HaiBunda

MOM'S LIFE

10 Ciri Kepribadian Orang yang Memilih Diam saat Marah dan Kecewa

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 21 May 2026 15:40 WIB
10 Ciri Kepribadian Orang yang Memilih Diam saat Marah dan Kecewa/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Seseorang yang memilih diam saat marah dan kecewa biasanya memiliki kepribadian yang khas, Bunda. Mereka memilih untuk diam bukan karena tidak peduli dengan situasi.

Bagi orang-orang ini, keheningan adalah cara terbaik untuk memproses emosi dan mengatasi konflik. Mereka diam untuk menenangkan hati agar tidak melakukan hal yang impulsif.

Studi yang diterbitkan di Journal of Personality and Social Psychology tahun 2010 menemukan bahwa orang yang cenderung menekan emosi, melakukannya untuk melindungi diri sendiri. Mereka belajar bahwa mengekspresikan emosi biasanya akan menimbulkan masalah baru yang sulit dihindari.


Mengenali ciri kepribadian orang yang memilih diam saat marah sangat penting, Bunda. Hal tersebut bisa membantu kita dalam berinteraksi dan menjalin relasi dengan baik.

Simak ciri kepribadian orang yang suka diam saat marah berikut ini!

Ciri kepribadian orang yang memilih diam saat marah

Melansir dari laman Your Tango, berikut 10 ciri kepribadian orang yang lebih memilih diam saat marah atau merasa kecewa:

1. Mereka sangat introspektif

Orang yang banyak menghabiskan waktu dalam diam setelah merasa kesal biasanya suka menganalisis perasaan mereka. Orang-orang ini mencoba memahami situasi sebelum mengatakan apa pun.

Ketika terdiam, biasanya karena otak mereka memutar ulang situasi dari setiap sudut pandang dan mencoba untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Bagi mereka yang mencari solusi instan, hal ini mungkin membuat frustrasi. Tetapi bagi orang-orang ini, diam adalah cara terbaik untuk memproses emosi tanpa memperburuk keadaan.

2. Pribadi yang suka menjaga suasana hati orang lain

Saat seseorang menjadi pendiam karena kesal, mereka biasanya menyadari betapa menularnya emosi, terutama emosi negatif dan intens. Mereka lebih memilih menanggungnya sendiri daripada emosi memengaruhi orang lain.

Sifat atau ciri kepribadian ini dapat berasal dari fakta bahwa mereka sangat empatik. Orang-orang ini akan mudah menyadari ketika orang lain merasa sedih dan stres. Alih-alih menambah kekacauan, mereka akan mundur sejenak dan memproses emosi sendiri, lalu membagikannya ketika mereka merasa hal itu tidak akan membebani orang lain.

3. Pribadi yang tangguh

Orang yang memilih diam saat marah biasanya adalah pribadi yang tangguh. Mereka mampu memahami bahwa bereaksi secara langsung mungkin tidak akan menyelesaikan apa pun, jadi mereka mengandalkan kemampuan untuk bertahan dan memiliki waktu untuk pulih sebelum berbicara.

Keheningan memberikan ruang untuk memproses perasaan tanpa membiarkan rasa frustrasi menguasai diri. Orang-orang ini biasanya tidak perlu mengungkapkan setiap pikiran atau perasaan karena mereka percaya diri untuk mengatasinya sendiri.

4. Suka berhati-hati secara emosional

Orang yang memilih diam saat kecewa cenderung lebih berhati-hati secara emosional sebelum mengungkapkan perasaan mereka. Hal ini karena mereka tidak ingin mengatakan sesuatu yang nantinya akan disesali.

Mereka memahami bahwa tidak berpikir sebelum berbicara terkadang dapat meningkatkan ketegangan. Itulah mengapa mereka memutuskan untuk berhenti sejenak dan merenung.

5. Orang yang menghindari konflik

Orang-orang yang menahan diri saat emosi umumnya tidak menyukai konfrontasi dan lebih memilih untuk mundur daripada memperburuk situasi. Keputusan untuk diam adalah sebuah mekanisme pertahanan.

Sikap diam ini sebenarnya memberi mereka kesempatan untuk mengevaluasi situasi dan memilih untuk menghadapinya dengan lebih tenang dibandingkan jika mereka ikut campur dan memperburuk keadaan. Keheningan terkadang dilakukan tanpa ada niat jahat, melainkan hanya untuk menghindari drama yang tidak perlu.

6. Pribadi yang mandiri

Ketika seseorang menjadi pendiam setelah merasa kesal, biasanya itu dilakukan untuk berpikir. Mereka berpikir untuk menyelesaikan masalah tersebut di dalam hati sebelum berbicara.

Orang-orang ini ingin bertanggung jawab atas perasaan mereka sendiri dan memastikan bahwa mereka tidak bereaksi dengan cara yang tidak mencerminkan perasaan mereka. Mereka menyadari bahwa tidak semua orang mampu menangani emosi yang intens, jadi mereka memilih untuk mengelola emosi mereka sendiri terlebih dahulu.

7. Orang yang sangat jeli

Orang yang diam saat marah biasanya mampu menangkap hal-hal tertentu. Mereka menyerap informasi sebelum bereaksi dan ingin memahami semua dinamika sebelum benar-benar berbicara.

"Memiliki kemampuan observasi yang baik berarti cukup peka terhadap perasaan orang lain, termasuk mampu memvalidasi apa yang mungkin dipikirkan atau dirasakan orang lain," kata pakar komunikasi Joe Navarro.

8. Pribadi yang sabar

Orang yang sabar biasanya memilih diam saat marah atau merasa kecewa. Mereka lebih suka memberi diri sendiri waktu untuk membiarkan gelombang emosi berlalu sepenuhnya. Mereka jauh lebih nyaman jika dapat berdiam diri dengan perasaan tidak nyaman untuk sementara waktu.

Orang-orang ini tidak panik ketika emosi mereka menjadi terlalu kuat. Mereka lebih memilih meluangkan waktu dan mengatakan sesuatu yang bermakna, daripada terburu-buru mengatakan sesuatu yang tidak mereka maksudkan.

9. Pribadi yang sangat terutup

Menjadi orang yang tertutup terkadang berarti mereka tidak mau berbagi setiap pikiran atau emosi dengan orang-orang di sekitar. Kepribadian inilah yang juga sering dimiliki orang yang memilih diam saat marah atau kecewa, Bunda.

Mereka merasa bahwa kepercayaan harus diperoleh sebelum mengizinkan seseorang masuk. Ketika mereka menjadi pendiam, biasanya itu karena mereka sedang memutuskan apakah mereka merasa cukup aman untuk benar-benar berbagi dengan seseorang.

10. Peka terhadap penilaian

Memilih diam saat marah dapat berarti orang tersebut memang tidak ingin mengatakan hal yang salah dan kemudian ditanggapi dengan buruk. Daripada mengambil risiko itu, mereka memilih untuk menyimpan semuanya untuk sementara waktu.

Bagi orang-orang ini, keheningan memberi kesempatan untuk mengekspresikan diri dengan cara yang membuat mereka merasa aman dan puas. Mereka juga biasanya sangat peduli tentang bagaimana hubungan dapat terpengaruh oleh apa yang mereka katakan, sehingga mereka tidak ingin merusaknya dengan cepat bicara.

Demikian 10 ciri kepribadian orang yang memilih diam saat marah dan kecewa. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Menurut Psikolog, Ini 7 Tanda Seseorang Terlahir Baik Hati

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

10 Ciri Kepribadian Orang yang Memilih Diam saat Marah dan Kecewa

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Kesalahan Orang Tua yang Bisa Memperpendek Usia Anak, Sering Dianggap Sepele

Parenting Nadhifa Fitrina

Sempat Turun, Harga Emas Antam Logam Mulia Tembus Rp2,8 Juta Lagi

Mom's Life Amira Salsabila

IDAI Soroti Pemberian Sufor dalam Program MBG, Ingatkan Risiko Busui Berhenti Berikan ASI

Menyusui Annisa Karnesyia

Pangeran Harry Beri Kado Patung Penguin ke Meghan, Apa Maknanya?

Mom's Life Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Resep Bumbu Sate Kambing Sebelum Dibakar yang Enak & Mudah

5 Kesalahan Orang Tua yang Bisa Memperpendek Usia Anak, Sering Dianggap Sepele

10 Rekomendasi Sterilizer Botol Bayi Terbaik, Ada yang Low Watt

10 Ciri Kepribadian Orang yang Memilih Diam saat Marah dan Kecewa

IDAI Soroti Pemberian Sufor dalam Program MBG, Ingatkan Risiko Busui Berhenti Berikan ASI

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK