HaiBunda

MOM'S LIFE

Ciri Orang yang Suka Merasa Paling Tahu dari 7 Kalimat yang Sering Diucapkan

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 09 Sep 2026 11:35 WIB
Ilustrasi ciri orang yang suka merasa paling tahu dari 7 kalimat yang sering diucapkan /Foto: Getty Images/iStockphoto/AmnajKhetsamtip
Jakarta -

Dalam lingkungan sehari-hari, mungkin ada orang yang selalu terlihat paling tahu dalam berbagai hal. Mereka kerap merasa memiliki jawaban yang paling tepat dan sulit menerima pendapat yang berbeda.

Sikap tersebut sebenarnya dapat dikenali dari cara seseorang berbicara. Beberapa kalimat yang sering dilontarkan bisa menunjukkan kecenderungan untuk mendominasi percakapan, mengoreksi orang lain, atau menonjolkan pengetahuannya.

Tak hanya di lingkungan pertemanan, karakter seperti ini juga bisa ditemui di tempat kerja hingga keluarga.


Jika penasaran apakah seseorang memiliki kecenderungan merasa ‘Si paling tahu’, ada beberapa kalimat yang dapat Bunda perhatikan.

7 Kalimat yang sering diucapkan orang yang suka merasa paling tahu

“Sok tahu” pada dasarnya adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang bertindak seolah-olah mereka tahu segalanya, padahal jelas-jelas tidak.

“Mereka percaya bahwa memiliki semua pengetahuan dan jawaban. Ini adalah fenomena nyata di antara orang-orang yang kurang memiliki kesadaran diri untuk mengenali kekurangannya,” ujar psikolog konseling, pelatih, dan guru meditasi, Sarah Jane Khalid, dikutip dari laman Parade, Kamis (3/9/2026).

Khalid pun membagikan beberapa kalimat umum yang mungkin pernah Bunda dengar dan menjadi ciri orang yang suka merasa paling tahu. Berikut di antaranya:

1. “Sebenarnya, yang ingin saya katakan adalah…”

Baik disengaja maupun tidak, perilaku ini dapat menandakan bahwa seseorang bertindak seperti orang yang sok tahu.

“Individu seperti itu cenderung percaya bahwa pendapatnya lebih penting dan akurat, yang dapat menyebabkan orang lain merasa bahwa pemikiran mereka diremehkan,” ujar Khalid.

2. “Itu kurang tepat, yang sebenarnya kamu maksud adalah…”

Meskipun koreksi ini mungkin dimaksudkan untuk membantu, seringkali dianggap sebagai kritik atau sikap merendahkan, yang dapat menciptakan ketegangan dan ketidaknyamanan dalam interaksi.

3. “Kamu tahu? Kamu benar-benar harus mencoba ini…”

Menurut Khalid, orang-orang ini juga dikenal karena memberikan nasihat yang tidak diminta, bahkan tentang topik yang sebenarnya tidak mereka pahami.

“Daripada menunggu seseorang meminta bimbingan, mereka mungkin malah memberikan nasihat tanpa diminta,” ujarnya.

4. “Kamu salah paham?”

Alih-alih terlibat dalam debat yang ramah, interaksi dengan mereka sering kali terasa seperti konteks, di mana satu-satunya adalah untuk keluar sebagai pemenang tanpa memperhatikan pokok bahasannya.

Lebih jauh lagi, mereka mungkin tetap bersikeras ketika orang lain telah mundur atau kehilangan minat, bertekad untuk membuktikan bahwa sudut pandang mereka adalah yang ‘benar’.


Seringkali, motivasi mereka bergeser dari topik yang sebenarnya dibahas ke keinginan untuk memamerkan kecerdasan dan pengetahuan superior mereka sendiri, mengubah percakapan menjadi perebutan nominasi,” tambahnya.

5. “Maksudku, kurasa aku mengerti maksudmu, tapi…”

Orang yang suka membual harus membuktikan bahwa mereka benar dan yang paling berpengetahuan di ruangan itu. Mereka enggan untuk menyatakan sebaliknya.

“Salah satu perilaku yang paling sering terlihat pada orang yang merasa serba tahu adalah keengganan mereka untuk mengakui kesalahan,” ujar Khalid.

Dia menjelaskan bahwa mengakui kesalahan dapat terasa seperti kekalahan besar bagi mereka, jadi sebagai gantinya, mereka mungkin bersikeras pada pendapat awalnya atau mengalihkan pembicaraan.

6. “Yah, saya tidak memiliki semua wawasan/poin/informasi”

Ungkapan ini adalah contoh lain bagaimana seseorang yang sok tahu akan bereaksi ketika mereka salah dan tidak mau mengakuinya.

Meskipun mungkin terasa lebih nyaman bagi mereka saat itu, konsekuensi yang ditimbulkan sangat nyata.

“Menghindari pengakuan kesalahan tidak hanya menghambat dialog yang konstruktif, tetapi juga menandakan kurangnya kesadaran diri, sehingga menyulitkan orang lain untuk terhubung atau menyelesaikan perbedaan pendapat secara damai,” ujar Khalid.

7. “Sebenarnya…”

Khalid mengatakan orang yang secara teratur memulai pernyataan dengan kata ini, cenderung memposisikan diri sebagai otoritas dalam suatu subjek, seringkali menyiratkan bahwa orang lain keliru.

Cara berbicara ini melampaui sekadar berbagi pendapat, hal itu dapat terkesan meremehkan dan menjengkelkan karena menunjukkan bahwa pembicara sedang mengoreksi orang lain daripada terlibat dalam pertukaran pandangan yang seimbang.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan orang yang suka merasa paling tahu segala hal. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ini 4 Kata Psikologis agar Permintaan Lebih Mudah Diterima

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Ayu Dewi Pulang ke Jakarta dari Bali Lewat Perjalanan Darat saat Bandara Ditutup

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri Orang yang Suka Merasa Paling Tahu dari 7 Kalimat yang Sering Diucapkan

Mom's Life Amira Salsabila

Momen Haru Shanty Lepas Sang Putra Kuliah di Luar Negeri, Tak Kuat Tahan Tangis

Mom's Life Annisa Karnesyia

Hamil 14 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Kehamilan Amrikh Palupi

Ciri Kepribadian Anak dari Makanan Favorit, dari Manis hingga Pedas

Parenting Tiara Jasmine & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Anak dari Makanan Favorit, dari Manis hingga Pedas

Cerita Ayu Dewi Pulang ke Jakarta dari Bali Lewat Perjalanan Darat saat Bandara Ditutup

Ciri Orang yang Suka Merasa Paling Tahu dari 7 Kalimat yang Sering Diucapkan

Hamil 14 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK