HaiBunda

MOM'S LIFE

Ciri Orang yang Tidak Haus Validasi dalam Hubungan

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Selasa, 01 Sep 2026 16:25 WIB
Ilustrasi ciri orang yang tidak haus validasi dalam hubungan / Foto: Getty Images/pondsaksit
Jakarta -

Bunda, menjalin hubungan dapat membuat seseorang berharap mendapat perhatian, dukungan, dan pengakuan dari pasangannya. Namun, terlalu bergantung pada validasi dari orang lain justru dapat memengaruhi rasa percaya diri.

Orang yang memiliki harga diri kuat umumnya tidak menjadikan perhatian pasangan sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan dan keyakinan terhadap diri sendiri.

Mereka mampu menemukan rasa percaya diri dalam diri tanpa harus selalu mencari pengakuan dari orang lain.


Dilansir The Economic Times, psikologi memiliki istilah untuk apa yang terjadi di balik permukaan yang tenang itu.

Kurangnya validasi eksternal bukan tentang kesombongan atau ketidakpedulian. Biasanya, hal itu berkaitan dengan bagaimana motivasi dan harga diri terstruktur secara internal.

Lantas, seperti apa ciri orang yang tidak haus validasi dalam hubungan? Yuk, simak beberapa karakteristiknya berikut ini.

Ciri orang yang tidak haus validasi dalam hubungan

Dilansir Your Tango, orang yang tidak membutuhkan validasi terus-menerus dalam hubungan biasanya memiliki ciri-ciri langka berikut ini:

1. Punya harga diri yang tinggi

Ketika seseorang punya harga diri yang tinggi, mereka memandang hubungan sebagai perpanjangan dari hidupnya, bukan sebagai seluruh dunianya.

Mereka tahu apa yang pantas didapatkan dan memastikan selalu menerima perlakuan terbaik. Kemungkinan besar, mereka juga tidak akan bertahan dalam suatu hubungan hanya demi kenyamanan, dan jelas tidak bergantung pada pasangannya untuk meningkatkan harga diri.

Sebaliknya, mereka bangga dengan diri sendiri, dan tidak mungkin mempertahankan pasangan hanya untuk mendapatkan pengakuan.

2. Percaya diri

Kepercayaan diri tidak selalu datang dengan mudah. Namun, beberapa orang memiliki rasa percaya diri secara alami.

Ini adalah sifat yang mereka warisi dan gunakan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang percaya diri tidak membutuhkan siapa pun untuk memberikan validasi. Mereka cenderung bangga dengan diri sendiri.

3. Tahu siapa dirinya

Ketika seseorang secara alami mengetahui siapa dirinya, mereka teguh pada nilai diri sendiri. Mereka tahu apa yang pantas didapatkan dan kemungkinan besar sedang memvalidasi diri sendiri daripada mencari perhatian itu dari pasangan.

Mengetahui siapa diri kita sangat berpengaruh terhadap harga diri, Bunda. Merasa bangga pada diri sendiri juga dapat membantu melihat hubungan sebagai sesuatu yang dapat dialami, bukan sebagai sesuatu yang dibutuhkan untuk merasa nyaman dengan diri sendiri.

4. Mereka mandiri

Terkadang, orang yang terlalu mandiri mungkin berpikir bahwa mereka tidak cocok untuk menjalin hubungan.

Alih-alih membiarkan orang lain turun tangan dan memberikan dukungan dalam hidupnya, mereka lebih memilih untuk menangani segala sesuatu sendiri.

Orang yang mandiri akan bangga dengan dirinya sendiri. Mereka tidak membutuhkan pengakuan dari orang lain, dan jika suatu hubungan berakhir, harga dirinya tidak akan ikut menurun.

5. Membutuhkan ruang

Berada sendirian dalam pikiran kita bisa menakutkan. Kehadiran orang lain memudahkan kita untuk menghindari hal-hal yang selama ini kita perjuangkan, Bunda.

Ketika seseorang mengambil ruang pribadi, mereka tidak membutuhkan validasi dari pasangannya. Mereka dapat fokus pada diri sendiri saat dibutuhkan.

6. Menjaga batasan yang sehat

Batasan sangat penting dalam sebuah hubungan. Tidak selalu mudah menemukan keseimbangan yang sehat.

Ketika seseorang menciptakan batasan yang kuat dalam hubungannya, mereka mungkin cenderung tidak mencari validasi eksternal untuk meningkatkan harga diri.

Seorang pekerja sosial klinis berlisensi, Yesenia Garcia, mengatakan kesalahpahaman terbesar tentang batasan adalah anggapan bahwa batasan itu negatif, seolah-olah menetapkannya menciptakan pemenang dan pecundang.

Pada kenyataannya, batasan justru melakukan hal sebaliknya, batasan memupuk hubungan yang lebih dalam dengan orang lain dan diri sendiri.

7. Dapat mengendalikan emosi dengan baik

Emosi dapat mengendalikan hidup setiap orang. Alih-alih bergantung pada orang lain, mengatur emosi sendiri dapat memungkinkan pertumbuhan sebagai individu tanpa memprioritaskan orang lain demi harga diri kita.

Nah, itulah beberapa ciri orang yang tidak haus validasi dalam hubungan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ciri Perempuan dengan EQ Tinggi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Orang yang Tidak Haus Validasi dalam Hubungan

Mom's Life Amira Salsabila

Momen Hangat BCL, Tiko, dan Noah Kumpul Bersama Keluarga Almarhum Ashraf Sinclair di KL

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kebiasaan Tidur Anak Berpengaruh pada Kesehatan Mental, Begini Penjelasannya

Parenting Kinan

Cara Membuat Gabin Tape Renyah Tahan Lama dan Tidak Berminyak

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Mendengarkan daripada Banyak Bicara

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Orang yang Tidak Haus Validasi dalam Hubungan

Kebiasaan Tidur Anak Berpengaruh pada Kesehatan Mental, Begini Penjelasannya

Emas Antam Turun Lagi, Intip Harga Terbarunya Hari Ini Bun

Momen Hangat BCL, Tiko, dan Noah Kumpul Bersama Keluarga Almarhum Ashraf Sinclair di KL

Konsul ke Dokter atau Bidan yang Sama saat Cek Rutin hingga Melahirkan Perkecil Risiko Trauma

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK