Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

6 Kalimat Sering Digunakan Orang yang Lebih Suka Deep Talk

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 02 Sep 2026 22:00 WIB

Ilustrasi ngobrol
Ilustrasi 6 Kalimat Sering Digunakan Orang yang Lebih Suka Deep Talk/Foto: Getty Images/BongkarnThanyakij
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, tidak semua orang menikmati percakapan ringan. Meski mampu melakukannya dalam situasi tertentu, sebagian orang justru lebih nyaman ketika pembicaraan mulai menyentuh hal-hal yang lebih bermakna.

Bagi mereka, percakapan bukan sekadar basa-basi, tetapi juga menjadi cara untuk mengenal pemikiran, pengalaman, dan perasaan seseorang lebih dalam.

Oleh karena itu, mereka biasanya lebih antusias ketika topik pembicaraan memberikan ruang untuk mengenal secara lebih personal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menariknya, orang yang lebih suka deep talk bisa terlihat dari kalimat yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Lantas, kalimat apa saja yang sering mereka sampaikan? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

6 Kalimat yang sering digunakan orang yang lebih suka deep talk

Dilansir Your Tango, ada beberapa ungkapan yang secara tidak langsung menunjukkan bahwa seseorang lebih tertarik menggali pembicaraan daripada sekadar membahas hal-hal di permukaan. Berikut di antaranya:

1. “Bagaimana perasaanmu setelah itu?”

Orang yang lebih suka deep talk sering menghabiskan waktu untuk meneliti pikiran dan perasaannya sendiri. Mereka mungkin bertanya bagaimana suatu pengalaman membuat seseorang merasa tertarik untuk memahami pikiran dan respons emosional orang tersebut.

2. “Itu mengingatkan saya pada masa kecil”

Mereka mungkin akan membangkitkan kenangan karena cerita pribadi memberi orang lain kesempatan untuk berempati dan berbagi pengalamannya sendiri. Dalam percakapan santai, mereka biasanya akan mengatakan hal-hal seperti “Mengingatkan saya pada masa muda” untuk mengajak orang lain berbagi kenangan indah.

Percakapan bisa terasa lebih bermakna ketika orang berbicara tentang kenangan, pengalaman masa kecil, atau saat-saat ketika mereka merasa riang.

Mereka lebih nyaman menggali lebih dalam tentang masa-masa sakral ini bersama orang lain daripada membicarakan fakta-fakta acak tentang masa kini yang dapat dipahami oleh semua orang.

3. “Akhir-akhir ini aku banyak menetapkan tujuan”

Sementara sebelumnya menengok ke masa lalu, ungkapan ini mengarahkan percakapan ke masa depan.

Orang yang suka deep talk biasanya antusias untuk berbagi tentang harapan, keinginan, dan impian apa yang ada di benak mereka, serta langkah-langkah nyata yang mereka ambil untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan mengatakan hal ini atau sesuatu yang serupa, mereka membuka pintu bagi orang lain untuk berbagi tujuannya juga.

4. “Aku sedang memikirkan sesuatu di berita”

Jika seseorang mengatakan kalimat ini dalam percakapan sehari-hari, mereka kemungkinan lebih tertarik membahas peristiwa yang kompleks dan mendengarkan sudut pandang orang lain daripada sekadar membicarakan gosip di sekitar.

Namun, tidak semua orang nyaman membahas topik yang berat, terutama saat berada di lingkungan kerja. Bagi orang yang cukup peka terhadap penderitaan orang lain, melihat berita tentang berbagai kejadian buruk di dunia juga bisa terasa melelahkan secara emosional.

Berbagai berita, foto, dan video tentang bencana atau penderitaan yang terus bermunculan dapat terasa berat jika dipendam sendiri. Untuk itu, ketika ingin mencurahkan perasaan atau mengetahui pandangan orang lain mengenai suatu peristiwa, merek mungkin akan membahasnya.

5. “Apa kabarnya…?”

Orang yang suka deep talk adalah pembicara yang sangat terlibat dan berusaha sebaik mungkin untuk memperhatikan detail penting dalam kehidupan orang lain.

Hal ini tidak selalu karena ingin bergosip atau ikut campur urusan orang lain. Mereka hanya ingin memahami orang-orang dalam kehidupan orang lain dan berharap dapat menciptakan momen kedekatan.

6. “Aku sangat senang berbicara dengan kamu”

Orang yang lebih suka deep talk biasanya akan menegaskan kepada lawan bicara bahwa mereka menikmati waktu bersama. Mereka mungkin akan lebih sering mengatakan ini setelah bertemu seseorang yang juga menikmati percakapan pribadi dan terbuka.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering digunakan oleh orang-orang yang lebih suka deep talk daripada sekadar basa-basi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda