HaiBunda

MOM'S LIFE

Masih Mau Berkarier di Dunia Teknologi? Ini Skill yang Dicari Perusahaan di Era AI

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 29 Jun 2026 20:40 WIB
Ilustrasi skill yang dicari perusahaan di era AI / Foto: Getty Images/Prae_Studio
Jakarta -

Di tengah maraknya kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) di bidang teknologi, semakin banyak perusahaan mencari karyawan yang mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Perubahan ini juga berdampak pada para pekerja pemula dan mereka yang ingin kembali bekerja setelah sempat vakum.

Tugas-tugas dasar yang sebelumnya mungkin banyak dikerjakan lulusan baru kini mulai dibantu oleh AI, sehingga perusahaan lebih mengutamakan kandidat yang mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menggunakan teknologi sebagai alat pendukung kerja.


Meski begitu, bukan berarti AI menggantikan seluruh pekerjaan manusia. Justru di sejumlah bidang, seperti keamanan siber, pengelolaan data, hingga pengembangan aplikasi berbasis AI, kebutuhan tenaga kerja masih terus meningkat.

Oleh karena itu, mempelajari keterampilan digital dan memahami cara memanfaatkan AI dapat menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja yang terus berubah.

Keterampilan apa yang masih dicari perusahaan teknologi?

Dilansir TECH TiMES, pasar kerja di industri teknologi pada 1 Juni 2026 menunjukkan dua fakta yang saling berkaitan.

Data dari TrueUp mencatat ada 148.092 pekerja yang kehilangan pekerjaan sejak 1 Januari 2026. Angka ini setara dengan rata-rata 981 PHK per hari, atau 46 persen lebih tinggi dibanding rata-rata tahun 2025.

Di sisi lain, laporan NACE Job Outlook 2026 menemukan bahwa permintaan terhadap keterampilan AI untuk posisi entry-level hampir tiga kali lipat dibanding musim gugur 2025. Kini, kemampuan AI tercantum dalam 35 persen lowongan kerja bagi pekerja yang baru memulai karier.

Bagi mereka yang ingin masuk atau kembali ke dunia kerja teknologi, dua angka tersebut menggambarkan satu kenyataan yang sama, yakni deskripsi pekerjaan telah berubah jauh lebih cepat dibanding kesiapan sebagian besar pelamar.

Dampak terbesar terlihat pada pekerja muda. Laporan AI Index 2026 dari Stanford menemukan bahwa jumlah pekerjaan untuk software developer berusia 22-25 tahun turun hampir 20 persen sejak 2024.

Kelompok usia ini adalah generasi yang mulai bekerja saat alat AI generatif menjadi standar di perusahaan-perusahaan besar. Sebaliknya, jumlah pekerja berusia 30 tahun ke atas di perusahaan yang sama justru meningkat antara 6-12 persen.

AI tidak menghapus profesi software engineer, tetapi mengurangi kebutuhan akan tugas-tugas yang selama ini sering diberikan kepada programmer junior, seperti menulis kode dasar, melakukan pengujian rutin, dan memperbaiki bug sederhana.

Skill AI yang paling menguntungkan saat ini

Menurut laporan PwC Global AI Jobs Barometer 2025, pekerja dengan keterampilan AI memperoleh gaji rata-rata 56 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memilikinya, Bunda.

Namun, kenaikan ini tidak merata. Untuk pekerja pemula, tambahan gajinya relatif kecil, sekitar 6 persen, lalu meningkat seiring bertambahnya pengalaman.

Yang memberi nilai lebih bukan sekadar pengetahuan tentang AI, melainkan kemampuan menggunakan alat AI yang didukung fondasi teknis yang kuat. Keterampilan yang paling banyak dicari pada 2026 antara lain:

  • LangChain
  • Retrieval-Augmented Generation (RAG)
  • Vector Database
  • Framework Multi-Agent
  • PyTorch
  • TensorFlow

Namun, bagi entry-level, langkah yang lebih realistis adalah menunjukkan kemampuan menggunakan AI dalam bidang yang sudah dikuasai, seperti pengembangan perangkat lunak, keamanan siber, atau operasional IT, daripada langsung beralih menjadi peneliti machine learning.

Nah, itulah penjelasan terkait skill yang memiliki peluang karier di bidang teknologi 2026 yang masih dicari. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

"Great Stay" Bertahan di Pekerjaan Meski Tak Bahagia

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Mata Menurut Penelitian

Mom's Life Annisa Karnesyia

Momen Bima & Tatjana Anak Kembar Cynthia Lamusu Liburan di Jogjakarta, Seru Belajar Gamelan

Parenting Nadhifa Fitrina

Mual saat Hamil: Kapan Sebaiknya Dimuntahkan atau Ditahan? Ini Faktanya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Mayapada Hospital Bandung Resmikan Wound Care Center, Solusi Modern Perawatan Luka Kronis

Mom's Life Tim HaiBunda

Masih Mau Berkarier di Dunia Teknologi? Ini Skill yang Dicari Perusahaan di Era AI

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Mata Menurut Penelitian

Momen Bima & Tatjana Anak Kembar Cynthia Lamusu Liburan di Jogjakarta, Seru Belajar Gamelan

Masih Mau Berkarier di Dunia Teknologi? Ini Skill yang Dicari Perusahaan di Era AI

Mual saat Hamil: Kapan Sebaiknya Dimuntahkan atau Ditahan? Ini Faktanya

Mayapada Hospital Bandung Resmikan Wound Care Center, Solusi Modern Perawatan Luka Kronis

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK