HaiBunda

MOM'S LIFE

Waspada, Bun! 5 Sektor Ini Terancam Badai Ekonomi di 3 Bulan Mendatang

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 04 May 2026 16:40 WIB
Waspada, Bun! 5 Sektor Ini Terancam Badai di 3 Bulan Mendatang/ Foto: Getty Images/iStockphoto/jjlim80
Jakarta -

Kondisi ekonomi di Tanah Air mulai melemah imbas perang di Timur Tengah. Beberapa sektor pekerjaan pun disebut-sebut terancam badai ekonomi. Apa saja?

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal baru-baru ini mengingatkan tentang potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam tiga bulan ke depan.

Menurutnya, ancaman PHK ini akan sangat berdampak pada beberapa sektor. Selain karena harga bahan baku yang melonjak, dampak perang juga memengaruhi daya beli masyarakat di sektor-sektor tertentu, Bunda.


Sektor yang terancam badai ekonomi di 3 bulan mendatang

Berikut lima sektor di Indonesia yang terancam badai ekonomi akibat perang Timur Tengah:

1. Sektor tekstil dan produk tekstil

Sektor yang berpotensi terkena PHK adalah sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), termasuk benang, kain, hingga polyester. Informasi menyebut bahwa perusahaan-perusahaan di sektor ini sudah mulai mengajak pekerja berdiskusi terkait potensi pengurangan tenaga kerja.

"Tapi realitanya, laporan dari anggota KSPI, bukan orang lain, serikat pekerja di perusahaan, terutama di sektor industri TPT, tekstil dan produk turunannya. Benang, kain, dan polyester dan sebagainya," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (4/5/26).

2. Sektor industri plastik

Sektor kedua terancam PHK adalah industri plastik. Seperti diketahui, beberapa bulan terakhir, lonjakan harga plastik di pasaran meningkat.

Industri ini menghadapi tekanan karena bahan baku yang membuat biaya produksi melonjak seiring pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Kenaikan harga ini juga berdampak pada daya beli masyarakat yang turun, Bunda.

"Kemudian industri plastik, karena harga bahan baku plastik naik tajam, sehingga industri kesulitan. Dia kan bahan bakunya impor, polimer impor, petrokimia banyak yang impor. Begitu diproduksi, impor kan berarti beli barangnya pake dolar, jualnya di pasar domestik pakai rupiah, sedangkan harga rupiah anjlok terhadap dolar, ya buntung lah, makanya harga plastik naik," ungkap Said Iqbal.

"Nah kalau harga plastik naik sampai 50 persen, daya beli masyarakatnya jadi menurun. Ada ibu-ibu cerita yang jualan di pasar biasa bungkus pake plastik, sekarang pake daun. Nah itu kan plastik turun. Itu kan ancaman PHK di industri plastik," sambungnya.

Selain sektor tekstil dan plastik, ada tiga sektor yang juga dikaitkan dengan potensi PHK. Sektor apa saja ya, Bunda?

TERUSKAN MEMBACA DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Turis Rusia Tak Bisa Tarik Uang Tunai, Pelaku Bisnis di Bali Ikut Merugi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Andien Bangun Sekolah Gratis di Kampung Apung, Wujudkan Akses Pendidikan untuk Anak-anak

Mom's Life Amira Salsabila

Indah Permatasari Hamil Anak Kedua, Banjir Ucapan Selamat dari Para Sahabat

Kehamilan Amrikh Palupi

15 Resep Olahan Telur untuk Anak agar Tidak Bosan untuk Lauk Simple yang Enak & Praktis

Parenting Elia Amaliana

5 Potret Memesona Mahalini Kenakan Hijab saat Tampil di Festival Musik di Aceh

Mom's Life Amira Salsabila

15 Soal Bangun Datar Kelas 5 dan Kunci Jawabannya

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Andien Bangun Sekolah Gratis di Kampung Apung, Wujudkan Akses Pendidikan untuk Anak-anak

15 Resep Olahan Telur untuk Anak agar Tidak Bosan untuk Lauk Simple yang Enak & Praktis

Indah Permatasari Hamil Anak Kedua, Banjir Ucapan Selamat dari Para Sahabat

5 Potret Memesona Mahalini Kenakan Hijab saat Tampil di Festival Musik di Aceh

5 Panci Pink Anti Lengket & Awet, Koleksi Cantik Bikin Semangat Masak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK