MOM'S LIFE
4 Ciri Rekan Kerja Toxic yang Perlu Diwaspadai, Bisa Menguras Energi
Arina Yulistara | HaiBunda
Jumat, 04 Sep 2026 20:40 WIBPunya rekan kerja yang sering membuat Bunda tarik napas panjang? Kenali ciri-ciri rekan kerja toxic yang perlu diwaspadai agar tidak menguras energi.
Berada di lingkungan kerja yang sehat tentu membuat Bunda lebih nyaman dalam menjalankan tugas sehari-hari. Sebaliknya, kehadiran rekan kerja yang memiliki perilaku toxic bisa membuat suasana kantor terasa melelahkan, bahkan ketika beban pekerjaan sebenarnya masih bisa ditangani.
Perilaku toxic di tempat kerja terkadang tidak selalu terlihat secara terang-terangan. Ada orang yang tampak ramah namun diam-diam menjatuhkan rekan kerja.
Sebagian gemar mencari keuntungan pribadi dengan mengorbankan orang lain. Untuk itu, mengenali tanda-tandanya menjadi penting agar Bunda dapat mengambil langkah yang tepat sebelum kondisi tersebut semakin menguras energi dan memengaruhi kesehatan emosional.
Mengutip Fortune, Amrit Sandhar, pendiri The Engagement Coach, mengatakan bahwa perasaan tidak nyaman terhadap seseorang di tempat kerja bisa menjadi tanda yang patut diperhatikan. Menurutnya, firasat buruk terhadap seseorang dapat memicu stres internal dan sebaiknya tidak begitu saja diabaikan.
Sementara itu, Ros Taylor, psikolog klinis, corporate and leadership coach, sekaligus profesor di Strathclyde University, menyebut rumor negatif yang terus beredar dan mengarah pada satu orang juga dapat menjadi salah satu tanda adanya perilaku toxic di lingkungan kerja.
Ciri rekan kerja toxic yang perlu diwaspadai
Berikut ragam ciri rekan kerja toxic yang perlu diwaspadai.
1. Suka manipulasi
Salah satu karakter yang cukup mudah menimbulkan masalah di tempat kerja adalah orang yang selalu mengutamakan kepentingan dirinya sendiri. Ia bisa saja terlihat sangat ambisius dan berorientasi pada hasil, namun caranya mencapai tujuan justru merugikan orang-orang sekitar.
Orang dengan perilaku seperti ini bisa mengambil ide rekan kerja dan mengakuinya sebagai milik sendiri. Mereka juga mungkin sengaja mendekati atau mendukung atasan demi mendapatkan keuntungan politik di kantor bahkan ketika sebenarnya tidak menyetujui pendapat tersebut.
Dalam jangka panjang, pola seperti ini dapat merusak kepercayaan antaranggota tim.
2. Sering menjatuhkan orang lain
Rekan kerja toxic tidak selalu bertindak demikian karena merasa dirinya paling hebat. Dalam beberapa kasus, perilaku tersebut justru berakar dari rasa tidak percaya diri.
Perilaku tersebut dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari rasa iri, pura-pura memberikan bantuan, hingga memberikan saran yang sebenarnya justru membuat orang lain berada dalam posisi sulit. Sebagai contoh, seorang pemimpin yang merasa terancam oleh anggota tim yang lebih kompeten dapat meremehkan pencapaiannya, membicarakan di belakang, atau memberikan umpan balik yang membuatnya sulit berkembang.
Karena dilakukan secara halus, perilaku semacam ini terkadang sulit dikenali pada awalnya. Korban bahkan bisa merasa dirinya yang terlalu sensitif atau tidak cukup kompeten, padahal ada pola perilaku yang sengaja membuatnya terlihat buruk.
3. Menyalahgunakan kekuasaan
Semakin tinggi posisi seseorang dalam perusahaan, semakin besar pula pengaruh yang dimilikinya terhadap orang lain. Sayangnya, kekuasaan tersebut dapat menjadi masalah ketika digunakan untuk memaksakan kehendak.
Seseorang yang mendapat promosi bisa saja semakin yakin bahwa pandangan dan cara kerjanya yang paling benar. Dalam praktiknya, perilaku tersebut bisa terlihat ketika seseorang menggunakan jabatan atau pengaruhnya untuk memerintah orang lain secara berlebihan.
Mereka tidak membuka ruang diskusi, sulit menerima pendapat berbeda, dan menganggap keputusan mereka tidak perlu dipertanyakan. Bukan hanya atasan yang dapat menunjukkan perilaku ini.
Rekan kerja yang memiliki sedikit lebih banyak kewenangan juga dapat menggunakan posisi tersebut untuk mendominasi atau mengatur orang lain. Jika dibiarkan, kebiasaan itu dapat menciptakan lingkungan kerja yang penuh tekanan dan tidak inklusif.
4. Bersikap kekanakan
Usia yang sudah dewasa dan pengalaman profesional panjang tidak selalu membuat seseorang memiliki perilaku matang. Perilaku toxic dapat dipelajari sejak masa kanak-kanak dan terbawa hingga seseorang memasuki usia dewasa jika tidak pernah dikoreksi
Di lingkungan kerja, perilaku kekanak-kanakan dapat terlihat melalui kebiasaan bergosip di belakang orang lain, memainkan peran sebagai korban demi mendapatkan simpati, hingga mencari kambing hitam ketika melakukan kesalahan.
Masalahnya, perilaku seperti ini dapat menjadi pola yang sulit diubah, terutama jika orang tersebut sudah bertahun-tahun sukses dengan caranya. Untuk itu, rekan kerja perlu berhati-hati agar tidak ikut terseret ke dalam drama atau konflik yang sengaja diciptakan.
Cara menghadapi rekan kerja toxic
Menghadapi rekan kerja toxic memang bisa menguras energi, Bunda. Jika mereka sengaja memancing emosi, sebaiknya jangan langsung membalas. Mengutip Forbes, berhentilah sejenak sebelum merespons dan pertimbangkan apakah komentar tersebut memang perlu ditanggapi.
Jika kritiknya bermanfaat untuk pekerjaan, Bunda bisa menjadikannya bahan evaluasi. Namun, jika hanya berupa komentar negatif yang tidak relevan, tidak perlu memperpanjang masalah.
Selain itu, jangan sampai perilaku rekan kerja toxic di kantor menghambat perkembangan diri Bunda. Luangkan setidaknya 30 menit setiap minggu untuk fokus pada diri sendiri, misalnya memikirkan target karier, mengikuti kelas untuk menambah kemampuan, kembali menekuni hobi, atau bertemu teman. Waktu tersebut bisa membantu Bunda mengalihkan perhatian dari drama di tempat kerja dan kembali fokus pada hal-hal yang lebih penting.
Meski lingkungan kerja tidak selalu menyenangkan, Bunda tetap bisa mengendalikan sikap dan kualitas pekerjaan. Fokus pada fakta, dekat dengan rekan kerja yang positif, serta terus mengejar tujuan karier yang sudah dibuat. Cara menghadapi rekan kerja toxic bukan selalu dengan melawan, tetapi bisa juga dengan menjaga batasan, tidak mudah terpancing, dan tetap fokus mengembangkan diri.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
"Great Stay" Bertahan di Pekerjaan Meski Tak Bahagia
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Tips Agar Tak Didiskriminasi saat Jadi Perempuan Satu-satunya di Tempat Kerja
5 Red Flag di Tempat Kerja yang Bisa Hambat Karier Bunda
Prediksi Zodiak Hari Ini, Wah Ada Tawaran Proyek Menarik Nih Buat Aries
Catat Bun, Ini 5 Pertanyaan yang Bisa Diajukan ke HRD saat Wawancara Kerja
TERPOPULER
Terungkap Kisah Tragis Bulan Madu Putri Diana, Berujung Hancurkan Barang Raja Charles III
11 Makanan untuk Mengejar Tinggi Badan Anak, Bagus Diberikan saat MPASI
Panduan Healthy Diet 2026 dari WHO, Ini 4 Prinsip Pola Makan Sehat untuk Keluarga
Pendapat Hilary Swank Tentang Standar Ganda Punya Anak di Usia Tak Muda pada Pria & Wanita
30 Contoh Pantun Kiasan dan Maknanya, Lengkap dari 4 Baris-Lucu
REKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
11 Makanan untuk Mengejar Tinggi Badan Anak, Bagus Diberikan saat MPASI
Panduan Healthy Diet 2026 dari WHO, Ini 4 Prinsip Pola Makan Sehat untuk Keluarga
Terungkap Kisah Tragis Bulan Madu Putri Diana, Berujung Hancurkan Barang Raja Charles III
30 Contoh Pantun Kiasan dan Maknanya, Lengkap dari 4 Baris-Lucu
Pendapat Hilary Swank Tentang Standar Ganda Punya Anak di Usia Tak Muda pada Pria & Wanita
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Loker Besi Setinggi 180 cm Aman dari Roboh Saat Gempa? Ini Cara
-
Beautynesia
5 Kalimat yang Diucapkan Orang dengan Integritas Rendah di Pergaulan
-
Female Daily
3 Rekomendasi Hair Oil untuk Rambut Lebih Halus dan Berkilau
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Atlet Hyrox Viral Usai BAB di Celana Saat Lomba, Kini Akui Keputusannya Salah
-
Mommies Daily
Baru di Minggu Ini: Promo tiket.com hingga Pompa ASI Handsfree S2 Pro dari Anker eufy