HaiBunda

MOM'S LIFE

Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 12 Aug 2026 22:00 WIB
Ilustrasi Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya/Foto: Getty Images/iStockphoto/Urupong
Jakarta -

Media sosial kini tak selalu menjadi tempat bagi Gen Z untuk membagikan berbagai momen dalam hidupnya. Meski tetap aktif berselancar di media sosial, banyak yang mulai mengurangi frekuensi posting.

Fenomena Gen Z yang makin jarang posting ini menunjukkan bahwa cara mereka menggunakan media sosial mulai berubah.

Perubahan kebiasaan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari keinginan menjaga privasi hingga rasa lelah dengan tuntutan untuk selalu terlihat aktif di media sosial.


Alasan Gen Z jarang posting di medsos

Dilansir Studio Scribis, semakin banyak orang kini memilih strategi ‘Posting Zero’, yaitu sengaja mengurangi atau bahkan berhenti mengunggah sesuatu di media sosial.

Lini masa Instagram mungkin masih dipenuhi banyak konten, tetapi semakin sedikit orang yang membagikan hal-hal pribadi atau memulai percakapan yang benar-benar menarik. Mereka masih membuka media sosial, tetapi lebih memilih diam, melihat-lihat unggahan orang lain tanpa ikut membagikan sesuatu.

Fenomena ini bukan sekadar perasaan. Ada perubahan dalam kebiasaan penggunaan media sosial, terutama di kalangan anak muda.

Bahkan, Gen Z sebenarnya sudah mulai mempertanyakan penggunaan media sosial sejak beberapa tahun lalu karena merasa platform tersebut dapat memicu kecemasan, kesedihan, dan tekanan.

Ada banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari terlalu banyak iklan, rasa takut dinilai orang lain, konten jualan yang semakin mendominasi, hingga kondisi dunia yang penuh masalah. Semua itu membuat banyak orang merasa lelah dengan internet.

Media sosial dianggap penuh tekanan

Matt Richards, seorang manajer berusia 23 tahun, menghapus semua aplikasi media sosial dari ponselnya. Ia justru terkejut karena merasa hidupnya menjadi lebih baik setelah melakukan hal tersebut.

Dilansir CNBC Make It, Richards sudah menggunakan smartphone sejak usia 11 tahun. Namun, beberapa tahun terakhir ia mulai merasa media sosial tidak lagi menyenangkan.

Linimasa dipenuhi konten buatan AI, iklan dari influencer, serta unggahan yang membuat orang terus membandingkan gaya hidup dan pencapaian mereka dengan orang lain.

Menurut Richards, dulu orang menggunakan ponsel untuk sejenak menjauh dari kehidupan nyata. Kini, banyak anak muda justru mulai menjauh dari ponsel agar bisa kembali menikmati kehidupan nyata.

Setelah mengurangi media sosial, ia merasa lebih mudah terhubung dengan orang lain secara langsung dan menjadi lebih percaya diri.

Fenomena ini dikenal sebagai chronically offline, yaitu kebiasaan untuk lebih sering berada di luar dunia digital. Menariknya, tren ini justru ramai dibicarakan di media sosial.

Banyak anak muda membagikan pengalaman mereka menghapus aplikasi media sosial dan mulai melakukan aktivitas secara langsung, seperti bertemu teman, menggunakan ponsel jadul, hingga mencoba hobi.

Banyak anak muda juga yang merasa media sosial kini memberikan terlalu banyak tekanan. Selain harus terus mengikuti tren, mereka juga dihadapkan pada iklan, pencapaian orang lain, dan berbagai informasi yang tidak ada habisnya.

Kondisi tersebut membuat sebagian orang merasa lelah dan kurang nyaman dengan dirinya sendiri.

Media sosial mulai dianggap sebagai platform penuh tekanan karena penggunanya terus dibombardir berbagai informasi dan iklan. Richards pun merasa media sosial membuatnya berpikir bahwa ia tidak memiliki cukup banyak barang atau belum mencapai cukup banyak hal dalam kariernya.

Oleh karena itu, sebagian Gen Z dan Milenial mulai memilih untuk mengurangi penggunaan media sosial, bahkan meninggalkannya sama sekali. Mereka ingin mendapatkan kembali keseimbangan, rasa aman, dan kendali atas kehidupan mereka.

Nah, itulah alasan mengapa Gen Z kini lebih jarang posting di media sosial. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bukan TV atau Gim, Ini Screen Time yang Bisa Picu ADHD pada Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Marshanda Ungkap Sisi Manis Ben Kasyafani ke Anak, Tak Ingin Sienna Fatherless

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang yang Tak Mau Mengangkat Telepon dari Nomor Tak Dikenal

Mom's Life Melly Febrida

Bukan Pola Asuh, Studi Terbaru Temukan Risiko Autisme pada Anak Disebabkan Genetik

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Cara Mengenali Anak yang Terlalu Sensitif, Ada 2 Tanda yang Perlu Diketahui Orang Tua

Parenting Azhar Hanifah

Pulang dari Australia, Rini Yulianti Langsung Kumpul dan Kompak Lari Bareng Ririn Ekawati

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Hamil 22 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

150 Nama Bayi Terinspirasi dari Alam Semesta dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan

Marshanda Ungkap Sisi Manis Ben Kasyafani ke Anak, Tak Ingin Sienna Fatherless

Bukan Pola Asuh, Studi Terbaru Temukan Risiko Autisme pada Anak Disebabkan Genetik

Ciri Kepribadian Orang yang Tak Mau Mengangkat Telepon dari Nomor Tak Dikenal

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK