HaiBunda

MOM'S LIFE

Psikolog Ungkap Ciri Kepribadian Perempuan yang Sering Bilang 'Maaf'

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Kamis, 23 Jul 2026 14:25 WIB
Ilustrasi Psikolog Ungkap Ciri Kepribadian Perempuan yang Sering Bilang 'Maaf'/Foto: Getty Images/iStockphoto/kitzcorner
Jakarta -

Kata “maaf” sering kali terucap secara spontan, bahkan saat Bunda tidak melakukan kesalahan. Misalnya, ketika tidak sengaja tersenggol orang lain, ingin menyampaikan pertanyaan dalam rapat, atau menghadapi keadaan yang sepenuhnya di luar kendali.

Banyak orang menganggap kebiasaan tersebut sebagai bentuk kesopanan dan sikap menghargai orang lain.

Namun, terlalu sering meminta maaf dalam situasi yang sebenarnya tidak memerlukan permintaan maaf juga bisa memiliki makna lain.


Menurut psikolog, respons tersebut dapat muncul secara otomatis karena telah terbentuk sejak lama. Kebiasaan ini pun diyakini dapat mencerminkan karakter dan pola kepribadian seseorang, Bunda.

7 Ciri kepribadian perempuan yang suka minta maaf

Dilansir The Times of India, psikolog mengungkap beberapa ciri kepribadian perempuan yang sering minta maaf.

1. Harga diri bergantung pada orang lain

Kebiasaan meminta maaf terus-menerus sering dikaitkan dengan kebutuhan akan validasi dari luar.

Para peneliti kesehatan mental mengungkap bahwa pola ini biasanya berakar sejak dini, di rumah-rumah, di mana kasih sayang terasa bersyarat, sesuatu yang harus Bunda peroleh melalui perilaku baik.

2. Mudah bergaul dan jujur

Sifat mudah bergaul sering mendapat reputasi buruk, tetapi sebenarnya itu bukan kelemahan. Justru sifat inilah yang membuat Bunda terlihat hangat, kooperatif, dan pandai membangun hubungan.

Masalah mulai muncul ketika sifat mudah bergaul yang tinggi berpasangan dengan ketegasan yang rendah atau kecemasan, saat itulah hal itu berubah menjadi apa yang disebut para peneliti sebagai akomodasi kompulsif, yakni terus-menerus minta maaf.

3. Takut dianggap berlebihan

Ucapan “maaf” menjadi semacam pelindung untuk mengantisipasi penilaian orang lain, baik saat melakukan kesalahan, meminta bantuan, maupun sekadar menyampaikan pendapat dalam percakapan.

Sejumlah penelitian mengaitkan kebiasaan ini dengan rasa takut dianggap sebagai orang yang sulit atau merepotkan.

Pola tersebut sering kali terbentuk karena mereka terbiasa merasa bahwa penerimaan atau penghargaan dari orang lain harus diperoleh dengan selalu bersikap menyenangkan dan tidak merepotkan.

4. Mampu membaca suasana

Perempuan yang suka minta maaf biasanya memiliki tingkat empati yang tinggi dan lebih peka terhadap perasaan orang lain.

Hal ini sejalan dengan studi berjudul Associations between Empathy and Big Five Personality Traits among Chinese Undergraduate Medical Students yang dipublikasi di PMC PubMed Central.

Studi tersebut menemukan bahwa empati berkaitan erat dengan sifat agreeableness (keramahan), salah satu dimensi dalam teori kepribadian Big Five. Masalahnya adalah rasa bersalah menyelinap masuk dengan cepat, bahkan ketika Bunda sama sekali tidak melakukan kesalahan.

5. Selalu berusaha menyenangkan orang lain

Para psikolog tidak menganggap perilaku people pleaser sebagai kekurangan. Mereka melihatnya sebagai kebiasaan yang dipelajari, sesuatu yang didapat dari lingkungan sekitar, didikan, dan ketidaknyamanan dalam menghadapi konflik.

Di suatu titik, kata “maaf” menjadi jalan pintas untuk menjaga perdamaian, cara untuk meredakan situasi sebelum ketegangan meningkat.

6. Menganggap suatu situasi sebagai sesuatu yang perlu dimintai maaf

Penelitian dalam jurnal Psychological Science menemukan bahwa perempuan lebih sering menganggap situasi sehari-hari, seperti terlambat beberapa menit, meminta bantuan, atau merasa merepotkan orang lain, sebagai hal yang layak diakhiri dengan ucapan “maaf”.

7. Tumbuh dengan tekanan

Terdapat tekanan diam-diam dan tak terucapkan pada perempuan untuk menjadi penyayang, kompetitif, dan disukai tanpa usaha, semuanya sekaligus, tanpa perlu berusaha terlalu keras.

Sebuah penelitian menemukan bahwa ketika tidak mungkin untuk menjadi ketiganya sekaligus, kebanyakan perempuan tidak menyalahkan ekspektasi. Namun, malah menyalahkan diri sendiri.

Rasa itu tidak hilang seiring bertambahnya usia. Hal tersebut hanya muncul dalam bentuk ucapan “maaf” yang spontan.

Nah, itulah beberapa ciri kepribadian perempuan yang suka bilang “maaf”. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ciri Perempuan dengan EQ Tinggi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Bikin Bangga! Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF Perempuan 2026 usai Kalahkan Laos 5-0

Mom's Life Pritadanes

Psikolog Ungkap Ciri Kepribadian Perempuan yang Sering Bilang 'Maaf'

Mom's Life Amira Salsabila

Potret Bumil Lala Nabila Cetak Rekor MURI, Ikut Hyrox saat Hamil 24 Minggu

Kehamilan Annisa Karnesyia

Bobot Turun Jadi 49 Kg, Hong Hyun Hee Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Tubuhnya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Daftar Event Anak Juli 2026 di Jakarta, Kegiatan Seru & Edukatif

Parenting Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kini Berusia 13 Th, Ini Potret Pangeran George Calon Raja Inggris di Masa Depan

7 Rekomendasi Notebook untuk Journaling yang Simple, Aesthetic, hingga Vintage

Bikin Bangga! Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF Perempuan 2026 usai Kalahkan Laos 5-0

Psikolog Ungkap Ciri Kepribadian Perempuan yang Sering Bilang 'Maaf'

Potret Bumil Lala Nabila Cetak Rekor MURI, Ikut Hyrox saat Hamil 24 Minggu

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK