Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Bacaan Takbiran Idul Adha Lengkap Teks Arab, Latin & Artinya Beserta Takbir 7 Kali Salat

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Jumat, 22 May 2026 07:40 WIB

Ilustrasi Idul Adha
Ilustrasi Idul Adha / Foto: iStock
Daftar Isi

Takbiran Idul Adha menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Muslim untuk menyambut Hari Raya Idul Adha dengan penuh suka cita. Melalui bacaan takbir Idul Adha lengkap dengan teks Arab, Latin, dan artinya, Bunda bisa lebih mudah memahami sekaligus menghayati makna pujian kepada Allah SWT.

Takbir Idul Adha juga berkaitan dengan pelaksanaan salat Id yang kerap membuat sebagian orang bertanya mengenai berapa takbir salat Idul Adha sesuai sunnah? Pertanyaan tentang takbir salat Idul Adha berapa kali hingga jumlah takbir pada shalat Idul Adha memang sering dicari agar ibadah dapat dilakukan dengan lebih tepat.

Lantas, berapa kali takbir salat Idul Adha? Dalam pelaksanaannya, salat Idul Adha memiliki jumlah takbir yang berbeda dibandingkan salat sunnah pada umumnya. Ketentuan ini merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA mengenai tata cara Rasulullah SAW ketika menunaikan salat Id.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hadits tersebut menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan takbir salat Idul Adha sebanyak tujuh kali takbir pada rakaat pertama dan lima kali takbir pada rakaat kedua. Dikutip dari buku Panduan Sholat Rosulullah 2 oleh Imam Abu Wafa, riwayat ini tercantum dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Malik.

Dalam praktiknya, tujuh kali takbir di rakaat pertama dilakukan setelah takbiratul ihram sebelum membaca surah Al-Fatihah. Sementara itu, pada rakaat kedua, lima kali takbir dibaca sebelum memulai bacaan Al-Fatihah. Tata cara tersebut kemudian menjadi pedoman yang banyak digunakan umat Muslim saat melaksanakan salat Idul Adha maupun Idul Fitri.

Adapun bunyi hadits yang menjelaskan jumlah takbir tersebut adalah sebagai berikut:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُكَبِّرُ فِي الفِطْرِ وَالْأَضْحَى فِي الْأَوْلَى سَبْعَ تَكْبِبْرَاتٍ وَفِي الثَّانِيَةِ خَمْسًا

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW bertakbir pada salat Idul Fitri dan Idul Adha sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua.” (HR Abu Dawud dan Malik)

Dalam artikel ini, Bunda bisa menemukan panduan bacaan takbir Idul Adha lengkap dengan Bahasa Arab, latin, hingga artinya, serta tata caranya. Informasi mengenai takbir Idul Adha ini pun dirangkum secara singkat supaya Bunda lebih mudah memahami sebelum melaksanakan ibadah salat Id dan merayakan Hari Raya Idul Adha.

Keutamaan membaca takbir

Takbiran Idul Adha bukan sekadar tradisi yang dikumandangkan untuk memeriahkan suasana hari raya, tetapi juga menjadi bentuk zikir dan ungkapan syukur kepada Allah SWT. Melalui lantunan lafadz takbir Idul Adha, umat Muslim diajak untuk terus mengingat kebesaran Allah sebelum, saat, hingga setelah perayaan Idul Adha berlangsung.

Keutamaan membaca takbir juga telah dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Hajj ayat 28, di mana Allah SWT berfirman:

لِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْبَاۤىِٕسَ الْفَقِيْرَ ۖ

Artinya: "Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah (berdzikir) pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir."

Melalui ayat tersebut, takbir Idul Adha 2026 dapat dipahami sebagai amalan untuk memperbanyak zikir sekaligus mengingat nikmat yang telah Allah berikan. Oleh karena itu, mengumandangkan takbiran Idul Adha menjadi salah satu cara sederhana untuk menambah rasa syukur serta mendekatkan diri kepada-Nya di momen hari raya.

Perbedaan takbir Idul Adha dan Idul Fitri

Mengutip dari situs berita detikcom, perbedaan utama antara takbiran Idul Adha dan Idul Fitri sebenarnya terletak pada waktu pelaksanaannya, Bunda. Meski begitu, kalimat takbir Idul Adha maupun takbir saat Idul Fitri pada dasarnya memiliki bacaan yang sama sehingga umat Muslim tetap melafalkan pujian kepada Allah SWT dengan lafaz serupa.

Pada Idul Fitri, umat Muslim dianjurkan mengumandangkan takbir mursal sejak malam 1 Syawal hingga sebelum salat Id dilaksanakan. Sementara itu, takbiran Idul Adha lebih dianjurkan menggunakan takbir muqayyad yang dimulai sejak Subuh pada hari Arafah dan terus dilantunkan sampai berakhirnya hari tasyrik.

Karena itulah, takbir Hari Raya Idul Adha biasanya terdengar lebih lama dan sering dikumandangkan setelah salat fardu berjamaah. Selain menjadi syiar Islam, kalimat takbir Idul Adha juga menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk memperbanyak zikir dan mengagungkan Allah SWT selama momen Hari Raya Idul Adha.

Hukum takbiran Idul Adha

Dalam ajaran Islam, takbiran Idul Adha memiliki hukum sunnah sehingga sangat dianjurkan untuk bisa diamalkan oleh umat Muslim saat menyambut Hari Raya Idul Adha. Kumandang takbir Hari Raya Idul Adha juga bisa menjadi bentuk zikir dan pengagungan kepada Allah SWT yang biasa dilakukan sejak malam Idul Adha hingga hari-hari tasyrik.

Menilik dari buku Fikih Ibadah Madzhab Syafi'i, anjuran melaksanakan takbiran Idul Adha didasarkan pada firman Allah SWT berikut:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ

Artinya: "Dan berzikirlah (dengan menyebut nama Allah dalam beberapa hari yang berbilang." (Al-Baqarah: 203)

Ibnu Abbas juga menjelaskan bahwa yang dimaksud beberapa hari berbilang dalam ayat tersebut adalah hari-hari tasyrik. Oleh karena itu, takbir Hari Raya Idul Adha dianjurkan untuk terus dikumandangkan sebagai bentuk mengingat kebesaran Allah SWT pada hari-hari tersebut.

Waktu membaca takbiran Idul Adha

Berdasarkan informasi dari buku Fikih Salat Sunnah oleh Ali Musthafa Siregar, takbir hari raya dibagi menjadi dua macam, yaitu takbir mursal dan takbir muqayyad. Kedua takbir ini dipengaruhi oleh waktu pengalamannya. Lantas, apakah perbedaan dari keduanya? dan kapan waktu yang tepat untuk membaca takbir tersebut?

1. Takbir mursal

Takbir mursal merupakan lantunan takbir yang dibaca tidak berkaitan langsung dengan pelaksanaan salat wajib maupun sunnah. Oleh karena itu, amalan ini dapat diamalkan kapan saja dan di mana saja, baik saat beraktivitas maupun dalam keadaan tertentu lainnya.

Pelaksanaan takbir mursal dimulai sejak matahari terbenam pada malam Idul Fitri berlangsung hingga imam memulai salat Id dengan takbiratul ihram.

2. Takbir Muqayyad 

Pelaksanaan takbir muqayyad umumnya dikaitkan dengan waktu selesai menunaikan salat, baik salat wajib maupun sunnah. Amalan ini dimulai usai salat Subuh pada 9 Dzulhijjah yang dikenal sebagai hari Arafah, lalu terus dikumandangkan hingga setelah salat Ashar pada 13 Dzulhijjah, tepatnya di akhir hari tasyrik.

Tata cara takbiran Idul Adha 2026

Takbir Idul Adha menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk dikumandangkan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha. Takbir ini biasanya mulai dibaca sejak 9 Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik sebagai bentuk mengagungkan Allah SWT.

Dalam pelaksanaannya, takbir dapat dilakukan secara sendiri maupun berjemaah di masjid, musala, atau di rumah. Agar tidak keliru, berikut tata cara takbir Idul Adha yang umum dilakukan umat Muslim.

1. Membaca niat dan menghadirkan rasa khusyuk

Sebelum mulai mengumandangkan takbir, umat Muslim dianjurkan meluruskan niat terlebih dahulu untuk memuliakan dan mengagungkan Allah SWT dan menyambut Idul Adha dengan hati yang tulus.

2. Mengumandangkan bacaan takbir

Takbir Idul Adha dibaca dengan lafaz takbir yang umum dilantunkan umat Muslim, seperti “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allahu Akbar walillaahil hamd.

3. Membaca takbir dengan suara lantang dan tertib

Takbir sunnah dikumandangkan dengan suara yang jelas namun tetap menjaga ketertiban. Biasanya takbir dilafalkan berulang-ulang secara bersama-sama di masjid atau musala.

4. Melaksanakan takbir setelah salat fardhu

Pada Idul Adha, takbir juga dianjurkan dibaca setiap selesai salat wajib selama hari tasyrik, yakni mulai 9 hingga 13 Dzulhijjah.

5. Menjaga adab saat bertakbir

Saat mengumandangkan takbir, umat Muslim dianjurkan tetap menjaga sikap sopan, tidak berlebihan, serta menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.

Bacaan takbiran Idul Adha sesuai sunnah

Lirik takbir Idul Adha terdiri dari rangkaian bacaan takbir, tahlil, serta tahmid. Berikut ini bacaan takbir Idul Adha sesuai sunnah yang umum dilantunkan:

اللهُ اكبَرْ، اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُو ِللهِ الحَمْد

Arab latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar Kabira, Laa ilaaha illallaahu wallahu Akbar, Allahu Akbar walillaah ilhamd

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."

Bacaan takbir Idul Adha pendek: Arab, latin, dan artinya

Adapun teks takbir Idul Adha versi pendek yang juga bisa untuk Bunda dan keluarga lantunkan adalah sebagai berikut:

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا

Arab latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, kabiran.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dengan kebesaran-Nya."

Bacaan takbir Idul Adha panjang: Arab, Latin, dan artinya

Selain versi pendek, terdapat pula bacaan takbir Idul Adha yang dibaca lebih panjang. Umumnya, takbir ini diamalkan usai menunaikan salat wajib sejak 9 Dzulhijjah sampai 13 Dzulhijjah. Mengutip buku Panduan Praktis Salat Wajib & Sunah karya Abdul Bakir, berikut bacaan takbir Idul Adha yang bisa diamalkan:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرَ اللهُ أَكْبَرُ, لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ

وَلِلَّهِ الْحَمْد ×٣

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً, لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Arab latin: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamdu (3×).

Allaahu akbar kabiira wal hamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiila. Laa ilaaha illallaahu wa laa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud diina wa lau karihal kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdahu, shadaqa wa'dahu, wa nasara'abdahu, wa a'azza jundahu wa hazamal ahzaaba wahdahu. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahil hamdu.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah."

"Allah Maha Besar dan Maha Agung dan segala puji bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang, tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya Allah, dengan ikhlas kami beribadah kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci. Tidak ada Tuhan melainkan Allah sendiri-Nya dan Dia mengusir musuh nabi-nabi-Nya dengan sendiri-Nya, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi-Nya segala puji."

Bacaan takbir 7 kali salat Idul Adha

Mengutip laman detikcom, terdapat beberapa versi bacaan takbir 7 kali salat Idul Adha yang bisa dibacakan. Berikut ini lafaznya:

Bacaan takbir 7 kali salat Idul Adha versi 1

Berikut ini bacaan setelah takbir salat Idul Adha versi 1:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَر

Arab latin: Subhana allahi wal hamdu lillahi walaa ilaha illa allah, wallahu akbar

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar."

Bacaan takbir 7 kali salat Idul Adha versi 2

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Arab latin: Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil azhîm.

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi Lagi Maha Agung."

Bacaan takbir 7 kali salat Idul Adha versi 3

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي

Arab latin: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii

Artinya: "Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku.

Bacaan takbir 5 kali rakaat kedua salat Idul Adha

Setelah membaca bacaan salat Idul Adha saat takbir 7 kali pada rakaat pertama, Bunda juga harus membaca takbir 5 kali saat rakaat kedua dalam salat Idul Adha. 

Berikut ini bacaan takbir salat Idul Adha 5 kali rakaat kedua salat Idul Adha:

Bacaan takbir 5 kali salat Idul Adha versi 1

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَر

Arab latin: Subhana allahi wal hamdu lillahi walaa ilaha illa allah, wallahu akbar

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar."

Bacaan takbir 5 kali salat Idul Adha versi 2

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Arab latin: Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil azhîm.

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi Lagi Maha Agung."

Bacaan takbir 5 kali salat Idul Adha versi 3

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي

Arab latin: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii

Artinya: "Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku."

Niat salat Idul Adha

Salat Idul Adha umumnya dilakukan secara berjamaah dengan imam berada di bagian depan untuk memimpin pelaksanaan ibadah. Setelah menempati mihrab, imam memulai salat dengan mengucapkan niat salat Idul Adha sekaligus melakukan takbiratul ihram, kemudian diikuti oleh para makmum.

Berikut bacaan niat salat Idul Adha yang dapat dilafalkan:

أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ.

Arab latin: Ushalli sunnatal li'idil adha rak'ataini mustaqbilal qiblati (ma'mûman/imâman) lillahi ta'ala. Allâhu Akbar...

Artinya: "Aku niat salat sunah Idul Adha dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Taala." Allahu Akbar...

Tata cara salat Idul Adha beserta bacaannya

Supaya tidak bingung saat menjalankan ibadah salat Idul Adha, berikut ini niat dan tata cara salat Idul Adha yang baik dan benar: 

1. Aba-aba Bilal

Saat imam telah berada di masjid, bilal atau muraqi biasanya langsung memberikan tanda bahwa salat Idul Adha akan segera dimulai. Seruan yang dikumandangkan ialah, “Shalla sunnatal li'idil adha rak'ataini jamiatan rahimakumullah” sebagai ajakan kepada jamaah untuk bersiap melaksanakan salat bersama.

2. Membaca niat dan takbiratul ihram

Setelah jamaah bersiap untuk melaksanakan salat Id, imam biasanya langsung berdiri di mihrab untuk memimpin ibadah. Kemudian imam memulai salat dengan membaca niat salat Idul Adha bersamaan dengan takbiratul ihram, lalu diikuti oleh para makmum.

Berikut bacaan niat salat Idul Adha yang dapat dilafalkan:

أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ.

Arab latin: Ushalli sunnatal li'idil adha rak'ataini mustaqbilal qiblati (ma'mûman/imâman) lillahi ta'ala. Allâhu Akbar...

Artinya: "Aku niat salat sunah Idul Adha dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Taala." Allahu Akbar…

3. Membaca doa iftitah

Sesudah takbiratul ihram, jamaah dianjurkan membaca doa iftitah terlebih dahulu sebelum melanjutkan rangkaian salat Id. Jumlah takbir salat Idul Adha pada rakaat pertama dilakukan tujuh kali takbir, sedangkan di rakaat kedua dilakukan lima kali takbir.

Di antara setiap bacaan takbir tersebut, umat Muslim juga dianjurkan melafalkan tasbih sebagai bentuk pujian kepada Allah SWT. 

4. Membaca Surah Al-Fatihah dan surah pendek

Sesudah membaca tujuh kali takbir pada rakaat pertama, jamaah dianjurkan membaca ta'awudz sebelum melanjutkan ke surah Al-Fatihah. Setelah itu, terdapat sunnah membaca surah tertentu seperti surah Qaf atau Al-A'la sebagai pelengkap bacaan salat Idul Adha.

Pada rakaat kedua, takbir kembali dilakukan sebanyak lima kali sebelum membaca Al-Fatihah. Usai membaca surah Al-Fatihah, umat Muslim disunnahkan melanjutkan bacaan dengan surah Al-Qamar atau Al-Ghasyiyah.

5. Melaksanakan rukun salat

Sesudah rangkaian tersebut selesai dilakukan, ibadah dilanjutkan dengan gerakan dan bacaan salat lainnya seperti biasa sampai akhirnya ditutup dengan salam.

6. Khutbah

Usai pelaksanaan salat, muroqi (bilal) kemudian bangkit untuk memberi aba-aba dimulainya khutbah. Setelah itu, disusul dengan melantunkan salawat sembari memberikan tongkat kepada khatib.

Bunda, itulah bacaan takbiran Idul Adha lengkap dengan teks Arab, Latin, dan artinya yang bisa dibaca bersama keluarga saat malam takbiran Idul Adha. Semoga informasi di atas juga bisa menjawab pertanyaan Bunda terkait salat Idul Adha berapa takbir sesuai tata cara yang dianjurkan.

Semoga juga penjelasan tentang takbiran Idul Adha ini bisa membantu Bunda menjalani ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk. Kini, Bunda tidak perlu bingung lagi mencari tahu takbir Idul Adha berapa kali dalam salat Id maupun saat mengumandangkan takbir di Hari Raya Idul Adha. Semuanya telah Bubun rangkum di atas. Semoga membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda