Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang Cerdas, Cenderung Menghindar Saat Mendengar 9 Ucapan Ini

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 15 Jun 2026 06:50 WIB

Ilustrasi diskusi
Ilustrasi Cara Mengenali Orang Cerdas, Cenderung Menghindar Saat Mendengar 9 Ucapan Ini/Foto: Getty Images/SDI Productions
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, pernahkah merasa ada kalimat tertentu yang langsung membuat seseorang kehilangan minat untuk melanjutkan percakapan? Ternyata, orang cerdas cenderung lebih peka terhadap ucapan yang terkesan meremehkan, menghakimi, atau tidak menghargai pendapatnya.

Saat mendengar kalimat semacam itu, sebagian orang mungkin memilih berdebat atau membela diri. Namun, orang dengan tingkat kecerdasan tinggi sering kali mengambil pendekatan berbeda dengan tidak melanjutkan percakapan yang dianggap sudah tidak sehat.

Bagi mereka, komunikasi yang baik harus dilandasi rasa saling menghormati. Karena itu, ketika sebuah percakapan mulai kehilangan unsur tersebut, mereka lebih memilih mengakhiri diskusi daripada menghabiskan energi untuk perdebatan yang tidak produktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


9 Kalimat yang bikin orang cerdas menghindar

Dilansir Your Tango, berikut beberapa kalimat yang membuat orang cerdas memilih untuk mengakhiri percakapan:

1. “Tenanglah”

Menyuruh seseorang untuk tenang di tengah percakapan yang intens justru dapat memberikan dampak sebaliknya, situasi malah bisa memburuk.

Namun, orang yang sangat cerdas kemungkinan besar akan langsung mengalah. Mereka tidak punya waktu untuk berdebat panjang lebar dan memilih damai daripada memenangkan argumen yang tidak ada gunanya.

2. “Terserah”

Jika ada satu kata yang secara jelas mengungkap penolakan dan pengabaian terhadap apa yang dikatakan seseorang, kata itu adalah “Terserah”.

Orang dengan kecerdasan tinggi memahami bahwa mendengarkan secara aktif tidak akan terjadi pada saat itu dan memilih untuk pergi.

3. “Ya sudahlah”

Orang-orang yang sangat cerdas mungkin akan menerima hasil akhir dan tidak membuang waktu untuk memperjuangkan hal yang sudah tidak ada jalan keluar.

4. “Sudah kubilang kan”

Orang yang berpikir kritis tahu bahwa mereka harus menjauh jika mereka tidak mendapatkan apa yang dibutuhkan dari orang yang mereka hubungi.

5. “Kamu selalu/kamu tidak pernah”

Jika termasuk salah satu pemikir paling unggul, Bunda melihat komentar itu sebagai retorika dan tidak perlu ditanggapi. Bunda tahu bahwa terkadang respons terbaik adalah tidak memberikan respons sama sekali.

6. “Kamu terdengar bodoh”

Salah satu ungkapan paling ofensif yang dapat diucapkan seseorang selama diskusi panas adalah, “Kamu terdengar bodoh”.

Namun, orang yang cerdas sama sekali tidak mentolerir perlakuan tidak hormat. Mereka bahkan tidak menanggapi. Mereka hanya menjauhkan diri.

7. “Semua hal terjadi karena suatu alasan”

Meskipun bermaksud baik, orang yang mengatakan bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan bisa sangat mengganggu, terutama ketika menghadapi tragedi atau sesuatu yang belum pernah dialami sendiri.

Orang-orang cerdas melihat di balik permukaan karena mereka tahu bahwa niat itulah yang paling penting.

8. “Lihatlah sisi positifnya”

Ungkapan lain yang tanpa disengaja menyinggung perasaan dan cenderung dilontarkan orang di saat-saat sulit adalah, “Lihatlah sisi baiknya”.

Mudah untuk berasumsi bahwa memang ada sisi baiknya ketika Bunda berada di luar situasi dan hanya mengamati, tetapi mereka yang berada di tengah badai dapat melihat kegelapan di sekitarnya.

Orang-orang dengan intelektual tinggi, memahami pesan yang tersirat. Mereka tahu bahwa ini adalah upaya untuk mendukung dan membangkitkan semangatnya, dan menerima apa adanya.

Mungkin saat ini belum ada sisi terang, tetapi orang-orang bijak tahu bahwa hidup itu siklus dan akan ada sinar matahari setelah hujan.

9. “Kita akan membahasnya nanti”

Tanggapan ini dapat terasa mengelak atau tidak memberikan kepastian Banyak yang melihatnya sebagai indikator bahwa orang tersebut tidak berusaha untuk datang dengan solusi yang diharapkan.

Orang yang cerdas tidak menganggap ini sebagai masalah pribadi. Mereka tahu bagaimana menindaklanjuti secara diplomatis dan memilih untuk tidak memperpanjang masalah, terutama jika ada orang lain yang hadir.

Nah, itulah beberapa kalimat yang membuat orang cerdas mungkin akan langsung mengakhiri percakapan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda