MOM'S LIFE
Studi Oxford Economics 2026: McDonald's Indonesia Dukung Peluang Lapangan Kerja Lintas Sektor Tumbuh Lebih dari Tiga Kali Lipat
Tim HaiBunda | HaiBunda
Selasa, 23 Jun 2026 10:36 WIBStudi independen Oxford Economics menyoroti ekosistem McDonald's Indonesia, dari karyawan hingga pemasok, yang menciptakan dampak ekonomi berlapis di berbagai daerah, didorong oleh rantai pasok domestik dan pemberdayaan talenta lokal
Sebuah studi independen oleh Oxford Economics mencatat bahwa operasional McDonald's Indonesia, yang dimiliki sepenuhnya oleh PT Rekso Nasional Food, telah berkembang menjadi sebuah ekosistem terintegrasi yang memberi dampak berlapis bagi perekonomian masyarakat.
Oxford Economics, firma penasihat ekonomi global terkemuka dan independen, melakukan analisis terhadap inisiatif ketenagakerjaan, pengadaan, dan kontribusi sosial dari McDonald's Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa sepanjang April 2024 hingga Maret 2025, untuk setiap 100 karyawan yang dipekerjakan secara langsung oleh McDonald's Indonesia, mendukung 330 lapangan pekerjaan tambahan dari berbagai sektor ekonomi lokal, mulai dari pertanian, distribusi, hingga jasa pendukung.
Selain efek berantai (ripple effect) McDonald's terhadap pasar tenaga kerja, studi ini juga menyoroti adanya efek pengganda (multiplier effect) terhadap PDB yang signifikan. Setiap Rp1 juta nilai ekonomi langsung yang dihasilkan oleh McDonald's Indonesia mendorong tambahan Rp4,9 juta aktivitas ekonomi di sektor-sektor lain, mencerminkan kontribusi berkelanjutan terhadap ekosistem bisnis yang lebih luas.
"Hasil riset kami membuktikan besarnya kontribusi McDonald's bagi dunia usaha dan komunitas lokal di seluruh Indonesia, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan waralaba, dan kemitraan dengan pemasok lokal," ujar Stephen Foreman, Associate Director di Oxford Economics.
Temuan ini menegaskan peran McDonald's Indonesia lebih dari sekadar jaringan restoran cepat saji. Melalui komitmen jangka panjangnya, perusahaan tumbuh bersama masyarakat melalui penciptaan akses kerja, penguatan talenta lokal, serta kemitraan jangka panjang dengan pelaku usaha dalam negeri.
"Selama lebih dari tiga dekade, kami membangun McDonald's Indonesia sebagai bagian dari keseharian masyarakat. Semangat 'Sepenuhnya Indonesia' senantiasa menjadi landasan kami dalam memperkuat kemitraan lokal, membuka akses kerja, dan menghadirkan peluang bertumbuh bagi banyak pihak. Ke depan, kami ingin memastikan setiap langkah bisnis yang kami ambil terus menciptakan multiplier effect yang relevan, bermakna, dan berkelanjutan bagi ekonomi daerah maupun nasional," ujar Michael Hartono, Director of Marketing, Communications, Digital, Strategy & Insight, McDonald's Indonesia.
Saat ini, McDonald's Indonesia mengoperasikan lebih dari 300 restoran di 94 kota dan dalam perkembangannya terus mengangkat nilai kekayaan budaya, cita rasa lokal, serta menjunjung tinggi nilai-nilai bangsa seperti kekeluargaan, kepercayaan, gotong royong, dan ketulusan.
Mitra pemasok lokal sebagai fondasi ekosistem berkelanjutan
Penguatan ekonomi lokal juga tercermin dari komitmen McDonald's Indonesia terhadap rantai pasok domestik. Studi mencatat sebesar Rp3,8 triliun atau setara 86 persen dari total belanja pemasok dialokasikan kepada mitra lokal, mencakup sektor pertanian, peternakan, hingga manufaktur. Sekitar 76 persen bahan baku restoran bersumber dari dalam negeri, termasuk bahan utama seperti ayam, sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng yang kini sepenuhnya diproduksi oleh pelaku usaha lokal.
"Selama 33 tahun bermitra, kolaborasi berlandaskan kepercayaan dengan McDonald's Indonesia memberi kami ruang untuk tumbuh secara berkelanjutan. Dukungan nyata mulai dari peningkatan fasilitas, pembinaan operasional, hingga bantuan pembiayaan senantiasa diberikan sebagai bagian dari ekosistem yang saling mendukung. Dari usaha skala kecil di Bali, berkat kemitraan yang berkelanjutan, kini kami dapat memperluas cakupan operasional yang melibatkan ratusan petani di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, serta dipercaya memasok lebih dari 50 persen restoran McDonald's di Indonesia. Dampak ekonomi yang tercipta tidak hanya dirasakan kami pelaku usaha, tetapi juga oleh para petani di daerah," ucap Made Gunada, mitra pemasok lokal McDonald's Indonesia.
Komitmen terhadap pemberdayaan mitra lokal ini berjalan beriringan dengan penerapan standar keamanan pangan dan prinsip halalan thayyiban (halal dan baik) yang ketat. McDonald's Indonesia menjadi restoran cepat saji pertama yang meraih sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1994, yang kemudian diperkuat dengan sertifikasi halal sepanjang masa dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama pada 2024.
Langkah awal karier generasi z
Dampak ekonomi tersebut diperkuat oleh peran McDonald's Indonesia sebagai tempat pertama bagi generasi muda khususnya Gen Z untuk memulai perjalanan karier. Sepanjang periode studi, ekosistem McDonald's Indonesia mendukung sekitar 48.700 lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari pertanian dan distribusi hingga jasa profesional.
Dari total 11.208 karyawan langsung, sebanyak 43 persen karyawan berasal dari kelompok usia 18-24 tahun, menjadikan McDonald's Indonesia salah satu tempat pertama bagi anak muda untuk membangun keterampilan kerja, membentuk karakter profesional, serta memahami budaya kerja.
"Bagi banyak anak muda seperti saya, McDonald's Indonesia adalah tempat pertama mengenal dunia kerja secara profesional, belajar disiplin, tanggung jawab, dan kerja tim. Pengalaman ini menjadi bekal penting sebelum melangkah lebih jauh dalam pengembangan karier," ujar Nurlaila, kru restoran McD Pondok Cabe yang berusia 22 tahun.
Studi juga mencatat representasi karyawan perempuan mencapai 40 persen dari total tenaga kerja, dengan 44 persen posisi kepemimpinan dipercayakan kepada pemimpin perempuan. Melalui berbagai pelatihan teknis dan kepemimpinan, perusahaan berupaya memastikan setiap individu memiliki kesempatan sama dalam membangun jalur karier yang berkelanjutan.
Kesempatan kerja yang setara turut diwujudkan melalui inisiatif Special Crew Teman Tuli bagi penyandang disabilitas untuk berkembang secara mandiri. "Saya diperlakukan setara dan dipercaya penuh menjalankan tanggung jawab sesuai peran saya. Melalui pelatihan dan pendampingan yang diberikan, saya bisa berkembang, membangun keluarga, dan menyekolahkan anak-anak hingga lulus kuliah," ujar Yanto, Special Crew Teman Tuli yang telah bergabung selama 30 tahun.
Inisiatif untuk membangun dampak sosial yang bermakna
Selain dampak ekonomi dan ketenagakerjaan, McDonald's Indonesia juga menghadirkan berbagai kontribusi sosial yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat. Sepanjang periode studi, perusahaan menyalurkan lebih dari Rp2,2 miliar donasi dan mendistribusikan lebih dari 72.000 porsi makanan untuk mendukung panti asuhan, sekolah, hingga panti wreda. Kontribusi komunitas juga diwujudkan melalui lebih dari 2.900 kegiatan sosial di 96 kota, serta 881 jam kegiatan sukarela oleh karyawan selama Community Month 2024.
Dampak ini diperluas melalui dukungan terhadap Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC) yang telah membantu 2.933 keluarga dalam mendampingi perawatan medis anak-anak mereka di rumah singgah. Saat ini, empat rumah singgah yang dikelola Yayasan RMHC secara akumulatif telah menyediakan lebih dari 63.000 malam menginap. Selain itu, program Family Room telah melayani lebih dari 18.100 keluarga, sementara melalui Care Mobile dan Grant Immunization, lebih dari 557.000 anak di 55 daerah di Indonesia telah menerima layanan kesehatan.
"Kami percaya keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Ke depan, fokus kami tetap pada pertumbuhan yang inklusif, di mana setiap peluang kerja, kemitraan, dan inisiatif sosial akan terus menjadi bagian dari ekosistem yang telah kami bangun, dan tumbuh bersama keluarga besar Indonesia," ujar Michael.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Polyworking, Tren Punya Lebih dari Satu Pekerjaan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
TERPOPULER
Kebiasaan Bicara yang Menandakan Orang Tidak Cerdas Bersosialisasi
9 Ciri Orang EQ Tinggi dari Cara Hadapi Konflik Keluarga Menurut Psikolog
Olivia Allan Jalani Program Bayi Tabung Terakhir untuk Anak Kedua, Denny Sumargo Mohon Doa
Cara Membuat Klepon Empuk dan Kenyal, Isi Gula Merahnya Lumer di Mulut
Cara Mengenalkan Makna Kemerdekaan kepada Anak Sesuai Usia
REKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Atlet Olimpiade Ungkap Beratnya Proses Berhenti Menyusui, Ternyata...
9 Ciri Orang EQ Tinggi dari Cara Hadapi Konflik Keluarga Menurut Psikolog
Cara Mengenalkan Makna Kemerdekaan kepada Anak Sesuai Usia
Cara Membuat Klepon Empuk dan Kenyal, Isi Gula Merahnya Lumer di Mulut
Kebiasaan Bicara yang Menandakan Orang Tidak Cerdas Bersosialisasi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Panduan Pilih Velg Racing: Ameth, Aru, atau Aeri dari HSR Wheel?
-
Beautynesia
6 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Memulai Pagi dengan Tenang dan Santai
-
Female Daily
Kulit Lagi Overwhelmed Sama Skincare? Ini 5 Tanda Wajahmu Butuh Istirahat
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Supermodel Miranda Kerr Ungkap Menu Diet Super Sehat, Sarapan Daging Rusa
-
Mommies Daily
Brand Hijab yang Dipakai Nikita Willy: 4 Rekomendasi dan Kisaran Harganya