HaiBunda

MOM'S LIFE

Cara Mengenali Orang yang Sulit Bergaul dari Kalimat yang Sering Diucapkan

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 29 Jul 2026 11:35 WIB
Ilustrasi Cara Mengenali Orang yang Sulit Bergaul dari Kalimat yang Sering Diucapkannya / Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta -

Pada dasarnya, tidak semua orang harus menyukai kita. Namun, seseorang bisa dianggap sulit diajak bergaul karena kurang menyadari bagaimana perkataan dan sikapnya diterima oleh lingkungan sekitar.

Meski sering dikatakan bahwa tindakan lebih penting daripada kata-kata, psikolog menilai ucapan tetap memiliki pengaruh besar dalam membangun hubungan.

Beberapa frasa yang terus diulang bahkan dapat membuat seseorang terkesan negatif dan kurang menyenangkan untuk diajak berinteraksi. Lantas, kalimat apa saja yang sering diucapkan mereka?


7 Kalimat yang sering diucapkan orang yang sulit bergaul

Dilansir Parade, berikut beberapa kalimat yang mungkin membuat seseorang sulit beradaptasi atau bergaul dengan lingkungan sekitarnya menurut psikolog:

1. “Itu tidak mungkin”

Secara teratur mengucapkan tiga kata ini dapat menjadi hal yang mematikan, terutama ketika seorang rekan kerja atau teman tertarik untuk mencoba sesuatu yang baru.

Psikolog berlisensi dan pembawa acara Mind Matters dengan Dr. Michele, Dr. Michele Leno, Ph.D., mengatakan ini sering kali dapat membuat seseorang merasa seperti memilih pertengkaran atau memulai debat daripada mencari koneksi dan percakapan.

Meski begitu, seringkali ada alasan tersembunyi di balik penggunaan kalimat ini secara teratur, Bunda.

“Beberapa orang berpikir dalam hal rintangan karena rasanya lebih aman untuk mempersiapkan yang terburuk daripada berharap untuk yang terbaik,” ujar Leno.

2. “Sudah waktunya untuk mengatasinya”

Leno mencatat bahwa orang biasanya mengatakan kalimat tersebut ketika mereka tidak dapat menangani perasaan orang lain.

“Mereka berhubungan terlalu sedikit atau terlalu banyak dengan situasi. Sulit berada di sekitar orang yang mencoba untuk 'menjalankan waktu' proses emosional kamu,” ujar Leno.

3. “Kamu seharusnya tahu dari awal”

Kalimat ini biasanya diucapkan kepada seseorang yang baru saja melakukan kesalahan. Meski terdengar seperti nasihat, ucapan tersebut justru bisa membuat orang lain merasa semakin bersalah, terutama jika mereka sudah menyesali kesalahannya.

Menurut Leno, orang yang sering mengatakan kalimat seperti ini cenderung lebih berfokus pada menyalahkan benar atau salah daripada menunjukkan empati.

Sikap tersebut dapat terkesan dingin dan kurang peduli terhadap perasaan orang lain. Akibatnya, orang di sekitarnya mungkin enggan mencari dukungan atau berbagi cerita, terutama saat sedang menghadapi masa-masa sulit.

4. “Kamu tidak akan mengerti”

Psikolog mencatat bahwa komentar seperti ini dapat dianggap merendahkan dan membuat orang lain merasa Bunda merendahkan mereka.

“Berkomunikasi dengan sikap superioritas dan bahwa orang lain berada di bawah kamu atau ‘tidak mungkin memahami’ sesuatu yang kamu lakukan sulit untuk berada di sekitar,” ujar psikolog berlisensi dengan Thriveworks, Dr. Brandy Smith, Ph.D.

5. “Kamu terlalu sensitif”

Jika menggunakan kalimat ini, sering kali merupakan tanda bahwa Bunda berjuang untuk menghadapi emosi negatif orang lain. Namun, orang-orang secara alami mengalami emosi positif dan negatif.

Itu membuat sulit berada di sekitar seseorang yang sering mencoba untuk menutup kebutuhan orang lain untuk membahas hari yang buruk atau waktu yang sulit.

“Alih-alih terlibat dengan isi dari apa yang dikatakan, itu membingkai ulang masalah sebagai cacat pada orang lain, yang dapat terasa tidak valid,” ujar psikolog dan penasihat media Hope for Depression Research Foundation, Dr. Ernesto Lira de la Rosa, Ph.D.

6. “Aku hanya bersikap jujur”

Kalimat ini sering digunakan sebagai tindak lanjut untuk komunikasi yang tumpul atau kurang tepat waktu. Kejujuran dapat membangun kepercayaan.

Namun, apa yang dikatakan dan bagaimana (dan kapan) Bunda mengatakan sesuatu semuanya bertambah, untuk lebih baik atau lebih buruk.

7. “Semua orang setuju dengan saya”

Kalimat yang ini bisa menjadi bumerang karena beberapa alasan dan dapat membuat orang berpikir Bunda sulit untuk berada di sekitar.

Ungkapan ini dapat menjadi upaya untuk mengurangi ketidakpastian atau kecemasan dalam konflik. Secara psikologis, itu menggeser interaksi dari dialog ke kekuasaan, yang cenderung mematikan orang daripada menyelesaikan perbedaan.

Nah, itulah beberapa kalimat yang dapat Bunda kenali dari orang yang mungkin sulit bergaul dengan lingkungan sekitarnya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ini 4 Kata Psikologis agar Permintaan Lebih Mudah Diterima

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Ciri Kepribadian Orang Perfeksionis, Sering Menuntut Diri Harus Sempurna

Mom's Life Elia Amaliana

Potret Megan Anak Tina Toon yang Menggemaskan, Dibilang Mirip Ibunda saat Masih Kecil

Parenting Annisa Karnesyia

Momen Putri Sulung Ersa Mayori Lulus Jadi Sarjana Teknik ITB, Intip Potretnya

Mom's Life Amira Salsabila

11 Ciri Pasangan Suportif yang Membuatmu Merasa Didengar, Dihargai, dan Dicintai

Mom's Life Amira Salsabila

Sosok Orang Terkaya Baru di Asia, Hartanya Tembus Rp1.600 Triliun

Mom's Life Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Ciri Kepribadian Orang Perfeksionis, Sering Menuntut Diri Harus Sempurna

Potret Megan Anak Tina Toon yang Menggemaskan, Dibilang Mirip Ibunda saat Masih Kecil

11 Ciri Pasangan Suportif yang Membuatmu Merasa Didengar, Dihargai, dan Dicintai

Momen Putri Sulung Ersa Mayori Lulus Jadi Sarjana Teknik ITB, Intip Potretnya

Resep Minuman Jahe untuk Bantu Jaga Kesehatan Paru-paru, Bikin Buat Keluarga di Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK