MOM'S LIFE
9 Ucapan yang Berhenti Dimaklumi Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Selasa, 16 Jun 2026 15:00 WIBSeiring bertambahnya usia, banyak orang mulai lebih peka terhadap cara orang lain berbicara kepada mereka. Bukan hanya soal kata-katanya, tapi juga maksud yang tersembunyi di balik sebuah ucapan.
Pengalaman hidup membuat seseorang lebih mudah mengenali kalimat yang terdengar biasa, tetapi sebenarnya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, Bunda.
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi biasanya lebih berhati-hati dalam memilih lingkungan dan percakapan yang mereka ikuti. Mereka mengerti bahwa komunikasi sehat seharusnya dibangun dengan rasa hormat dan tanggung jawab, bukan dari kata-kata manis.
Maka dari itu, ada sejumlah ucapan yang tidak lagi dimaklumi oleh orang dengan kecerdasan tinggi. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
9 ucapan yang berhenti dimaklumi orang dengan kecerdasan emosional tinggi
Dilansir dari laman Your Tango, ada sembilan ungkapan yang umumnya tidak lagi ditoleransi oleh orang-orang dengan kecerdasan emosional tinggi ketika mereka semakin dewasa.
1. "Kamu tidak bisa memprediksi kehidupan"
Memang tidak ada yang bisa mengetahui pasti apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, bukan berarti seseorang tidak bisa mempertimbangkan berbagai kemungkinan berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki.
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi memahami bahwa hidup penuh dengan perubahan dan hal-hal yang tidak terduga. Oleh karena itu, mereka tidak sibuk menebak semua yang akan terjadi, melainkan fokus menyiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi setiap kemungkinan.
2. "Belajarlah dari orang yang lebih tua"
Saat masih kecil, banyak orang menganggap sosok yang lebih tua sebagai seseorang yang memiliki semua jawaban. Namun seiring bertambahnya usia, kita menyadari bahwa orang yang dulu kita kagumi juga bisa membuat kesalahan.
Sejak kecil, kita sering diajarkan untuk selalu mendengarkan nasihat dari orang yang lebih tua karena dianggap lebih berpengalaman. Meski begitu, tidak semua nasihat akan cocok dengan kondisi atau kebutuhan setiap orang.
3. "Saya baik-baik saja"
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi cukup peka dalam membaca perasaan orang lain, bahkan ketika perasaan tersebut tidak diungkapkan secara langsung. Mereka tahu bahwa ucapan "saya baik-baik saja" tidak selalu berarti seseorang benar-benar dalam keadaan baik.
Sering kali, kalimat tersebut digunakan untuk menghindari pembicaraan atau menutupi perasaan yang sedang dirasakan. Banyak orang memilih jawaban itu agar percakapan tetap berjalan tanpa harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
4. "Maaf, tapi..."
Ketika seseorang memulai kalimat dengan "maaf, tapi...", sering kali orang lain langsung merasa ada kritik atau komentar yang kurang menyenangkan yang akan disampaikan.
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi biasanya paham isyarat tersebut dan lebih peka terhadap dampak dari kata-kata semacam itu. Tidak jarang juga seseorang sudah menyadari bahwa ucapannya berpotensi menyinggung, sehingga merasa perlu memberikan pengantar terlebih dahulu.
5. "Tenang saja"
Bagi banyak orang, ucapan "tenang saja" justru tidak selalu membantu ketika mereka sedang merasa kesal atau frustrasi. Kalimat tersebut tak jarang malah membuat emosi semakin meningkat.
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi menyadari, emosi tidak bisa begitu saja diatur melalui perintah seperti itu. Sama seperti menyuruh seseorang untuk langsung bahagia, meminta orang lain untuk santai saat sedang emosi sering kali tidak memberikan hasil yang diharapkan.
6. "Seharusnya kamu..."
Memberikan saran kepada orang lain memang biasanya dilakukan dengan niat baik. Namun, penggunaan kalimat seperti "seharusnya kamu..." dapat terdengar menggurui, sehingga membuat lawan bicara merasa kurang nyaman.
Meski bertujuan membantu, nasihat yang disampaikan dengan cara seperti ini bisa memicu kesalahpahaman, Bunda. Beberapa orang mungkin merasa kehidupannya terlalu dicampuri atau merasa keputusan yang telah mereka ambil tidak dihargai.
7. "Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan"
Saat seseorang sedang menghadapi masa sulit, tidak jarang orang lain mencoba menghiburnya dengan mengatakan bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan.
Ucapan ini dimaksudkan untuk memberi harapan bahwa ada hikmah atau tujuan yang lebih baik di balik setiap kejadian. Namun, tidak semua orang merasa terhibur dengan kalimat tersebut, Bunda.
8. "Aku tidak peduli"
Empati merupakan salah satu bagian penting dari kecerdasan emosional. Maka itu, orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak menyukai ucapan "aku tidak peduli", terutama saat seseorang sedang berbagi cerita atau perasaannya.
Ketika seseorang berusaha terbuka tentang masalah yang sedang dihadapi, respons seperti ini dapat terasa menyakitkan. Ucapan tersebut bisa membuat lawan bicara merasa bahwa perasaan atau kesulitannya tidak dianggap penting.
9. "Saya terlalu sibuk"
Dalam keseharian, banyak orang mengatakan bahwa mereka terlalu sibuk untuk melakukan sesuatu. Ini cukup wajar, terlebih ketika seseorang sedang berusaha membangun karier, menyelesaikan pekerjaan, atau mengejar berbagai target dalam hidupnya.
Namun, saat terlalu fokus pada pekerjaan, ada kalanya hubungan dengan orang-orang terdekat mulai terabaikan. Tanpa disadari, waktu untuk berkumpul atau sekadar mengobrol tergantikan oleh berbagai kesibukan sehari-hari.
Demikian ulasan mengenai beberapa ucapan yang tidak lagi dimaklumi oleh orang dengan kecerdasan emosional tinggi seiring bertambahnya usia dan pengalaman hidup.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Ciri Perempuan dengan EQ Tinggi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
13 Contoh Kecerdasan Emosional dalam Kehidupan Sehari-hari, Adakah yang Bunda Punya?
5 Kalimat yang Sering Diucap Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi Menurut Psikolog
4 Ciri Seseorang Kurang Cerdas Secara Emosional, Salah Satunya Suka Menyalahkan Orang Lain
6 Zodiak dengan Kecerdasan Emosional Tinggi, Paling Bisa Memahami Perasaan Orang
TERPOPULER
7 Ciri Kepribadian Orang Perfeksionis, Sering Menuntut Diri Harus Sempurna
Potret Megan Anak Tina Toon yang Menggemaskan, Dibilang Mirip Ibunda saat Masih Kecil
Momen Putri Sulung Ersa Mayori Lulus Jadi Sarjana Teknik ITB, Intip Potretnya
11 Ciri Pasangan Suportif yang Membuatmu Merasa Didengar, Dihargai, dan Dicintai
Sosok Orang Terkaya Baru di Asia, Hartanya Tembus Rp1.600 Triliun
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Slow Juicer Tanpa Ampas, Cocok untuk Pencinta Jus Segar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Anak Sering Sakit? Ini 5 Vitamin untuk Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
Jangan Dibunuh, Ini 5 Obat Penghilang Semut yang Diklaim Ampuh sampai Tuntas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Kepribadian Orang Perfeksionis, Sering Menuntut Diri Harus Sempurna
Potret Megan Anak Tina Toon yang Menggemaskan, Dibilang Mirip Ibunda saat Masih Kecil
11 Ciri Pasangan Suportif yang Membuatmu Merasa Didengar, Dihargai, dan Dicintai
Momen Putri Sulung Ersa Mayori Lulus Jadi Sarjana Teknik ITB, Intip Potretnya
Resep Minuman Jahe untuk Bantu Jaga Kesehatan Paru-paru, Bikin Buat Keluarga di Rumah
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mata Perih Saat Pakai Softlens? Ini Tetes Mata yang Aman Dipakai Bareng Lensa Kontak
-
Beautynesia
Get The Look: Ide Gaya Kebaya Kasual ala Enzy Storia yang Pas untuk Hangout
-
Female Daily
ROSÉ Comeback Lewat “new trick”, Tampil Playful dengan Nuansa Pop-Rock dan Visual 2000-an
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Pesona Amanda Rigby Jadi Pengantin Jawa Berpaes saat Dinikahi Andre Taulany
-
Mommies Daily
Rekomendasi Film Jepang Dewasa untuk Ditonton Bareng Pasangan, Biar Makin Intim