MOM'S LIFE
Keluarga dengan 1 Penghasilan Makin Sulit Bertahan, Ini Alasannya Menurut Pakar
Arina Yulistara | HaiBunda
Minggu, 30 Aug 2026 20:30 WIBKeluarga Bunda yang bekerja dan menghasilkan uang hanya suami? Menurut pakar, keluarga dengan satu penghasilan semakin sulit bertahan in this economy.
Menjalani kehidupan keluarga dengan mengandalkan satu sumber penghasilan kini terasa semakin sulit, terutama ketika kebutuhan rumah tangga terus meningkat. Jika dahulu satu orang yang bekerja dianggap cukup untuk membiayai rumah, kendaraan, kebutuhan anak, hingga tabungan, kondisi tersebut kini semakin jarang ditemukan.
Perubahan biaya hidup, harga rumah, pendidikan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pengasuhan anak membuat banyak keluarga harus memiliki lebih dari satu sumber pemasukan. Bahkan bagi sebagian keluarga dengan pendapatan tinggi sekalipun, mengandalkan satu penghasilan dinilai tidak lagi mudah untuk mempertahankan gaya hidup kelas menengah.
Sarah Foster, analis ekonomi dari Bankrate, mengatakan bahwa masa ketika sebuah keluarga dapat memiliki rumah, mobil, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya dengan satu penghasilan kini sudah banyak berlalu.
“Dahulu kita berada di era keemasan ketika seseorang bisa memiliki rumah, mobil, dan bertahan hidup dengan satu penghasilan. Era itu sudah berlalu,” ujar Foster kepada CNBC.
Alasan keluarga dengan 1 penghasilan makin sulit bertahan
Simak sejumlah alasan mengapa keluarga dengan satu penghasilan sulit bertahan di era sekarang.
1. Biaya kebutuhan rumah tangga terus melonjak
Salah satu alasan utama keluarga semakin sulit bertahan dengan satu penghasilan adalah meningkatnya berbagai pengeluaran rumah tangga. Inflasi dan kenaikan harga kebutuhan seperti tempat tinggal, perawatan anak, pendidikan tinggi, kendaraan, serta layanan kesehatan membuat pendapatan satu orang semakin cepat habis untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Mark Hamrick, Senior Economic Analyst di Bankrate, menyebut kondisi tersebut sebagai tantangan keterjangkauan. Menurutnya, kenaikan berbagai biaya membuat keluarga membutuhkan penghasilan lebih besar agar dapat mempertahankan kehidupan yang sebelumnya dianggap sebagai standar kelas menengah.
“Ketika biaya-biaya meningkat begitu besar bagi banyak keluarga, kita tahu biaya pengasuhan anak, biaya layanan kesehatan, serta kebutuhan untuk mendapatkan penghasilan lebih tinggi hanya untuk mengimbangi kenaikan tersebut, membuat keluarga harus bekerja lebih banyak,” kata Elise Gould, Senior Economist di Economic Policy Institute.
2. Biaya rumah dan sewa semakin sulit dijangkau
Tempat tinggal menjadi salah satu pengeluaran terbesar yang membuat konsep keluarga dengan satu pencari nafkah semakin sulit diterapkan. Kekurangan pasokan hunian di berbagai wilayah turut mendorong kenaikan harga sewa maupun harga rumah.
Bagi keluarga yang hanya memiliki satu sumber penghasilan, cicilan rumah atau biaya sewa dapat mengambil porsi besar dari pendapatan bulanan. Kondisi ini membuat ruang untuk membayar kebutuhan lain, seperti makanan, pendidikan, transportasi, hingga menabung menjadi semakin terbatas.
Hamrick mengatakan bahwa pada masa lalu pasangan menikah yang memiliki anak masih dapat memenuhi kebutuhan keluarga dengan satu orang yang bekerja. Namun menurutnya, kondisi tersebut kini sebagian besar hanya menjadi peninggalan masa lalu.
“Dahulu ada masa ketika pasangan menikah dengan anak dapat bertahan dengan hanya satu pencari nafkah di rumah. Masa-masa itu sebagian besar kini tinggal kenangan,” ujar Hamrick.
3. Biaya kesehatan dan pendidikan ikut membebani keluarga
Pengeluaran untuk kesehatan dan pendidikan juga menjadi faktor yang membuat satu penghasilan semakin sulit mencukupi kebutuhan keluarga. Biaya premi asuransi kesehatan untuk keluarga dilaporkan meningkat lebih dari 25 persen sejak 2020, bahkan melampaui laju inflasi.
Di sisi lain, biaya penitipan anak dan biaya kuliah juga mengalami kenaikan lebih dari 5 persen setiap tahun dalam periode yang sama. Ketika pengeluaran tersebut harus ditanggung hanya dari satu pendapatan, keluarga dapat menghadapi tekanan finansial yang lebih besar, terutama ketika memiliki beberapa anak.
Situasi ini membuat banyak keluarga tidak hanya perlu memikirkan kebutuhan saat ini, tapi juga biaya jangka panjang seperti dana pendidikan dan persiapan pensiun. Akibatnya, memiliki dua sumber penghasilan sering kali bukan semata-mata pilihan gaya hidup, melainkan strategi untuk menjaga kestabilan keuangan keluarga.
4. Dunia kerja semakin tidak memberikan kepastian
Perubahan di dunia kerja turut membuat keluarga sulit mengandalkan satu pencari nafkah. Hamrick mengatakan telah terjadi perubahan besar dalam keamanan pekerjaan dan rasa memiliki yang dirasakan pekerja terhadap tempat kerja mereka.
Menurut Hamrick, semakin banyak pekerja yang masuk ke dalam gig economy. Pola kerja ini dapat memberikan fleksibilitas, namun pendapatan yang diterima cenderung tidak selalu konsisten dan manfaat seperti jaminan kerja maupun tunjangan tradisional juga bisa lebih terbatas.
Pekerja penuh waktu pun diketahui tidak selalu memiliki kepastian finansial seperti generasi sebelumnya. Jam kerja yang tak selalu konsisten, minimnya tunjangan, serta berkurangnya akses terhadap program pensiun tradisional membuat Bunda semakin sulit menjamin kestabilan ekonomi keluarganya hanya dengan satu gaji.
5. Beban persiapan pensiun juga semakin besar
Perubahan dunia kerja juga berdampak pada cara masyarakat mempersiapkan masa pensiun. Semakin sedikit pekerja yang memiliki skema pensiun tradisional sehingga tanggung jawab untuk menyiapkan dana pensiun kini lebih banyak berada di tangan pekerja sendiri.
Ini artinya sebagian penghasilan harus dialokasikan untuk kebutuhan jangka panjang. Bagi keluarga yang hanya mengandalkan satu pemasukan, menyisihkan uang untuk pensiun setelah membayar kebutuhan sehari-hari dapat menjadi tantangan tersendiri.
Kondisi tersebut membuat dua penghasilan dapat memberikan ruang finansial yang lebih besar, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan rutin, namun juga membangun dana darurat, menabung, berinvestasi, dan persiapan masa pensiun.
6. Standar hidup kelas menengah ikut berubah
Selain kenaikan harga, definisi mengenai kehidupan kelas menengah juga mengalami perubahan. Keluarga masa kini tidak hanya berusaha memenuhi kebutuhan dasar, tapi juga menghadapi berbagai pengeluaran yang sebelumnya mungkin tak sebesar sekarang.
Kebutuhan tempat tinggal, kendaraan, pendidikan anak, layanan kesehatan, tabungan pensiun, hingga aktivitas keluarga membuat pendapatan yang dahulu dianggap mencukupi kini belum tentu mampu memberikan tingkat keamanan finansial yang sama.
“Dulu kita berada di era keemasan ketika Anda bisa memiliki rumah, mobil, dan bertahan dengan satu penghasilan. Itu adalah era yang sudah berlalu,” kata Foster.
Data Bureau of Labor Statistics pada 2024 menunjukkan sekitar separuh keluarga pasangan menikah memiliki kedua pasangan yang bekerja. Pada keluarga yang memiliki anak, sekitar dua pertiga rumah tangga memiliki kedua pasangan yang bekerja di luar rumah.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa keluarga dengan dua pencari nafkah kini menjadi bagian yang semakin umum dalam kehidupan masyarakat. Alasannya pun beragam, mulai dari kebutuhan ekonomi hingga semakin luasnya kesempatan perempuan dalam pendidikan dan karier. Dengan biaya hidup yang terus meningkat serta dunia kerja yang semakin tidak pasti.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Hukum Pasutri Tidur Terpisah dalam Islam
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Hal yang Sering Dilakukan Perempuan Saat Jatuh Cinta
Belajar dari Kasus Andini, Pahami 10 Hal Penting Tentang Toxic Relationship Agar Tak Jadi Korban
7 Cara Menjalin Hubungan Baik dengan Mertua Biar Akur dan Minim Konflik
Prediksi Zodiak Hari Ini, Ada Apa dengan Kisah Cinta Cancer?
TERPOPULER
5 Potret Alyssa Daguise Ajak Baby Soleil Pertama Kali Berenang di Usia 3 Bulan
Zodiak Paling Langka, Ternyata Hanya Sedikit yang Memilikinya
Deretan Bunda Seleb Bareng Anaknya yang Jadi Dokter
Keluarga dengan 1 Penghasilan Makin Sulit Bertahan, Ini Alasannya Menurut Pakar
5 Warna Ini Sering Dipakai Orang Pemikir Tingkat Tinggi Menurut Psikologi
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Mask untuk Rambut Kering dan Rusak
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Zodiak Paling Langka, Ternyata Hanya Sedikit yang Memilikinya
5 Potret Alyssa Daguise Ajak Baby Soleil Pertama Kali Berenang di Usia 3 Bulan
Keluarga dengan 1 Penghasilan Makin Sulit Bertahan, Ini Alasannya Menurut Pakar
Deretan Bunda Seleb Bareng Anaknya yang Jadi Dokter
Cara Membuat Cheesecake Lembut dan Creamy, Resep Mudah untuk Pemula
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cara Aplikasikan Bedak Tabur Biar Nggak Cakey dan Makeup Tetap Awet
-
Beautynesia
7 Cara Mengenali Orang dengan IQ Sangat Tinggi dari Kalimat Sehari-hari
-
Female Daily
Cari Lip Product Halal? Ini 5 Rekomendasi Produk dari Wardah yang Wajib Ada di Pouch Makeup!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Jennie BLACKPINK di MV Fallen Angel, Konsepnya Dituduh Illuminati
-
Mommies Daily
Dari Agent Kim Reactivated, Ini 10 Pelajaran Parenting yang Bisa Dipetik Orang Tua