HaiBunda

MOM'S LIFE

Kisah Greysia Polii & Nitya Maheswari Berjuang Kalahkan Ego Demi Emas Asian Games

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 17 Jul 2026 15:25 WIB
Dikenal Kompak, Greysia Polii Ungkap Perjuangan Bersama Nitya Maheswari Kalahkan Ego demi Emas Asian Games/Foto: Instagram @greysiapolii
Jakarta -

Greysia Polii membagikan kisah di balik perjalanan kariernya sebagai atlet badminton. Selama ini, ia dikenal sangat apik bermain saat berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari.

Di balik berbagai prestasi yang berhasil mereka raih, termasuk medali emas Asian Games 2014, tersimpan perjuangan panjang yang tidak banyak diketahui publik.

Keduanya mengaku harus melewati berbagai perbedaan, konflik, hingga air mata sebelum akhirnya mampu membangun kekompakan.


Cerita tersebut dibagikan langsung oleh Greysia melalui unggahan terbaru di akun TikTok pribadinya. Ia mengungkap bagaimana dirinya dan Nitya belajar mengesampingkan ego demi mengejar satu tujuan, yakni mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, Bunda.

Greysia Polii ungkap hubungannya dengan Nitya penuh konflik

Dalam unggahan itu, Greysia mengungkap bahwa hubungannya dengan Nitya tidak selalu berjalan mulus.

Meski di mata publik terlihat kompak saat bertanding, perbedaan karakter membuat keduanya beberapa kali berselisih hingga sulit membangun kedekatan di luar lapangan.

“Kalau dilihat orang, aku dan Nitya Krishinda Maheswari terlihat sangat akrab. Di lapangan kami saling melengkapi. Seperti pasangan yang sempurna. Tapi di balik itu, kami bertolak-belakang karena banyak perbedaan,” tulis Greysia, dikutip dari laman TikTok @greysiapolii, Kamis (16/7/2026).

Greysia dan Nitya sempat menjadi pasangan ganda putri pada 2009-2010 sebelum akhirnya dipisahkan. Keduanya kembali dipasangkan pada 2013 dan berjuang bersama di SEA Games 2013. Namun, hasil yang diharapkan belum berhasil mereka raih.

“Setelah kalah di final SEA Games 2013, di suatu malam pada Januari 2014, aku mencari momen untuk mengajak Nitya berbicara empat mata,” ungkap Greysia.

Momen itu menjadi awal bagi keduanya untuk saling terbuka. Ia pun mencari tahu alasan di balik sikap Nitya yang selama ini membuat hubungan mereka terasa berjarak.

Dalam percakapan tersebut, Nitya mengakui beberapa hal yang tidak disukai dari Greysia. Salah satunya adalah mendapat perlakuan tidak adil dari pelatih.

"'Aku sebenarnya kesal sama situasi selama ini, kak. Enggak adil! Di mataku, kak Ge terus yang diprioritaskan pelatih!', jawab Nitya dengan nada tinggi, matanya mulai berkaca-kaca," tulis Greysia.

Bunda satu anak ini terkejut dengan pengakuan tersebut. Namun, ia berusaha mendengarkan dan mencoba mengerti apa yang dirasakan partner bulu tangkisnya ini.

"Aku kaget. Tapi aku mulai mengerti. 'Jadi sebenarnya aku enggak ada salah sama kamu kan, Ndut?' tanyaku memastikan. 'Enggak ada'. 'Tapi kamu tetap enggak suka sama aku?'. 'Enggak! Aku enggak suka!'. 'Masih mau partneran sama aku demi prestasi?'. 'Enggak! Aku enggak mau!'," cerita Greysia.

Keduanya pun larut dalam tangisan sambil berpelukan. Meski begitu, mereka belum menemukan jalan keluar.

“Lalu, kami berdua larut dalam tangisan sambil berpelukan. Malam itu berakhir tanpa solusi. Aku cuma ingin membangun kembali hubungan pertemanan dengan Nitya,” tutur Greysia.

Greysia Polii dan Nitya mengalahkan ego demi prestasi

Keduanya kembali dipertemukan dalam sesi terbuka bersama pelatih Eng Hian atau yang akrab disapa Ko Didi. Dalam kesempatan itu, mereka menyampaikan unek-unek satu sama lain.

"Dua bulan kemudian, hubungan kami masih suram. Lalu, kami dipertemukan dalam sesi terbuka bersama pelatih kami, Ko Didi alias Eng Hian. Untuk pertama kalinya, kami benar-benar jujur. 'Aku enggak suka kak Ge kalau terlalu confidence pas tanding,' ungkap Nitya. 'Ndut, next time kalau kamu ngerasa aku over confidence, kasih tahu aku, ya!' balasku. 'Aku juga enggak suka gaya jalan kak Ge. Gimana, gitu. Ganggu aja.' tambahnya," tutur Greysia.

Ia menjelaskan sesi curhat tersebut perlahan semakin cair. Keduanya pun bukan saling membela diri, melainkan belajar untuk menerima kritik.

"'Aku tidak suka sikap kamu yang cenderung tertutup', ucapku pada Nitya. Dia pun menerimanya," ujar Greysia.

Hubungan yang semula dipenuhi konflik perlahan berubah menjadi penuh kepercayaan.

“Kami sadar bahwa waktu tidak bisa menunggu dan mimpi tidak bisa ditunda. Kami harus memilih, ego atau tujuan. Kami memilih bertahan. Memperbaiki, bukan menghindari. Perlahan, hubungan kami pulih,” ujar Greysia.

Sejak saat itu, hubungan keduanya perlahan membaik. Greysia mengungkap bahwa mereka tidak lagi sekadar menjadi rekan di lapangan, tetapi juga saling menguatkan satu sama lain dalam menghadapi berbagai masalah.

Bahkan, Greysia menjadi satu-satunya tempat Nitya untuk mencurahkan hati ketika mengalami situasi sulit dalam hidupnya. Keduanya menjadi dekat satu sama lain.

“Saat itu, aku sadar, kami bukan cuma partner, tapi support system satu sama lain. Partner bukan cuma soal menang, tapi tentang saling jaga di segala kondisi,” ujarnya.

Masalah datang jelang Asian Games 2014

Masalah pun kembali datang menjelang Asian Games 2014, ketika Nitya mengalami cedera. Meski begitu, Greysia memilih mendukung keputusan sang partner tanpa memaksanya bermain.

“Aku tidak memaksa Nitya melanjutkan pertandingan, karena bagiku partner lebih berharga dari sekadar juara. ‘Ndut, kesempatan itu bisa kok datang berapa kali. Dengan kondisi kamu seperti ini, aku enggak mau memaksakan. Kan kita berpasangan, kalo enggak ada kamu, aku bisa apa?’,” ungkap Greysia.

“Nitya memilih bertahan. ‘Kak Ge percaya enggak sama aku kalau kondisi kayak gini, aku bisa main?’. Aku mengangguk. ‘Percaya!’. Saat dia percaya bisa, aku pun ikut percaya. Semangatnya, jadi kekuatanku juga,” sambungnya.

Dukungan dan kepercayaan yang mereka bangun akhirnya menjadi modal besar untuk menghadapi pertandingan tersebut, Bunda.

“Kami mempunyai mantra, ‘Fokus satu poin’. Bukan memikirkan menang besar, tapi melakukan yang terbaik, satu langkah demi satu langkah,” ungkap Greysia.

Juara Asian Games 2014

Perjuangan mereka pun berbuah manis. Greysia dan Nitya berhasil meraih medali emas Asian Games 2014. Bagi Greysia, kemenangan tersebut bukan hanya soal menjadi juara, melainkan bukti bahwa mereka mampu melewati luka, perbedaan, dan ego demi tujuan yang sama.

“Bagi kami, kemenangan ini bukan sekadar medali. Ini tentang menyembuhkan luka, melawan ego, dan memilih tetap bertahan. Di balik semua itu, ada proses panjang yang tidak terlihat,” tuturnya.

Demikian cerita di balik kemenangan Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari meniti kemenangan di lapangan badminton. Ada banyak pengorbanan untuk mengalahkan ego masing-masing demi membawa pulang Emas dan mengharumkan nama Indonesia di mata Asia.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Fakta Masa Kecil Greysia Polii, Dari Pakai Raket Tripleks Serta Juara Bareng Liliyana Natsir

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Tanggapan Pihak Atalia Praratya Usai Status Arka Sah Jadi Anak Ridwan Kamil

Mom's Life Tim HaiBunda

Ummi Quary Beli Rumah Impian Bergaya Kastel secara Tunai, Kini Betah di Rumah

Mom's Life Pritadanes

Kisah Greysia Polii & Nitya Maheswari Berjuang Kalahkan Ego Demi Emas Asian Games

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Mengenali Orang dari Kebiasaannya Suka Cek Menu Sebelum Pergi ke Restoran

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Orang Hyper-Independent Terlihat dari Kalimat yang Sering Diucapkan

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang dari Kebiasaannya Suka Cek Menu Sebelum Pergi ke Restoran

10 Rekomendasi Nasal Aspirator yang Aman Digunakan untuk Bayi

Ummi Quary Beli Rumah Impian Bergaya Kastel secara Tunai, Kini Betah di Rumah

Kisah Greysia Polii & Nitya Maheswari Berjuang Kalahkan Ego Demi Emas Asian Games

Kehamilan Ektopik di Bekas Luka Caesar: Gejala, Risiko, & Pentingnya Diagnosis Dini

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK