MOM'S LIFE
Cara Mengenali Orang People Pleaser, Bedakan dengan yang Tulus Baik Hati
Amira Salsabila | HaiBunda
Minggu, 19 Jul 2026 19:10 WIBTidak semua sikap baik muncul dari keinginan tulus untuk membantu. Pada sebagian orang, perilaku tersebut justru didorong oleh rasa takut mengecewakan orang lain atau khawatir mendapat penolakan dan kritik.
Kondisi ini dikenal sebagai people pleasing, yakni kecenderungan selalu mengutamakan kebutuhan orang lain hingga mengabaikan diri sendiri. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat memicu stres, kelelahan emosional, dan menurunkan kepuasan hidup.
Oleh karena itu, penting mengenali ciri orang people pleaser agar Bunda dapat membedakannya dari sikap baik yang sehat.
Dengan memahaminya, Bunda juga bisa membangun hubungan yang lebih seimbang dan menetapkan batasan yang lebih jelas.
Cara mengenali orang people pleaser
Dilansir Times of India, ada sejumlah ciri yang dapat Bunda kenali dari orang people pleaser. Berikut di antaranya:
1. Jarang mengatakan “tidak”
Ciri utama orang baik hati adalah mereka dapat memberi bantuan sekaligus menghormati batasan pribadi.
Sebaliknya, orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain biasanya menyetujui segala permintaan, bahkan jika mereka terlalu lelah atau kekurangan waktu.
Mereka mungkin takut mengecewakan orang lain atau menunjukkan kelemahan dengan mengatakan “tidak”.
Sekilas, sifat ini mungkin tampak sangat murah hati, tetapi ketidakkonsistenan dengan diri sendiri sepanjang waktu dapat menyebabkan kelelahan emosional dan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri.
2. Selalu membutuhkan konfirmasi atas tindakannya
Sementara orang tulus sering kali tidak membutuhkan persetujuan atas tindakan dan mereka melakukan apa yang diyakini benar, people pleaser mungkin membutuhkan validasi berupa rasa terima kasih dan pujian.
Mereka sangat mengkhawatirkan kesan yang mereka berikan dan mungkin menjadi cemas jika usahanya tidak diperhatikan. Dalam hal ini, kebahagiaan mereka bergantung pada pendapat orang lain.
3. Menghindari konflik
Wajar jika sesekali terjadi perselisihan, tetapi itu bukan masalah bagi orang baik selama berlangsung dalam format diskusi yang saling menghormati.
Namun, berbeda dengan people pleaser yang mungkin akan menghindari konflik. Dalam hal ini, orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain bahkan dapat meminta maaf secara tidak pantas, tetap diam jika tersinggung, atau melanggar prinsipnya hanya untuk menjaga kedamaian.
4. Tidak dapat mengungkap emosinya
Orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain sering menekan amarah, frustrasi, atau kekecewaan demi menyenangkan orang lain.
Mereka tidak dapat mengungkap perasaan yang sebenarnya karena takut orang lain akan menganggapnya tidak menyenangkan.
Misalnya, mereka mungkin tersenyum padahal sebenarnya kecewa terhadap sesuatu dan menyetujui keputusan yang sebenarnya tidak mereka setujui. Sebaliknya, orang baik dan tulus dapat mengungkapkan emosinya tanpa menyinggung perasaan orang lain.
5. Sering merasa kesal setelah membantu orang lain
Salah satu ciri paling menonjol dari orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain adalah ketidakpuasan tersembunyi yang muncul setelah membantu orang lain.
Hal ini terjadi karena mereka mengatakan “ya” padahal sebenarnya mereka akan mengatakan “tidak”, dan sebagai hasilnya, mereka mungkin merasa dimanfaatkan dan kelelahan secara emosional.
Orang baik juga membantu orang lain, tetapi mereka tidak sering melakukannya dan tidak bertentangan dengan keinginannya.
Oleh karena itu, merasa frustrasi setelah membantu orang lain adalah salah satu ciri dari people pleaser.
Demikian beberapa ciri yang dapat Bunda kenali dari orang dengan kepribadian people pleaser. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)