Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

11 Kalimat yang Sering Digunakan Orang untuk Menutupi Perasaan Sesungguhnya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 27 Apr 2026 09:10 WIB

Ilustrasi Perempuan Asia
Kalimat yang Sering Digunakan Orang untuk Menutupi Perasaan Sesungguhnya/ Foto: Getty Images/iStockphoto/narith_2527
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda sering mengucapkan sesuatu saat berusaha menutupi perasaan sesungguhnya? Perilaku ini ternyata dapat mencerminkan kepribadian seseorang lho.

Ya, seseorang yang mencoba menyembunyikan perasaannya mungkin akan menunjukkan hal tersebut melalui ungkapan-ungkapan yang halus. Mereka mungkin mengatakan satu kata, namun dapat memiliki makna yang luas.

Kebiasaan menutupi perasaan dalam ucapan mungkin menjengkelkan bagi beberapa orang. Tapi, tak ada salahnya untuk memahami gaya komunikasi ini untuk mengenal pribadi orang lain, terutama bila Bunda ingin menjalin koneksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kalimat untuk menutupi perasaan sesungguhnya

Melansir dari laman Your Tango, berikut 11 kata atau kalimat yang sering digunakan orang yang suka menutupi perasaan sesungguhnya:

1. 'Terserah saja'

Kalimat 'Terserah saja' biasanya muncul ketika seseorang merasa terganggu akan sesuatu yang dilakukan orang lain padanya. Kata ini dapat menggambarkan bahwa orang merasa tersinggung atau ingin menutupi perasaan kesal.

Istilah 'terserah' sering digunakan untuk membuat seseorang tampak tidak peduli. Padahal, kemungkinan besar orang tersebut sebenarnya peduli namun tidak ingin membahasnya lebih lanjut.

2. 'Jangan khawatir tentang itu'

Ketika seseorang mengatakan kepada Bunda untuk tidak mengkhawatirkannya, kemungkinan besar ia sedang mengkhawatirkan dirinya sendiri. Tanpa sadar, Bunda mungkin telah mengatakan atau melakukan sesuatu yang menyakiti perasaan orang tersebut. Ketika kita meminta maaf, ia mungkin menjawab, 'Jangan khawatir'.

Orang yang sering mengucapkan kalimat ini biasanya tidak ingin menyakiti atau mengecewakan orang lain dengan emosinya. Mengucapkan kalimat yang lebih halus mungkin menjadi upaya mereka untuk menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.

3. 'Aku tidak peduli'

Jika seseorang mengatakan mereka tidak peduli tentang sesuatu, ini mungkin merupakan respons dari trauma. Alih-alih membiarkan emosi yang sebenarnya muncul, mereka bersembunyi di balik ungkapan tersebut.

Seseorang yang suka mengucapkan ini mungkin ingin kita percaya bahwa ia kuat dan hal-hal yang menyakitkan tidak mengganggunya. Ini adalah cara baginya untuk melindungi diri sendiri daripada memberi tahu orang tentang bagaimana perasaannya.

4. 'Aku hanya lelah'

'Aku hanya lelah' adalah ungkapan yang diucapkan seseorang ketika ia benar-benar peduli pada sesuatu, namun bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja. Ucapan ini umumnya terlontar ketika seseorang ingin bersembunyi dari sesuatu.

Mereka yang mendengarnya mungkin percaya bahwa orang tersebut hanya lelah dan tidak sedang bergumul dengan emosinya. Padahal, itu adalah cara untuk menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.

5. 'Ibu bukan masalah besar'

Orang yang mengatakan ini biasanya terluka oleh sesuatu yang terjadi, tetapi ia mencoba mengalihkan itu dari dirinya sendiri. Ia berusaha untuk berpikir bahwa tidak ada sesuatu yang salah pada dirinya.

"Ada banyak alasan mengapa orang menyamarkan atau menyembunyikan emosi mereka yang sebenarnya, sehingga menghalangi jalur komunikasi. Penipuan emosional yang paling umum melibatkan apa yang disebut 'surface acting'," ungkap pakar Susan Krauss Whitbourne, PhD, ABPP kepada Psychology Today.

6. 'Aku baik-baik saja'

Banyak orang sering mengatakan frasa ini untuk menutupi perasaannya. Tidak mudah untuk berbicara terbuka tentang emosi kita, jadi kita mungkin mengatakan 'Aku baik-baik saja', padahal kenyataannya jauh dari itu.

Bukan hal yang aneh jika seseorang mengatakan bahwa ia baik-baik saja padahal sebenarnya tidak. Ini adalah mekanisme pertahanan. Ia mungkin takut terlihat rentan atau tidak ingin membebani orang lain dengan masalahnya.

7. 'Kamu tidak akan mengerti'

Orang mungkin berpikir perasaan mereka terlalu rumit untuk dibagikan, sehingga mengucapkan kalimat ini. Mereka mungkin berpikir orang lain tidak akan mengerti dari mana mereka berasal atau masalah yang sedang dihadapi.

Padahal, mereka mungkin memiliki teman dan keluarga yang akan dengan senang hati mendengarkan perasaan mereka. Namun, mereka memilih menggunakan ungkapan ini untuk menyembunyikan emosi yang sebenarnya karena takut tidak akan mendapat dukungan.

8. 'Lupakan saja'

Beberapa orang mungkin mulai terbuka tentang perasaan mereka, tetapi kemudian menyesalinya. Alih-alih memberi tahu orang yang diajak bicara tentang apa yang terjadi, mereka mungkin menutup diri. Lebih mudah mengatakan, 'Lupakan saja,' daripada menjelaskan kompleksitas emosi yang dirasakan, Bunda.

Sulit untuk bersikap terbuka dan jujur dengan orang lain, terutama jika kita kesulitan mempercayai orang lain. Kita mungkin berpikir orang yang diajak bicara tidak akan mengerti apa yang kita inginkan.

9. 'Aku cuma bercanda'

Seseorang yang mengatakan bahwa ia hanya bercanda, mungkin memiliki niat yang lebih dalam di balik kata-kata tersebut. Orang tersebut mungkin memiliki perasaan terhadap kita yang tidak ingin mereka ungkapkan, jadi ia mencoba menutupinya dengan lelucon yang jahat.

Mengatakan itu hanya lelucon memungkinkan mereka untuk menghindari mengatakan apa yang sebenarnya mereka rasakan. Bagi kita yang mendengarnya bisa mempertanyakan apakah orang tersebut benar-benar menyukai kita atau tidak.

10. 'Jangan khawatir'

Ucapan 'Jangan khawatir' juga mudah terlontar ketika seseorang ingin menutupi perasaannya. Ia tidak ingin orang lain khawatir, meski pada kenyataannya masalah yang dihadapi mungkin cukup berat.

Ungkapan ini sebenarnya dapat membuat seseorang mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Sikap ketidakterbukaan dapat menunjukkan ia tidak percaya dengan orang yang diajak bicara.

11. 'Kamu benar'

Terkadang, lebih mudah mengatakan seseorang itu benar daripada mencoba mengubah pikirannya. Kita semua pernah berurusan dengan orang seperti ini. Alih-alih melakukan percakapan terbuka dengan mereka, kita digiring untuk mengikuti perasaan mereka demi menjaga perdamaian.

"Kita mungkin khawatir mengungkapkan emosi tertentu akan membuat orang lain menghakimi kita dan percaya bahwa kita tidak mampu mengelola perasaan. Akibatnya, kita menyembunyikan kesedihan, ketakutan, frustrasi, dan emosi negatif lainnya. kita juga mungkin khawatir orang lain akan menggunakan perasaan ini untuk melawan, terutama jika hal itu pernah terjadi pada kita sebelumnya," ungkap pakar Crystal Raypole kepada Healthline.

Demikian 11 kalimat yang sering digunakan seseorang untuk menutupi perasaan yang sebenarnya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda