Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

15 Tanaman Hias Indoor yang Tidak Butuh Banyak Sinar Matahari

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 26 May 2026 21:40 WIB

Tropical 'Epipremnum Aureum Marble Queen' pothos houseplant with white variegation in flower pot on wooden table
Illustrasi Pothos epipremnum, salah satu tanaman hias indoor yang tidak butuh banyak sinar matahari / Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn
Daftar Isi

Tanaman hias indoor bisa membuat ruangan terasa lebih segar, cantik, dan hidup. Menariknya, tidak semua tanaman membutuhkan sinar matahari berlimpah untuk tumbuh subur.

Beberapa jenis tanaman justru mampu bertahan di area dengan cahaya minim sehingga cocok untuk rumah mungil, apartemen, atau ruangan dengan jendela terbatas. Mengutip Better Homes and Gardens, banyak tanaman indoor rendah cahaya yang tetap mudah dirawat dan bisa mempercantik rumah tanpa perawatan rumit.

Tanaman hias indoor yang tidak butuh banyak sinar matahari

Berikut daftar tanaman hias indoor yang tidak membutuhkan banyak sinar matahari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Devil’s ivy (Pothos epipremnum)

Devil’s ivy menjadi salah satu tanaman indoor favorit karena sangat mudah dirawat. Tanaman ini dapat tumbuh subur meski minim perhatian dan mudah diperbanyak.

Daunnya yang menjuntai juga cocok dijadikan dekorasi rak atau sudut ruangan. Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai media tanam dan menyukai cahaya tidak langsung. 

Penyiraman cukup dilakukan ketika bagian atas tanah mulai mengering. Biasanya seminggu sekali dan lebih jarang saat musim dingin atau cuaca lembap.

Tanaman hias dalam ruangan yang tahan cahaya redup ini sangat mudah dirawat karena tumbuh subur dengan sedikit perhatian dan bisa diperbanyak dengan mudah.

2. Lady palm (Raphis)

Lady palm cocok untuk menambah kesan elegan sekaligus memberikan aksen tinggi pada ruangan. Tanaman ini tumbuh lambat sehingga Bunda disarankan memilih ukuran yang sudah cukup besar agar tampilannya langsung maksimal.

Perawatannya tergolong sederhana karena hanya membutuhkan penyiraman sekitar seminggu sekali. Lady palm menyukai tanah dengan drainase baik dan lebih cocok ditempatkan jauh dari sinar matahari langsung.

3. Cast iron plant (Aspidistra)

Sesuai namanya, cast iron plant dikenal sangat kuat dan tahan banting. Tanaman ini nyaris tidak bisa mati sehingga cocok bagi pemula yang sering lupa merawat tanaman.

Aspidistra mampu bertahan dalam cuaca panas maupun dingin dan tidak membutuhkan banyak cahaya. Penyiraman cukup dilakukan saat tanah mulai kering agar akar tidak terlalu lembap.

4. Peace lily

Peace lily menjadi pilihan populer karena memiliki bunga putih cantik dan mampu membantu menyaring udara di dalam ruangan. Tanaman ini cocok untuk area teduh dengan pencahayaan minim.

Perawatannya cukup mudah karena hanya perlu disiram saat tanah mulai mengering. Hindari sinar matahari langsung agar daun tidak cepat menguning atau terbakar.

5. Rubber plant

Rubber plant mempunyai daun gelap dengan tunas muda berwarna merah muda yang memberi kesan dramatis pada interior rumah. Tanaman ini cocok ditempatkan di sudut ruangan atau dekat dinding polos.

Tanaman ini menyukai ruangan terang tanpa paparan matahari langsung. Tanah perlu dijaga tetap lembap, namun tidak boleh terlalu basah. Penyiraman biasanya dilakukan seminggu hingga dua minggu sekali.

6. Silver snake plant

Silver snake plant dikenal sebagai tanaman yang sangat kuat dan tahan di berbagai kondisi ruangan. Bentuk daunnya yang tegak dengan warna hijau keperakan membuat tampilannya terlihat modern dan minimalis.

Tanaman ini hanya membutuhkan penyiraman setiap tiga hingga empat minggu sekali. Snake plant juga tidak menyukai air berlebih dan dapat tumbuh baik di rumah maupun kantor.

7. Philodendron

Philodendron menjadi tanaman indoor populer karena bentuk daunnya yang cantik dan mudah tumbuh. Tanaman ini cocok untuk ruangan terang dengan cahaya tidak langsung.

Cara paling mudah mengetahui kapan harus menyiram adalah dengan mengecek tanah menggunakan jari. Jika tanah terasa kering, barulah tanaman disiram secukupnya agar tetap lembap tapi tidak becek.

8. Maidenhair fern (Adiantum)

Maidenhair fern memiliki daun kecil lembut yang memberi kesan segar dan ringan pada ruangan. Tanaman ini mampu menghadirkan nuansa cerah dan alami di dalam rumah.

Meski terlihat cantik, tanaman ini cukup sensitif sehingga perlu dirawat dengan hati-hati. Maidenhair Fern menyukai tempat hangat dengan cahaya tidak langsung serta tanah yang lembap dan kaya bahan organik.

9. Monstera

Monstera menjadi salah satu tanaman indoor paling populer berkat bentuk daunnya yang berlubang unik. Tanaman ini tetap dapat tumbuh di area minim cahaya meski bentuk lubangnya mungkin tidak terlalu banyak.

Monstera menyukai cahaya terang tidak langsung atau area teduh. Penyiraman dilakukan saat dua inci bagian atas tanah mulai kering agar akar tidak membusuk.

10. Umbrella tree

Umbrella tree termasuk tanaman rendah perawatan yang dapat tumbuh cukup tinggi di dalam rumah. Bentuk daunnya menyerupai payung sehingga terlihat menarik sebagai dekorasi indoor.

Tanaman ini masih bisa tumbuh di area minim cahaya, walau batangnya dapat memanjang mencari sumber cahaya. Penyiraman dilakukan setelah tanah benar-benar kering agar pertumbuhannya tetap sehat.

11. Weeping Fig (Ficus benjamina)

Weeping Fig dikenal sebagai tanaman indoor dengan tampilan elegan dan daun yang rimbun. Di habitat aslinya tanaman ini dapat tumbuh sangat tinggi, tetapi ukurannya lebih terkendali saat ditanam di dalam rumah.

Tanaman ini cukup toleran terhadap cahaya rendah selama tanahnya tidak dibiarkan terlalu kering. Jangan khawatir jika sesekali daunnya rontok karena hal tersebut normal terjadi pada Weeping Fig.

12. Dracaena

Dracaena merupakan tanaman yang sangat mudah dirawat. Tanaman ini bisa tumbuh hingga setinggi 3 kaki di dalam ruangan. Tanaman ini tampaknya tumbuh di hampir semua kondisi pencahayaan yang menjadikannya pilihan sangat baik jika Bunda tidak memiliki banyak cahaya alami di rumah.

13. Aglaonema

Aglaonema atau sri rezeki terkenal sebagai tanaman indoor yang tahan di ruangan minim cahaya. Corak daunnya yang beragam membuat tanaman ini sering dijadikan dekorasi rumah modern.

Tanaman ini menyukai kondisi lembap tetapi tidak terlalu basah. Penyiraman secukupnya dan penempatan di area teduh akan membantu aglaonema tumbuh lebih subur.

14. Parlor palm

Parlor palm memiliki tampilan tropis yang elegan dan cocok untuk mempercantik ruang tamu maupun kamar tidur. Tanaman ini juga cukup tahan terhadap kondisi cahaya rendah.

Perawatannya sederhana karena hanya membutuhkan penyiraman saat tanah mulai mengering. Hindari paparan matahari langsung agar daun tetap hijau segar.

15. Chinese evergreen

Chinese evergreen termasuk tanaman indoor yang terkenal tahan banting dan mudah dirawat. Tanaman ini memiliki daun bercorak menarik yang mampu memberi sentuhan segar pada ruangan.

Tanaman ini dapat tumbuh baik di area dengan pencahayaan rendah hingga sedang. Penyiraman cukup dilakukan ketika permukaan tanah mulai kering agar akar tetap sehat dan tidak busuk.

Jadi, sesuaikan tanaman hias indoor dengan kebutuhan Bunda di rumah. Pilih yang sesuai dengan selera Bunda dan pastikan aman dari jangkauan anak-anak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda