MOM'S LIFE
Cara Mengenali Orang Sensitif dari 9 Ucapan Mereka Sehari-hari
Amira Salsabila | HaiBunda
Jumat, 17 Jul 2026 18:45 WIBBunda, cara mengenali orang sensitif bisa dimulai dari memperhatikan ucapan yang sering mereka sampaikan dalam sebuah percakapan.
Orang yang sensitif biasanya merasakan dan memproses emosi lebih mendalam, sehingga tidak hanya dipengaruhi oleh keadaan di sekitar, tetapi juga pikiran dan perasaan mereka sendiri.
Di satu sisi, karakter tersebut membuat mereka cenderung lebih empati, imajinatif, dan kreatif. Namun di sisi lain, mereka juga lebih mudah mengalami overthinking, kelelahan emosional, hingga merasa kewalahan saat banyak hal terjadi dalam waktu bersamaan.
Tanpa disadari, beberapa kalimat yang sering diucapkan dapat menjadi petunjuk bahwa seseorang sedang memikul beban emosional yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.
Cara mengenali orang sensitif dari 9 ucapannya sehari-hari
Mengutip dari Your Tango, orang yang sangat sensitif mungkin akan mengucapkan beberapa kalimat berikut ini:
1. “Aku masih kesal soal kemarin”
Banyak orang sensitif sulit untuk menyelesaikan dan mengatasi emosi serta konflik yang kompleks. Ketika mereka mengalami pertengkaran di tempat kerja atau merasa dihakimi oleh seseorang, hal itu cenderung bertahan lebih lama daripada yang mungkin terjadi pada orang biasa.
Itulah mengapa mereka cenderung kembali membahas masalah yang sama, biasanya membuat orang-orang terdekat dan teman-temannya kecewa dalam percakapan sehari-hari.
“Aku masih kesal tentang kemarin” atau “Maaf aku terus mengungkit ini” hanya beberapa contoh utama bagaimana mereka mengatasi frustrasi atau rasa malu yang masih membekas.
2. “Ini bukan hari yang baik bagiku”
Ketika satu pemicu kecil atau kekhawatiran tentang penilaian orang lain terus-menerus menghantui pikiran, memengaruhi cara berpikir dan menjalani hidup, mudah sekali untuk terjerumus ke dalam hari yang buruk.
Orang awam mungkin tidak membiarkan emosi atau pikiran orang lain sepenuhnya mengganggu mereka, tetapi bagi orang yang sensitif dan cenderung mengambil segala sesuatu secara pribadi, hal itu sulit untuk dihindari.
Tentu ada hari-hari di mana semuanya menjadi rumit, baik itu pertengkaran atau bahkan rasa tidak nyaman.
3. “Apakah kamu yakin?”
Lantaran terus-menerus bergelut dengan rasa takut ditolak atau ditinggalkan, seseorang yang sangat sensitif mungkin merasa sulit untuk tidak terlalu memikirkan interaksi yang paling mendasar sekalipun.
Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa mereka penuh kekhawatiran, sehingga terus-menerus membutuhkan validasi dan penegasan dari luar.
4. “Maaf, aku sangat bodoh”
Ketika konflik dan percakapan sulit membutuhkan semacam kepercayaan diri, orang yang paling sensitif justru berbicara lebih negatif tentang diri sendiri. Alih-alih membela diri dan terbuka, mereka justru melakukan sebaliknya.
5. “Apa kesalahan saya sehingga pantas menerima ini?”
Ketika terus-menerus berurusan dengan jutaan emosi setiap saat dan merasakan sesuatu jauh lebih dalam daripada orang biasa, Bunda hampir secara naluriah cenderung menganggap segala hal secara pribadi.
Semuanya terasa lebih intens dan bermakna daripada bagi orang lain, itulah mengapa segala sesuatu terasa personal.
6. “Aku kelelahan”
Dalam jurnal Sensory processing sensitivity and overstimulation in daily life: an experience sampling method study yang dipublikasi di Scientific Reports, dijelaskan bahwa orang yang paling sensitif juga paling berisiko mengalami stimulasi berlebihan.
Bahkan di tengah kehidupan sehari-hari, suara-suara halus atau berada dalam kelompok dengan terlalu banyak orang dapat membuat mereka kewalahan karena mereka sudah merasakan emosi dengan intensitas yang begitu tinggi.
7. “Itu tidak adil”
Orang yang sensitif sering kali memiliki rasa keadilan yang tinggi. Mereka mudah tersentuh oleh berbagai ketidakadilan, baik itu terjadi pada diri sendiri maupun orang lain.
Oleh karena itu, ucapan seperti “Itu tidak adil” kerap terlontar saat mereka melihat sesuatu yang menurutnya tidak semestinya terjadi.
8. “Nanti saja aku urus”
Biasanya, orang yang sensitif menunda menghadapi emosinya, terutama jika mereka merasa tidak memiliki tempat yang aman untuk mengungkapkan perasaan.
Akibatnya, mereka sering berkata, “Nanti saja aku yang urus” atau “Aku pikirkan nanti”, sebagai cara untuk menunda memproses apa yang sedang dirasakan.
9. “Rasanya semua orang sedang menghakimiku”
Orang sensitif biasanya sangat peka terhadap suasana dan reaksi orang lain. Karena terlalu banyak memikirkan berbagai kemungkinan, mereka sering merasa seolah-olah orang di sekitarnya sedang menilai atau menghakimi diri mereka, meskipun anggapan itu belum tentu benar.
Perasaan tersebut umumnya muncul karena kekhawatiran dan rasa tidak percaya diri yang berasal dari dalam diri.
Akibatnya, mereka lebih mudah cemas terhadap pendapat orang lain, bahkan dalam percakapan atau situasi sehari-hari yang sebenarnya biasa saja.
Nah, itulah beberapa ucapan yang sering disampaikan orang yang sensitif. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)