Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

10 Kebiasaan Orang yang Hidupnya Tidak Bahagia, sering Bermental sebagai Korban

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 23 May 2026 16:40 WIB

ilustrasi Perempuan Sedih
ilustrasi Perempuan yang Hidupnya Tidak Bahagia/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Nuttawan Jayawan
Daftar Isi
Jakarta -

Kebahagiaan adalah hal yang dicari oleh setiap manusia dalam hidup. Namun, tidak semua orang hidupnya bahagia, Bunda.

Banyak orang menjalani hari demi hari hanya karena kewajiban, bukan karena menikmati hidup yang mereka jalani. Orang yang hidupnya tidak bahagia bisanya kehilangan makna dalam hidup. Dampaknya bahkan bisa memengaruhi orang di sekitar.

Studi dari Stanford menemukan bahwa berada di sekitar orang-orang yang tidak bahagia dikaitkan dengan kesehatan yang lebih buruk dan umur yang lebih pendek. Studi ini meneliti subjek yang kehidupannya diobservasi selama delapan dekade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Saat orang merasa hidupnya tidak bahagia, dia akan menunjukkan kepribadian yang khas. Kebiasaan ini dapat diamati saat menjalin relasi dengan orang lain, Bunda.

Simak kebiasaan orang yang hidupnya tidak bahagia berikut ini!

10 kebiasaan orang yang tidak bahagia

Melansir dari laman Forbes, berikut 10 kebiasaan orang yang hidupnya tidak bahagia:

1. Suka menunggu masa depan

Orang yang hidupnya tidak bahagia suka menunggu tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Mereka suka mengatakan pada diri sendiri, "Aku akan bahagia ketika..."

Kebiasaan mengatakan hal tersebut bukan hanya buruk tapi juga dapat menyebabkan rasa tidak bahagia dalam hidup. Perkataan itu terlalu menekankan pada keadaan, dan keadaan yang membaik tidak selalu membawa kebahagiaan.

2. Terlalu banyak menghabiskan waktu dan tenaga untuk hal tak penting

Orang yang tidak bahagia cenderung menghabiskan waktu dan tenaga untuk hal tak penting. Misalnya, mereka memiliki kekayaan, tapi menghambur-hamburkannya untuk membeli barang yang tidak penting.

Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa barang-barang materi tidak lantas bisa membuat seseorang bahagia. Ketika membiasakan diri mengejar barang-barang, kita cenderung menjadi tidak bahagia karena tanpa disadari kita mungkin mengorbankan hal-hal lain yang lebih penting untuk mendapatkannya, seperti teman, keluarga, dan hobi.

3. Suka berada di rumah atau menghindari bertemu orang lain

Ketika merasa tidak bahagia, kira cenderung menghindari orang lain. Ini adalah kesalahan besar karena bersosialisasi sangat baik untuk meningkatkan suasana hati.

Kita semua pernah mengalami hari-hari sulit hingga memutuskan untuk berdiam diri di rumah. Tapi, ketahuilah bahwa begitu hal ini menjadi kebiasaan, itu akan merusak suasana hati.

4. Memandang diri sendiri sebagai korban

Orang yang tidak bahagia cenderung memandang dirinya sebagai korban saat sesuatu terjadi di luar kendali. Mereka suka mengatakan, "Hidup sedang berusaha menjatuhkan saya, dan tidak ada yang bisa saya lakukan".

Meskipun setiap orang berhak merasa sedih sesekali, penting untuk menyadari kapan hal itu dapat memengaruhi pandangan kita terhadap kehidupan. Ingat ya, kita bukan satu-satunya orang yang mengalami hal-hal buruk dalam hidup.

5. Pesimisme

Tidak ada yang lebih memicu rasa tidak bahagia selain pesimisme. Sikap pesimis tak hanya berdampak buruk pada suasana hati, tapi juga bisa memenuhi diri sendiri dengan pikiran negatif.

Pikiran pesimis sulit dihilangkan sampai kita menyadari betapa tidak logisnya pikiran tersebut. Cara untuk menghilangkan kebiasaan ini adalah dengan memaksa diri melihat fakta dan mengetahui bahwa keadaan tidak seburuk yang terlihat.

6. Suka mengeluh

Kebiasaan suka mengeluh bisa menandakan hidup Bunda tidak bahagia. Mengeluh bisa jadi merupakan perilaku yang yang muncul sebagai mekanisme pertahanan diri untuk meredakan stres.

Kebiasaan terus mengeluh dapat menegaskan rasa pesimis atau pikiran negatif. Selain membuat Bunda tidak bahagia, kebiasaan suka mengeluh juga dapat menjauhkan orang lain.

7. Suka membesar-besarkan masalah

Orang yang tidak bahagia cenderung suka membesar-besarkan masalah. Mereka melihat setiap hal negatif yang datang sebagai bukti bahwa hidup tengah berusaha melawannya.

Orang yang bahagia merasa kesal jika mengalami kecelakaan kecil dalam perjalanan ke tempat kerja, tetapi mereka tetap melihat segala sesuatunya dari perspektif yang tepat. Sebaliknya, orang yang tidak bahagia menggunakannya sebagai bukti bahwa hari itu menjadi hari terburuk selama hidup mereka.

8. Suka menyembunyikan kesalahan

Orang yang bahagia bertanggung jawab atas tindakan mereka. Ketika mereka melakukan kesalahan, mereka mengakuinya.

Sebaliknya, orang yang tidak bahagia menganggap masalah dan kesalahan sebagai ancaman, sehingga mereka mencoba menyembunyikannya. Masalah pun cenderung menjadi lebih besar ketika diabaikan.

9. Tidak mau mengubah diri

Orang yang tidak bahagia adalah pesimis dan merasa kurang memiliki kendali atas hidup mereka. Hal tersebut membuat mereka cenderung duduk diam ketika sesuatu terjadi.

Alih-alih menetapkan tujuan atau belajar, orang-orang ini hanya terus menjalani hidup tanpa mau berusaha untuk mengubah dirinya. Tapi setelah itu mereka bertanya-tanya mengapa keadaan tidak pernah berubah.

10. Sering berusaha menyaingi orang lain

Orang yang tidak bahagia juga memiliki sifat cemburu dan iri hati. Mereka sering berusaha untuk menyaingi orang lain.

Kecenderungan untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain membuat orang yang tidak bahagia sering dijauhi dari pergaulan. Mereka tidak disukai karena dianggap bisa mengganggu hubungan dalam kelompok.

Demikian 10 kebiasaan orang yang hidupnya tidak bahagia. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda