital Bandung, dr. Irwan Susanto Hermawan, MM mengungkapkan bahwa penyakit hati metabolik, termasuk perlemakan hati (fatty liver) menjadi tantangan serius karena sering tidak terdeteksi sejak dini. Banyak pasien baru menyadari kondisinya ketika sudah memasuki tahap lanjut.
"Melalui Liver, Metabolic & Wellness Center (LMWC), kami ingin mengubah pendekatan dari sekadar pengobatan menjadi deteksi dini dan pencegahan yang lebih terintegrasi. Layanan ini mengedepankan pendekatan multidisiplin dengan program wellness yang komprehensif, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan," ujar dr. Irwan.
LMWC menghadirkan layanan terintegrasi untuk kesehatan liver, gangguan metabolik, dan pengelolaan berat badan, dengan fokus pada deteksi dini risiko seperti obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik. Deteksi dini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko sejak awal, sehingga setiap individu, termasuk Bunda dapat memperoleh perawatan yang dipersonalisasi (personalized care).
Bunda juga tak perlu khawatir, layanan LMWC didukung oleh tim multidisiplin yang terdiri dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi; Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif; Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes; Dokter Spesialis Gizi Klinik; hingga Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga.
Alur pelayanan mencakup skrining awal, evaluasi medis, pendampingan gizi, terapi medis, hingga tindakan lanjutan bila diperlukan, disertai pemantauan rutin kesehatan hati dan kondisi metabolik untuk memastikan intervensi yang tepat waktu. Layanan ini juga didukung teknologi elastografi FibroScan® untuk menilai kekakuan dan kondisi jaringan hati secara non-invasif, serta Total Body Matrix Assessment (TBMA) untuk mengevaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik, sehingga program perawatan, pola makan, dan aktivitas fisik dapat disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.
Menyoroti keterkaitan erat antara obesitas dan gangguan metabolik, Prof. Dr. dr. Reno Rudiman, MSc, Sp.B Subsp BD (K), FICS, FCSI, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif Mayapada Hospital Bandung menegaskan bahwa obesitas merupakan kondisi medis kronis yang menjadi akar dari berbagai penyakit, termasuk fatty liver. Tanpa penanganan yang tepat, fatty liver dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti sirosis hingga kanker hati.
"Oleh karena itu, penyakit ini perlu dikendalikan melalui deteksi dini, pengobatan yang tepat, serta penyesuaian pola makan dan gaya hidup. Mengingat prevalensinya yang terus meningkat dan tingginya kasus yang belum terdiagnosis, pendekatan komprehensif sejak awal menjadi sangat penting. Dalam kasus tertentu, ketika intervensi gaya hidup dan terapi medis belum memberikan hasil optimal, bariatric surgery menjadi terapi yang terbukti efektif dalam mengendalikan obesitas sekaligus memperbaiki kondisi metabolik secara menyeluruh," ujar Prof. Reno.
Prof. Reno menambahkan bahwa fatty liver atau yang kini dikenal sebagai Metabolic Dysfunction Associated Steatotic Liver Disease (MASLD) telah menjadi penyakit hati paling umum di dunia, dengan prevalensi mencapai sekitar 30% populasi dewasa. Artinya, hampir satu dari tiga orang dewasa berisiko mengalami fatty liver. Kondisi ini sangat erat kaitannya dengan gangguan metabolik seperti obesitas dan diabetes, serta sering kali tidak bergejala di tahap awal sehingga kerap baru terdeteksi saat sudah lanjut.
"Penanganan fatty liver tidak cukup hanya dengan obat, tetapi memerlukan perubahan gaya hidup seperti pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pengelolaan berat badan. Oleh karena itu, pendekatan komprehensif dengan pendampingan berkelanjutan menjadi kunci untuk hasil yang optimal," ujarnya.
Hadirnya LMWC sebagai bagian dari Gastrohepatology Center menandai komitmen Mayapada Healthcare dalam memperluas akses masyarakat terhadap penanganan liver dan metabolik yang komprehensif di seluruh jaringan Mayapada Hospital. Tersedia di Jakarta Selatan (Lebak Bulus dan Kuningan Rasuna Said), Tangerang, Bogor, Surabaya, dan Bandung, serta segera hadir di Jakarta Timur, layanan ini didukung tim multidisiplin dan fasilitas modern, mencakup skrining hingga terapi lanjutan yang dapat diakses melalui berbagai kanal layanan. Info lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, dan aplikasi MyCare.
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Ini Jenis Minuman yang Tingkatkan Risiko Kerusakan Liver, Simak Kata Studi
Mom's Life
Alami Nyeri Dada setelah Olahraga, Tanda Masalah Jantung atau Gejala Asam Lambung?
Mom's Life
Sering Haus dan Mulut Kering, Bisa Jadi Tanda Sakit Diabetes
Mom's Life
Risiko Diabetes Meningkat 5-6 Kali Lipat Jika Keluarga Punya Riwayat Ini
Mom's Life
Oncology Center Mayapada Hospital Pas untuk Bunda yang Ingin Jaga Kesehatan Payudara dengan Nyaman
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Becky Tumewu Usai Operasi Mata Akibat Retina Lepas
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda