HaiBunda

MOM'S LIFE

7 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Benar-Benar Mencintai Pekerjaannya

Melly Febrida   |   HaiBunda

Jumat, 25 Sep 2026 06:50 WIB
7 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Benar-Benar Mencintai Pekerjaannya/Foto: iStock

Mencintai pekerjaan bukan berarti seseorang nggak pernah mengeluh. Namun, ada tipe orang yang tetap jarang mengeluhkan pekerjaannya, bahkan ketika menghadapi hari-hari yang melelahkan.

Bukan karena pekerjaannya selalu mudah. Bukan juga karena mereka nggak pernah capek, kesal dengan atasan, atau menghadapi masalah di tempat kerja.

Justru, cara seseorang berbicara tentang pekerjaannya bisa menunjukkan bagaimana perasaannya terhadap apa yang dikerjakan. Coba deh perhatikan beberapa kalimat yang sering diucapkan orang yang benar-benar mencintai pekerjaannya.


Laman YourTango menyoroti kalimat yang sering muncul dalam percakapan orang yang benar-benar menikmati pekerjaannya. Menariknya, sejumlah penelitian tentang motivasi kerja dan meaningful work juga menunjukkan bahwa seseorang bisa merasa lebih terlibat ketika pekerjaannya memenuhi kebutuhan psikologis seperti otonomi, kompetensi, dan hubungan dengan orang lain.

Menurut teori self-determination yang dikembangkan psikolog Edward Deci dan Richard Ryan, ketiga kebutuhan tersebut berperan penting dalam motivasi intrinsik, kepuasan, dan kesejahteraan seseorang.

Kalimat yang sering diucapkan orang yang mencintai pekerjaannya

Rasa cinta terhadap pekerjaan nggak selalu terlihat dari seberapa sering seseorang memuji pekerjaannya. Kadang, justru bisa terlihat dari kalimat-kalimat sederhana yang mereka ucapkan saat menjalani rutinitas sehari-hari.

Berikut sejumlah kalimat yang mungkin sering diucapkan yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. "Aku sebenarnya sudah nggak sabar mengerjakannya lagi"

Orang yang menikmati pekerjaannya bisa merasa antusias untuk kembali mengerjakan sesuatu yang sedang mereka tangani. Ini bukan berarti mereka nggak ingin pulang atau nggak pernah merasa lelah.

Bedanya, setelah selesai bekerja, masih ada bagian dari pekerjaan yang membuat mereka penasaran dan ingin dilanjutkan.

Misalnya, seorang penulis masih ingin menyelesaikan artikelnya karena penasaran dengan hasil akhirnya. Seorang guru ingin mencoba metode baru di kelas. Atau seseorang yang bekerja dengan data merasa tertantang mencari pola yang belum ditemukan.

Apa pun pekerjaannya, mereka nggak merasa ingin buru-buru menjauh hanya karena pekerjaan terasa melelahkan atau menekan. Jadi, yang membuat mereka kembali bukan semata-mata kewajiban atau gaji. Ada bagian dari pekerjaan itu sendiri yang terasa menarik dan memuaskan.

Dalam psikologi, hal ini dekat dengan konsep motivasi intrinsik, yaitu ketika seseorang melakukan suatu aktivitas karena aktivitas tersebut dirasa menarik, menyenangkan, atau memuaskan bagi dirinya. Dalam self-determination theory (SDT), motivasi yang lebih mandiri seperti ini dikaitkan dengan keterlibatan dan berbagai hasil kerja yang lebih positif.

2. "Tadi aku cerita ke teman kantor soal ini..."

Untuk orang yang menikmati pekerjaannya, rekan kerja bukan sekadar orang yang kebetulan berada di ruangan yang sama. Ada cerita tentang mereka.

Mungkin soal obrolan lucu saat makan siang, diskusi mengenai pekerjaan, atau hal kecil yang terjadi sepanjang hari. Mereka bahkan bisa pulang ke rumah lalu menceritakan percakapan tersebut kepada suami, keluarga, atau teman.

Ada aspek sosial dalam pekerjaan, dan ini penting karena sebagian besar orang menghabiskan banyak waktunya untuk bekerja. Memiliki rekan kerja yang dihormati dan menyenangkan untuk diajak berinteraksi bisa membuat hari kerja terasa lebih menyenangkan.

Ini bukan berarti orang yang mencintai pekerjaannya harus berteman dekat dengan semua rekan kerja. Namun, setidaknya ada hubungan sosial di tempat kerja yang membuat mereka merasa nyaman dan menjadi bagian dari lingkungan tersebut.

Penelitian tentang meaningful work menunjukkan bahwa hubungan dengan orang lain atau relatedness merupakan salah satu kebutuhan psikologis yang berperan dalam pengalaman seseorang terhadap pekerjaannya.

Jadi, pekerjaan yang terasa bermakna tidak hanya berkaitan dengan apa yang dikerjakan, tetapi juga dengan hubungan sosial yang terbentuk selama menjalaninya.

3. "Hari ini aku belajar sesuatu yang menarik"

Ini salah satu tanda yang cukup menarik. Orang yang menikmati pekerjaannya tidak selalu melihat belajar sebagai kewajiban tambahan. Hal baru yang mereka temukan justru bisa menjadi bagian yang menyenangkan dari pekerjaan.

Seseorang yang merasa terinspirasi dan tertarik pada pekerjaannya cenderung menikmati kesempatan untuk mencoba hal baru. Mereka bisa terus mengembangkan keterampilan, mencari cara yang lebih baik, atau memecahkan berbagai masalah. Hal ini dapat membuat pekerjaan terasa lebih memuaskan.

Misalnya, seorang guru menemukan cara baru menjelaskan materi kepada murid. Seorang desainer mencoba teknik baru. Seorang pegawai administrasi menemukan cara membuat pekerjaannya lebih efisien.

Bagi orang lain mungkin terlihat sepele, tetapi bagi mereka bisa terasa memuaskan. Ada rasa, "Oh, ternyata aku sekarang bisa melakukan ini."

Perasaan tersebut berkaitan dengan kebutuhan akan kompetensi, yaitu keinginan manusia untuk merasa mampu, efektif, dan berkembang dalam melakukan sesuatu.

Menurut American Psychological Association (APA), dalam SDT, kompetensi merupakan salah satu dari tiga kebutuhan psikologis dasar bersama otonomi dan relatedness. Ketika kebutuhan tersebut terpenuhi, seseorang cenderung memiliki motivasi yang lebih otonom dan merasa lebih puas.

4. "Aku merasa ini memang pekerjaan yang cocok buat aku"

Kalimat ini terdengar sederhana, tetapi sebenarnya cukup dalam. Ketika seseorang mencintai pekerjaannya, lama-kelamaan mereka mungkin merasa pekerjaan tersebut bukan sekadar cara untuk mendapatkan penghasilan.

Ada rasa bahwa apa yang dikerjakan memang sesuai dengan dirinya, minatnya, atau hal yang dianggap penting dalam hidup.

Ini bukan berarti pekerjaannya sempurna. Mereka tetap bisa mengeluh soal deadline, atasan, rapat yang terlalu banyak, atau pekerjaan yang melelahkan. Namun, di balik semua keluhan itu ada perasaan bahwa pekerjaan tersebut tetap terasa "pas".

Penelitian tentang meaningful work menunjukkan bahwa seseorang bisa memandang pekerjaannya sebagai sesuatu yang bernilai dan memiliki tujuan.

Mencintai pekerjaan juga nggak harus berarti setiap hari merasa bahagia. Bisa saja seseorang mengalami hari yang buruk, merasa lelah, bahkan kesal, tetapi tetap punya perasaan, "Aku tetap suka pekerjaan ini."

5. "Aku senang bisa membantu orang lain lewat pekerjaan ini"

Pekerjaan yang memberi manfaat untuk orang lain nggak selalu harus berupa profesi seperti dokter, guru, atau perawat. Seorang penulis bisa merasa senang ketika tulisannya membantu pembaca memahami sesuatu.

Pegawai layanan pelanggan bisa merasa puas ketika berhasil menyelesaikan masalah seseorang. Seorang akuntan pun bisa merasa pekerjaannya membantu sebuah usaha berjalan lebih tertata.

Ada kepuasan tersendiri ketika seseorang melihat bahwa apa yang dikerjakannya memberi manfaat bagi orang lain. Mereka merasa pekerjaannya memiliki tujuan dan memberi dampak, meskipun mungkin terlihat sederhana.

Penelitian longitudinal mengenai meaningful work juga menemukan bahwa beneficence, yaitu perasaan bahwa pekerjaan memberikan dampak positif untuk orang lain, dapat memprediksi pengalaman kerja yang lebih bermakna.

Rasa "pekerjaanku berguna" bisa menjadi sumber kepuasan yang kuat.

6. "Aku suka karena bisa berkreasi dengan pekerjaan ini"

Kreativitas tidak selalu berarti menggambar, menulis, membuat musik, atau menghasilkan karya seni. Kreativitas juga bisa muncul ketika seseorang menemukan cara baru menyelesaikan masalah atau menciptakan cara berbeda untuk menjelaskan suatu konsep.

Misalnya, seorang pegawai menemukan sistem kerja yang lebih sederhana. Seorang guru membuat metode belajar yang berbeda. Atau seorang pekerja menemukan cara menjelaskan sesuatu agar lebih mudah dipahami orang lain.

Untuk mereka, pekerjaan bukan sekadar mengikuti instruksi. Masih ada ruang untuk berpikir, mencoba ide sendiri, dan mengambil keputusan.

Hal ini berhubungan dengan otonomi, yaitu perasaan bahwa seseorang memiliki ruang untuk menentukan bagaimana ia melakukan pekerjaannya. Pekerjaan bisa terasa lebih memuaskan ketika seseorang punya kesempatan menggunakan cara dan idenya sendiri.

7. "Aku suka tantangan seperti ini"

Kalimat ini merupakan tambahan yang masih sejalan dengan penelitian tentang kebermaknaan dan motivasi kerja. Orang yang menikmati pekerjaannya tidak selalu mencari pekerjaan yang mudah. Justru, tantangan tertentu bisa membuat mereka merasa tertantang untuk belajar dan membuktikan kemampuan.

Ini bukan berarti mereka menyukai semua tekanan. Ada perbedaan antara tantangan yang membuat seseorang berkembang dan beban kerja yang justru membuatnya kewalahan.

Ketika tantangan membuat seseorang merasa, "Aku ingin lihat apakah aku bisa menyelesaikan ini," pekerjaan bisa menjadi sumber kepuasan tersendiri.

Penelitian terbaru tentang work meaningfulness menemukan hubungan antara kebermaknaan pekerjaan dan usaha yang diberikan seseorang dalam bekerja.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan akan otonomi, kompetensi, dan relatedness berkaitan dengan kebermaknaan kerja, yang kemudian berhubungan dengan usaha kerja yang lebih tinggi.

Mencintai pekerjaan bukan berarti harus bahagia setiap hari

Bunda, ada satu hal yang penting dicatat. Seseorang yang mencintai pekerjaannya tetap bisa merasa lelah, bosan, kesal, bahkan ingin mengambil cuti.

Jangan menjadikan tujuh kalimat di atas sebagai semacam "tes" untuk menentukan apakah seseorang benar-benar mencintai pekerjaannya.

Rasa cinta terhadap pekerjaan nggak hanya terlihat dari antusiasme saat bercerita. Penelitian tentang meaningful work menunjukkan bahwa pekerjaan bisa terasa lebih berarti ketika seseorang merasa apa yang dikerjakannya punya tujuan, sesuai dengan dirinya, memberi ruang untuk berkembang, dan membuatnya terhubung dengan orang lain.

Bahkan, kajian mengenai SDT di tempat kerja yang menganalisis 1.192 artikel menunjukkan bahwa terpenuhinya kebutuhan psikologis dan kualitas motivasi berkaitan dengan berbagai hasil positif dalam pekerjaan.

Sebenarnya, tanda seseorang mencintai pekerjaannya bukan karena dia tidak pernah mengeluh. Melainkan, di tengah keluhan itu, masih ada bagian dari pekerjaannya yang membuat dia merasa tertarik, berkembang, terhubung, berguna, dan punya alasan untuk terus menjalaninya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Ciri Kebiasaan Orang Cerdas yang Sering Tak Disadari

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Terpopuler: Potret Gracia Indri Ditemani Suami Nonton Konser BIGBANG di Paris

Mom's Life Pritadanes

7 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Benar-Benar Mencintai Pekerjaannya

Mom's Life Melly Febrida

Makan Kacang dan Telur saat Hamil Bisa Cegah Alergi pada Anak Kelak? Simak Faktanya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

11 Tanda Seseorang Diam-diam Iri pada Anda, Sering Tak Disadari

Mom's Life Melly Febrida

Potret Rebekah Anak Bungsu Choky Sitohang, Tampil Cantik Seperti Peri saat Ikut Pementasan Balet

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Xu Kai, Aktor Tampan Pemeran Shen Run di Drama China 'Spring of the Blade'

Makan Kacang dan Telur saat Hamil Bisa Cegah Alergi pada Anak Kelak? Simak Faktanya

7 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Benar-Benar Mencintai Pekerjaannya

Terpopuler: Potret Gracia Indri Ditemani Suami Nonton Konser BIGBANG di Paris

11 Tanda Seseorang Diam-diam Iri pada Anda, Sering Tak Disadari

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK