HaiBunda

MOM'S LIFE

4 Larangan Bulan Muharram dalam Islam, Termasuk Menikah?

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 12 Jun 2026 07:40 WIB
Ilustrasi menikah / Foto: Getty Images/iStockphoto/Nanang Sholahudin
Jakarta -

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang paling dimuliakan dalam kalender Hijriah. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain menjalankan berbagai ibadah, ada pula beberapa hal yang perlu dihindari selama bulan ini. Larangan tersebut bertujuan agar umat muslim dapat menjaga diri dari perbuatan yang mengurangi pahala.

Anjuran untuk menjauhi perbuatan tertentu pada bulan mulia ini juga disebutkan dalam firman Allah SWT, salah satunya dalam Surat At-Taubah ayat 36 yang berbunyi sebagai berikut:


إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah terdiri atas dua belas bulan, dalam ketentuan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketentuan) agama yang lurus. Janganlah kamu menganiaya diri kamu pada bulan yang empat itu. Pergilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

4 Larangan di bulan Muharram

Dilansir detikcom, berikut beberapa hal yang sebaiknya Bunda hindari selama bulan Muharram:

1. Menganiaya diri sendiri

Bunda, menganiaya diri sendiri merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam, terlebih jika dilakukan pada bulan-bulan haram.

Imam Ibnu Katsir pun menjelaskan bahwa dosa yang dilakukan pada bulan haram memiliki konsekuensi yang lebih berat dibandingkan pada waktu lainnya. Bahkan, besarnya dosa tersebut diibaratkan seperti melakukan kemaksiatan di Tanah Suci.

2. Berbuat maksiat

Perbuatan maksiat juga dilarang dalam agama Islam. Perbuatan ini dapat mendatangkan dosa besar, ini dijelaskan dalam Surat Asy Syura ayat 40 yang berbunyi sebagai berikut:

وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚفَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ

Artinya:

“Balasan suatu keburukan adalah keburukan yang setimpal. Akan tetapi, siapa yang memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat), maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zalim.”

3. Berperang

Dalam potongan Surat At-Taubah ayat 36 dijelaskan juga bahwa empat bulan haram yang dimaksud adalah bulan Dzulkadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Allah SWT melarang umat muslim untuk berperang selama empat bulan tersebut. Namun, jika dilakukan, hal itu akan mendatangkan dosa, kecuali musuh yang menyerang terlebih dahulu. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 27 yang berbunyi:

“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah: Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar.”

4. Balas dendam

Melakukan balas dendam juga tidak dianjurkan, Bunda. Larangan ini dimaksudkan agar umat muslim dapat mengalihkan fokus untuk menjalani ibadah haji dan umrah pada bulan haram.

Benarkah tidak boleh menikah di bulan Muharram?

Di beberapa daerah, termasuk sebagian masyarakat di Mesir, terdapat anggapan bahwa menikah pada bulan Suro atau Muharram dapat mendatangkan hal yang tidak baik. Oleh karena itu, sebagian orang memilih menghindari pernikahan pada periode tersebut.

Namun, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar yang tegas dalam ajaran Islam. Tidak ada dalil yang melarang akad nikah dilakukan pada bulan Muharram.

Selama dilaksanakan sesuai syariat, pernikahan tetap menjadi ibadah yang mulia kapan pun waktunya. Bahkan, Rasulullah SAW juga tidak pernah mengajarkan larangan menikah pada bulan-bulan tertentu.

Dalam Fatwa Ulama Mesir juga menegaskan bahwa tidak ada landasan larangan menikah di waktu tertentu.

ومهما يكن من شىء فلا ينبغى التشاؤم بالعقد فى أى يوم ولا فى أى شهر، لا فى شوال ولا فى المحرم ولا فى صفر ولا فى غير ذلك، حيث لم يرد نص يمنع الزواج فى أى وقت من الأوقات ما عدا الإحرام بالحج أو العمرة

Artinya:

“Bagaimanapun juga, tidak boleh ada anggapan kesialan dalam pernikahan yang dilakukan pada hari atau bulan tertentu seperti pada bulan Syawal, Muharram, Shafar, dsb. dimana tidak ada dalil yang mencegah melakukan pernikahan di waktu tersebut. Hal ini berbeda dengan larangan menikah ketika haji atau umrah.”

Nah, itulah penjelasan terkait beberapa larangan di bulan Muharram yang perlu Bunda ketahui. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Amalan Sunnah 1 Muharram yang Bisa Bunda Lakukan Bareng Keluarga

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Mariana Renata & Renata Kusmanto, Sepupu yang Kerap Dikira Kembar

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Mengenali Pola Asuh Tepat dari 6 Sikap Anak yang Menguji Kesabaran

Parenting Nadhifa Fitrina

4 Larangan Bulan Muharram dalam Islam, Termasuk Menikah?

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Mengamalkan Surah Maryam Ayat 30-35 untuk Ibu Hamil

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Cara Mengenali Orang Insecure dari Kalimat yang Mereka Ucapkan

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Mariana Renata & Renata Kusmanto, Sepupu yang Kerap Dikira Kembar

Cara Mengenali Pola Asuh Tepat dari 6 Sikap Anak yang Menguji Kesabaran

7 Bantal Menyusui Multifungsi Terbaik yang Bagus & Nyaman untuk Ibu & Bayi

Cara Mengamalkan Surah Maryam Ayat 30-35 untuk Ibu Hamil

Viral Jadi Pengawas Na Hwa Jin di Drakor 'Teach You a Lesson', Ini 5 Potret Kim Mu Yeol Bareng Istri & Anak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK