moms-life
Penjelasan Kemensos Jelaskan Desil Tak Sesuai Kondisi Masyarakat, Berkaitan dengan Kartu Indonesia Pintar
HaiBunda
Jumat, 04 Sep 2026 15:35 WIB
Belakangan, pembaharuan status desil ramai diperbincangkan masyarakat. Banyak orang yang protes karena desilnya tak sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya.
Menanggapi perubahan ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau biasa disapa Gus Ipul angkat bicara. Menurutnya, perubahan data tersebut salah satunya dipengaruhi oleh masuknya sekitar 12 juta data baru dari BKKBN pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 3, Bunda.
Menurut Gus Ipul, saat ini data yang masuk telah dikoreksi melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS). Perubahan data terus dilakukan melalui berbagai sumber, termasuk perbaikan data langsung bersinergi dengan pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi, sehingga loncat-loncat. Nah sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi dan validasi. Insyallah dalam waktu 1-2 minggu ke depan, data ini akan makin akurat," kata Gus Ipul dalam keterangan resmi yang dikutip dari detikcom, Jumat (4/9/2026).
Berkaitan dengan Kartu Indonesia Pintar
Diungkap Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, Andy Kurniawan, mengenai pengelompokan desil DTSEN yang bukan ukuran langsung untuk menentukan status sosial masyarakat Indonesia. Menurut Andy, status desil tidak langsung menggolongkan seseorang miskin atau kaya.
"Desil itu bukan sertifikat kaya dan miskin. Desil tidak bisa disamakan secara ekuivalen dengan penghasilan. Desil 1 penghasilannya sekian atau desil 10 penghasilannya sekian, itu tidak bisa," jelas Andy.
Menurutnya, data DTSEN diperbaharui setiap tiga bulan dalam setahunnya. Perubahan desil ini kemudian cukup menjadi sorotan pada volume 3, setelah masuk kurang lebih 12 juta data baru dari BKKBN.
Sedangkan pada pemutakhiran data yang dilakukan beberapa waktu lalu, bertepatan dengan masa pendaftaran perguruan tinggi yang berkaitan dengan Kartu Indonesia Pintar.
"(Sebanyak) 12 juta data baru ini adalah sumber pemutakhiran di volume ketiga. Sumber pemutakhiran di volume ketiga ini menyebabkan naik turunnya desil terasa sangat signifikan. Ini langsung dievaluasi oleh BPS dan memang gejala di masyarakat kasuistis langsung kita tindaklanjuti," kata Andy.
Lalu apakah perubahan desil juga akan mengubah daftar penerima bansos masyarakat Indonesia?
BACA KELANJUTANNYA KLIK DI SINI!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda