HaiBunda

MOM'S LIFE

Waktu Sarapan Ternyata Berpengaruh pada Umur Panjang, Begini Hasil Studi

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Selasa, 25 Aug 2026 10:40 WIB
Ilustrasi Studi Ungkap Waktu Sarapan Berpengaruh pada Umur Panjang/Foto: Getty Images/iStockphoto/miya227
Jakarta -

Mungkin selama ini lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi saat sarapan. Padahal, waktu makan di pagi hari ternyata juga perlu menjadi perhatian.

Sebuah studi mengungkap adanya kaitan antara kebiasaan tersebut dengan peluang seseorang untuk hidup lebih panjang. Temuan ini menambah bukti bahwa kesehatan tak hanya dipengaruhi oleh pilihan makanan.

Lantas, seperti apa hubungan waktu sarapan dengan umur panjang? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.


Waktu sarapan berkaitan dengan umur panjang

Dilansir detikcom, meski tidak membuktikan bahwa mengubah waktu makan secara langsung dapat memengaruhi usia seseorang, studi ini menunjukkan adanya hubungan antara keduanya.

Para peneliti menganalisis data dari 31.044 orang dewasa berusia 40 tahun ke atas di Amerika Serikat. Data tersebut diambil dari National Health and Nutrition Examintion Survey (NHANES) yang dikumpulkan selama periode 1999-2018.

Para peserta melaporkan semua yang mereka konsumsi selama 24 jam sebelumnya, termasuk waktu konsumsi setiap makanan atau minuman.

Studi yang diterbitkan di European Journal of Clinical Nutrition pada 31 Juli 2026 ini menyimpulkan bahwa makanan dan minuman apa pun yang mengandung kalori dan dikonsumsi setelah pukul 04.0 dapat dianggap sebagai ‘makanan pertama’. Artinya, konsumsi tersebut tidak harus berupa sarapan konvensional.

Sementara itu, asupan kalori terakhir dalam sehari ditetapkan sebagai makanan terakhir. Rentang waktu antara konsumsi pertama dan terakhir kemudian digunakan sebagai durasi waktu makan (eating window).

Selanjutnya, para peneliti menghubungkan data tersebut dengan catatan kematian hingga akhir tahun 2019. Selama masa tindak lanjut rata-rata 8,6 tahun, sebanyak 7.129 peserta meninggal dunia, termasuk 2.259 orang karena penyakit kardiovaskular.

Analisis tersebut memperhitungkan berbagai faktor, termasuk usia, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, kualitas diet, indeks massa tubuh, asupan energi, hingga penyakit yang sudah ada. 

Penelitian juga mengungkap waktu makan yang meningkatkan risiko kematian, Bunda.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

David Beckham Buktikan Asma Bukan Penghalang Jadi Atlet Dunia

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

2600 Nama Bayi Perempuan Islami, Modern, Keren dari A-Z Lengkap dan Artinya

Nama Bayi Dilla Atqia Rahmah

Kisah Haru Bunda Rayakan Ultah Pertama Si Kecil setelah Alami 20 Kali Keguguran

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

9 Kondisi Unik tapi Wajar yang Bisa Terjadi setelah Bunda Melahirkan

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

9 Ciri Orang yang Butuh Me Time, Bukan Berarti Antisosial

Mom's Life Elia Amaliana

Usia Berapa Anak Mulai Coba Makanan Pedas?

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Kondisi Unik tapi Wajar yang Bisa Terjadi setelah Bunda Melahirkan

2600 Nama Bayi Perempuan Islami, Modern, Keren dari A-Z Lengkap dan Artinya

5 Potret Balian Ibrahimovich Putra Andy /rif yang Kini Sudah Dewasa, Berprestasi di Bidang Olahraga

Kisah Haru Bunda Rayakan Ultah Pertama Si Kecil setelah Alami 20 Kali Keguguran

9 Ciri Orang yang Butuh Me Time, Bukan Berarti Antisosial

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK