HaiBunda

MOM'S LIFE

Cara Mengenali Orang Tidak Kompeten Dilihat dari Ucapannya Menurut Ilmu Psikologi

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Sabtu, 29 Aug 2026 12:15 WIB
Ilustrasi cara mengenali orang tidak kompeten dilihat dari ucapannya / Foto: Getty Images/Wasana Kunpol

Kemampuan seseorang tidak selalu bisa dinilai hanya dari hasil pekerjaannya. Dalam situasi tertentu, cara berbicara juga dapat memberikan gambaran tentang bagaimana seseorang menghadapi tanggung jawab, tantangan, maupun kesalahan yang dilakukan.

Beberapa ucapan bahkan dapat menunjukkan kecenderungan seseorang untuk menghindari tugas atau situasi yang membuatnya tidak nyaman. Meski begitu, satu ucapan saja tentu tidak cukup untuk langsung menyimpulkan seseorang sebagai orang tidak kompeten.

Lantas, apa saja perkataan yang dapat menunjukkan kecenderungan tersebut menurut psikologi? Yuk, Bunda, simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.


11 Ciri orang tidak kompeten yang bisa terlihat dari ucapannya

Mengutip dari laman Your Tango, berikut sejumlah ucapan yang dapat menunjukkan kecenderungan seseorang menghindari tanggung jawab, tantangan, atau proses untuk mengembangkan kemampuan.

1. “Ini bukan salah saya”

Orang yang kurang kompeten terkadang menggunakan kalimat “Ini bukan salah saya” untuk menghindari tanggung jawab atas kesalahan atau kekurangannya. Daripada mengakui dan memperbaiki kesalahan, mereka cenderung menyalahkan orang lain.

Menurut Modern Psychiatry and Wellness, kebiasaan mengkritik orang lain dan mengalihkan kesalahan dapat menjadi tanda rasa tidak aman. Perilaku tersebut bisa menjadi cara untuk menutupi kelemahan dan menghindari perasaan tidak nyaman seperti rasa malu.

2. “Aku bingung” atau “Aku buntu”

Meminta bantuan sebenarnya bukan tanda seseorang tidak kompeten. Namun, studi yang diterbitkan dalam jurnal Management Science pada 2015 menunjukkan bahwa orang yang kurang kompeten cenderung menghindari tantangan, terutama pada tugas yang mereka anggap sulit atau berisiko gagal.

3. “Itu bukan tugas saya”

Ucapan “Itu bukan tugas saya” dapat menunjukkan kurangnya fleksibilitas, terutama dalam lingkungan kerja yang membutuhkan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Meski menetapkan batasan dalam pekerjaan tetap penting untuk menjaga kesejahteraan diri, terlalu enggan membantu orang lain atau melakukan sedikit usaha tambahan sesekali justru dapat menghambat keberhasilan tim. 

4. “Itu masalah orang lain untuk diselesaikan”

Orang yang kurang kompeten cenderung menghindari situasi yang membuat mereka harus menghadapi tantangan atau merasa tidak nyaman. Hal ini dapat dipicu oleh rasa takut dipermalukan, gagal, maupun harus bertanggung jawab.

Mereka memilih mengalihkan kesalahan dan menghindari tanggung jawab. Padahal, menghadapi suatu persoalan dapat memberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang. 

5. “Aku memang tidak pandai melakukan ini”

Tidak semua orang langsung mahir dalam suatu hal. Namun, orang yang kurang kompeten cenderung menggunakan kalimat “Aku memang tidak pandai melakukan ini” untuk menghindari tantangan dan tetap berada di zona nyaman.

Menurut studi Max Planck Florida Institute tentang kognisi otak, mencoba pengalaman baru dan melakukan hal yang belum dikuasai merupakan bagian dari proses berkembang.

6. “Kamu lebih jago melakukannya”

Kalimat “Kamu lebih jago melakukannya” dapat menjadi bentuk weaponized incompetence, yaitu menggunakan alasan tidak mampu untuk menghindari tanggung jawab.

Menurut Susan Albers, pakar psikiatri dari Cleveland Clinic, perilaku ini sering muncul dalam hubungan ketika seseorang sengaja mengandalkan ketidakmampuannya agar tugas atau percakapan dialihkan kepada orang lain.

7. “Nanti saya kerjakan”

Orang yang kurang kompeten terkadang menggunakan alasan untuk melindungi diri dari rasa tidak nyaman, seperti malu atau iri. Kalimat “Nanti saya kerjakan” dapat menjadi cara untuk menghindari tugas yang sebenarnya bisa membantu untuk mengembangkan keahlian.

Menurut terapis Dave Lechnyr, LCSW, kebiasaan membuat alasan dan mengalihkan kesalahan umumnya merupakan perilaku yang dipelajari. Seseorang bisa terbiasa menghindari tantangan karena pernah mengalami kegagalan, kritik, atau tidak mendapat dorongan untuk mencoba hal sulit.

8. “Itu tidak mungkin”

Kalimat “Itu tidak mungkin” dapat menunjukkan pola pikir yang terlalu membatasi kemampuan diri. Ketika seseorang selalu menganggap suatu hal mustahil, ia bisa enggan mencoba pengalaman baru atau keluar dari zona nyaman.

Cara pandang terhadap kemampuan diri dapat memengaruhi keberhasilan yang dirasakan, baik dalam hubungan, pengembangan diri, pekerjaan, maupun kehidupan pribadi. 

9. “Gampang, aku juga bisa”

Kalimat seperti “Gampang, aku juga bisa” dapat menunjukkan adanya jarak antara kemampuan yang seseorang pikir dimiliki dan kemampuan sebenarnya. Hal ini berkaitan dengan efek Dunning-Kruger, yaitu ketika seseorang dengan kemampuan rendah justru cenderung melebihkan kemampuan dirinya.

Ketidaksesuaian tersebut dapat membuat seseorang terlihat terlalu percaya diri atau justru merasa tidak aman. Karena itu, ucapan yang meremehkan suatu tugas tanpa memahami tingkat kesulitannya dapat menjadi salah satu tanda adanya penilaian diri yang kurang tepat.

10. “Itu bukan saya”

Menurut Lauren Florko, PhD, psikolog di bidang tempat kerja, perilaku yang terlihat tidak kompeten tidak selalu dilakukan dengan sengaja. Dalam beberapa kasus, perilaku tersebut bisa terbentuk dari kebiasaan yang dipelajari atau kesalahpahaman yang belum disadari.

Ucapan “Itu bukan saya” juga tidak selalu berarti seseorang sedang menyalahkan orang lain. Sikap defensif tersebut dapat muncul karena ketidaknyamanan menghadapi kegagalan. 

11. “Saya lebih baik tidak melakukan apa-apa”

Orang yang kurang kompeten cenderung memilih kenyamanan daripada menghadapi tantangan. Ketika mendapat tugas sulit atau menghadapi konflik dalam hubungan, mereka lebih memilih menghindar dan tidak mengambil tanggung jawab.

Kebiasaan tersebut dapat membuat kerja sama menjadi sulit karena mereka bukan hanya malas berusaha, tetapi juga mengungkapkan keinginan untuk melakukan lebih sedikit demi menghindari situasi yang tidak nyaman atau membingungkan.

Itulah beberapa ucapan yang dapat menunjukkan kecenderungan seseorang menghindari tanggung jawab dan tantangan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang Tidak Kompeten Dilihat dari Ucapannya Menurut Ilmu Psikologi

Mom's Life Azhar Hanifah

150 Nama Bayi Terinspirasi Anggrek dan Artinya untuk Anak Laki-laki & Perempuan

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

7 Gerakan Olahraga untuk Dapatkan Perut Rata, Bisa Dicoba di Rumah

Mom's Life Arina Yulistara

5 Roti Enak di Glodok Jakarta, Ada Little Salt Bread Viral

Mom's Life Amira Salsabila

Studi Terbaru Ungkap Kaitan Kadar Lemak Tubuh Tinggi saat Hamil dengan Risiko ADHD pada Anak

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Resep MPASI Bayi 10 Bulan Berkuah, Sederhana & Penambah Berat Badan

150 Nama Bayi Terinspirasi Anggrek dan Artinya untuk Anak Laki-laki & Perempuan

Cara Mengenali Orang Tidak Kompeten Dilihat dari Ucapannya Menurut Ilmu Psikologi

5 Roti Enak di Glodok Jakarta, Ada Little Salt Bread Viral

7 Gerakan Olahraga untuk Dapatkan Perut Rata, Bisa Dicoba di Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK