HaiBunda

MOM'S LIFE

5 Faktor Psikologis Orang Sering Nonton Drakor yang Sama Berulang Kali

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Minggu, 19 Apr 2026 13:00 WIB
Ilustrasi Faktor Psikologis Orang Sering Nonton Drakor yang Sama Berulang Kali/Foto: Getty Images/SunnyVMD
Jakarta -

Menonton drama Korea atau drakor memang sudah menjadi hiburan favorit banyak orang. Ceritanya yang emosional, karakter yang kuat, hingga soundtrack yang membekas sering membuat kita sulit move on dari satu judul tertentu.

Tidak heran, banyak yang memilih mengulang drakor yang sama berkali-kali daripada mencoba tontonan baru. Fenomena ini mungkin terlihat sederhana bahkan terkesan membosankan bagi sebagian orang.

Namun, tahukah Bunda bahwa kebiasaan ini ternyata punya penjelasan ilmiah dari sisi psikologi? Otak manusia ternyata punya cara unik dalam mencari kenyamanan, termasuk lewat tontonan yang sudah familiar. 


Lalu, apa saja faktor psikologis yang membuat seseorang betah menonton drakor yang sama berulang kali? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini, Bunda.

Faktor psikologis orang sering nonton drama yang sama berulang kali

Dikutip dari laman Your Tango dan The Spectator, ada beberapa alasan ilmiah yang menjelaskan kebiasaan orang sering menonton drama yang sama berulang kali.

1. Otak lebih suka cerita yang sudah dikenal

Salah satu alasan utama adalah adanya mere-exposure effect, yaitu kecenderungan seseorang semakin menyukai sesuatu karena sering terpapar. Penelitian dari University of Chicago menunjukkan bahwa ketika kita menonton ulang sebuah tayangan, kita justru menemukan detail-detail baru yang sebelumnya terlewatkan.

Dalam konteks drakor, Bunda mungkin merasa semakin terikat dengan karakter atau alur cerita setelah menonton berulang kali. Otak juga lebih mudah memproses cerita yang sudah dikenal.

2. Nonton drakor lama bisa jadi terapi emosional

Menonton drakor lama sering kali membawa kita kembali ke momen tertentu dalam hidup. Hal ini berkaitan dengan konsep nostalgia yang ternyata memiliki efek terapeutik. Dalam dunia psikologi, ada pendekatan yang disebut reminiscence therapy yang memanfaatkan kenangan masa lalu untuk meningkatkan kesejahteraan mental.

Saat Bunda menonton ulang drakor favorit, bisa jadi Bunda teringat suasana tertentu misalnya masa santai, teman menonton, atau fase hidup yang menyenangkan. 

3. Terlalu banyak pilihan 

Menurut psikolog Barry Schwartz dalam bukunya The Paradox of Choice, terlalu banyak pilihan justru bisa membuat seseorang stres dan sulit mengambil keputusan. Hal ini juga berlaku saat memilih tontonan di berbagai platform streaming.

Ketika dihadapkan dengan ratusan judul drakor baru, otak bisa merasa kewalahan. Akhirnya, menonton ulang drama yang sudah ditonton menjadi pilihan yang mudah dan cepat.

Hal ini dapat membantu menghindari stres karena harus memilih dan memastikan apakah tontonan baru akan sesuai ekspektasi atau tidak.

4. Membantu mengurangi rasa kesepian

Sebuah studi pada tahun 2009 menemukan bahwa menonton ulang acara favorit dapat meningkatkan perasaan nyaman karena adanya hubungan emosional dengan karakter, yang disebut parasocial relationship. Dalam drakor, karakter-karakter favorit bisa terasa seperti “teman lama”.

Hubungan semu ini ternyata berdampak nyata pada kesejahteraan psikologis, seperti meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi kesepian. Tidak heran jika banyak orang kembali menonton drakor yang sama saat merasa sendiri atau butuh hiburan.

5. Mengurangi beban pikiran dan stres

Dikutip dari laman The Spectator, penelitian yang dilakukan oleh Dr. Jaye Derrick, seorang profesor psikologi dari University of Houston, menunjukkan bahwa menonton ulang tayangan favorit membutuhkan usaha mental yang lebih rendah dibandingkan menonton sesuatu yang baru.

Dalam studinya, mahasiswa diminta mengisi kuesioner terkait kebiasaan menonton ulang, suasana hati, dan tingkat stres. Hasilnya menunjukkan bahwa tontonan yang familiar memberikan rasa nyaman, menurunkan stres, dan meningkatkan suasana hati.

Selain itu, menurut psikiater Dr. Jalpa Bhuta, otak tidak perlu bekerja keras karena sudah mengetahui alur cerita. Hal ini membuat aktivitas menonton menjadi lebih santai.

Bahkan, tontonan favorit juga dapat memicu pelepasan dopamin, zat kimia di otak yang berkaitan dengan rasa senang, sehingga membuat pengalaman menonton terasa lebih menyenangkan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Drama Korea Terbaru April 2026 yang Diprediksi Raih Rating Tinggi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Chelsea Islan Gelar Baby Shower Kehamilan Bertema Pesta Musim Panas

Kehamilan

Momen Artis Rayakan Hari Kartini 2026, Caption Sosmed Curi Perhatian

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kisah Simalakama RA Kartini, Menyembunyikan Status Ibu demi Menjaga Nama Baik Ayah

Mom's Life Tim HaiBunda

Berapa Kali Idealnya Suami Istri Berhubungan Intim? Simak Penjelasannya

Mom's Life Angella Delvie Mayninetha & Muhammad Prima Fadhilah

Kapan Mainan Gigitan Aman Diberikan ke Bayi?

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

10 Tanaman Pengusir Semut yang Dapat Ditanam di Rumah, Aromanya Enak!

Kenalkan Konsep Merah Putih, Cara Benar Menyikat Gigi Anak Menurut Dokter

Chelsea Islan Gelar Baby Shower Kehamilan Bertema Pesta Musim Panas

Momen Artis Rayakan Hari Kartini 2026, Caption Sosmed Curi Perhatian

Kapan Mainan Gigitan Aman Diberikan ke Bayi?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK