moms-life
Hujan Abu Dampak Letusan Karakatau Meluas hingga Jakarta-Bogor
HaiBunda
Minggu, 06 Sep 2026 10:55 WIB
Daftar Isi
Hujan abu nampak menyelimuti sejumlah wilayah di Tangerang, Jakarta, hingga ke Bogor Bunda. Ini merupakan dampak erupsi Gunung Api Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026) malam terus meluas.
Dikutip dari CNBC Indonesia, tiga bandara harus ditutup sementara akibat kondisi tersebut. Tak hanya berdampak pada penerbangan, abu vulkanik dari erupsi Gunung Api Anak Krakatau juga mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya.
Sejumlah netizen melaporkan wilayah tempat tinggal mereka mulai diselimuti abu vulkanik. Salah satunya warga Tangerang yang mengaku menemukan abu vulkanik di balkon rumahnya. Bahkan hingga Minggu pagi meluas ke daerah Jakarta hingga Bogor, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Debunya sudah sampai Bogor, tadi nyapu teras udah tebel aja debunya. Jemur baju kayaknya sementara di dalam rumah dlu kali ya, berasa banget tadi naik motor keluar matanya kayak kelilipan debu," tulis Zuhrotul Aini warga Bogor pada Minggu (6/9/2026).
Kondisi ini membuat masyarakat di wilayah terdampak perlu lebih waspada, terutama terhadap paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan. Hal yang sama dirasakan Ani warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang ikut menyebarkan imbauan antisipasi abu vulkanik dari petugas RT setempat. Ia juga menyarankan agar warga mengenakan masker untuk aktivitas di luar rumah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diminta melindungi diri dari paparan abu vulkanik. Pasalnya, abu yang berasal dari erupsi gunung api dapat menimbulkan sejumlah dampak bagi kesehatan maupun lingkungan.
Bunda, sebagai langkah antisipasi berikutnya berikut beberapa informasi dari BPBD Banten, mengenai dampak yang perlu diwaspadai:
1. Gangguan pernapasan
Partikel abu vulkanik yang sangat halus dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Paparan abu dapat menyebabkan batuk, sesak napas, hingga iritasi pada paru-paru.
2. Iritasi mata
Abu vulkanik yang mengenai mata dapat menyebabkan mata merah, perih, berair, dan terasa gatal.
3. Iritasi kulit
Kontak langsung dengan abu vulkanik juga dapat membuat kulit menjadi kering, gatal, atau mengalami iritasi.
4. Mencemari sumber air
Abu vulkanik yang masuk ke sumber air dapat membuat air menjadi keruh dan berisiko tidak layak untuk dikonsumsi.
5. Merusak fasilitas
Abu vulkanik juga berpotensi mengganggu atau merusak sejumlah fasilitas, seperti mesin kendaraan, peralatan elektronik, hingga atap rumah. Kondisi ini juga dapat menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari.
LANJUTKAN BACA KLIK DI SINI!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda