Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

3 Kata yang Bisa Bikin Orang Merasa Nyaman, Menurut Psikolog

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 18 Sep 2026 18:45 WIB

Young asian woman comforting friend with crying and depression sitting on sofa in living room, distress and empathy with friendship, hopelessness and mental health while woman encourage friend.
Ilustrasi kata yang bisa bikin orang merasa nyaman / Foto: Getty Images/narith_2527
Daftar Isi
Jakarta -

Sebagian orang hanya membutuhkan kata-kata sederhana untuk merasa nyaman didengar dan dimengerti. Namun, ketika ingin menenangkan teman atau orang terdekat yang sedang menghadapi masalah, tidak sedikit orang justru bingung menentukan respons yang tepat.

Keinginan untuk membantu sering kali membuat seseorang terlalu banyak berpikir sebelum berbicara.

Takut salah memilih kata, terdengar meremehkan, atau malah membuat suasana semakin tidak nyaman menjadi beberapa hal yang mungkin muncul dalam situasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kabar baiknya, psikolog menyebut ada ungkapan singkat yang dapat membantu membuat lawan bicara merasa lebih tenang. Hanya terdiri dari tiga kata, kalimat ini bisa menjadi pilihan sederhana saat seseorang membutuhkan dukungan dan rasa dimengerti.

3 Kata yang bikin orang merasa nyaman

Terkadang, kata-kata yang paling sederhana dapat memiliki dampak emosional yang paling besar. Ketika seseorang merasa didengar dan dipahami daripada dihakimi atau dikoreksi, mereka cenderung lebih rileks dan terbuka

Dilansir Parade, itulah yang terjadi ketika Bunda menjawab seseorang dengan mengatakan, “Itu masuk akal”.

Psikolog klinis berlisensi, ahli pelecehan narsistik, dan pelatih hubungan, Dr. Jaime Zuckerman, mengatakan tiga kata tersebut berarti memvalidasi pengalaman, perasaan, dan pendapat seseorang.

Ia mencatat bahwa kekuatan ungkapan tersebut pun terletak pada kenyamanan yang dapat diberikannya, yang menawarkan perasaan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Jadi, meskipun belum tentu setuju dengan orang yang diajak bicara, Bunda menunjukkan kepada mereka bahwa telah memahami mengapa mereka melihat sesuatu seperti itu.

Psikolog tersebut juga menjelaskan bahwa perbedaan kecil ini dapat menurunkan pertahanan mereka dan membuatnya merasa cukup nyaman untuk terus berbicara.

“Ungkapan tiga kata itu menciptakan ruang yang aman dan tanpa penghakiman bagi mereka untuk mengekspresikan diri secara bebas,” ujarnya.

Cara menggunakan tiga kata sederhana untuk validasi

Mengetahui mengapa validasi itu efektif adalah satu hal, tetapi mengetahui apa yang harus dikatakan pada saat itu adalah hal lain, terutama ketika berhadapan dengan orang dan situasi yang berbeda.

Dr. Zuckerman menawarkan beberapa contoh bagaimana validasi dapat terdengar dalam beberapa percakapan sulit yang mungkin dihadapi dengan orang yang dicintai, teman, atau rekan kerja.

  • Kepada teman yang sedang cemas: “Aku mengerti perasaanmu, dan itu masuk akal. Aku tahu kamu sedang mengalami banyak hal saat ini, dan aku akan selalu ada di sisimu melewati masa-masa sulit ini.”
  • Kepada pasangan yang bersikap defensif: “Meskipun saya tidak pernah bermaksud menyakiti kamu, saya mengerti maksud kamu, dan itu masuk akal mengapa perilaku saya menyakitkan.”
  • Kepada rekan kerja yang sedang stres: “Frustrasi yang kamu rasakan itu masuk akal. Mari kita bekerja sama untuk melihat bagaimana kita dapat menyelesaikan masalah ini.”

3 Kalimat lain yang digunakan psikolog untuk membangun kepercayaan

“Itu masuk akal” hanya salah satu kalimat yang dapat membantu seseorang merasa didengar dan dipahami, Bunda.

Dr. Zuckerman juga merekomendasikan beberapa kalimat lain untuk menciptakan rasa aman dan kepercayaan. Berikut di antaranya:

1. “Jadi yang saya pahami dari ucapan kamu adalah kamu merasa sangat kewalahan oleh…”

Ia mengatakan penting bagi orang tersebut untuk merasa didengarkan. Mengulangi apa yang telah dikatakan orang tersebut dapat mewujudkan hal itu.

2. “Perasaan dan reaksi kamu dapat dimengerti dan sesuai”

Dr. Zuckerman mengatakan hal ini dapat membuat orang tersebut merasa bahwa mereka tidak bereaksi berlebihan dan respons mereka sesuai dengan konteksnya.

3. “Aku melihatmu, dan aku di sini bersamamu”

Ia menjelaskan bahwa, dalam situasi yang penuh emosi, terkadang orang tidak dapat mengartikulasikan apa yang mereka butuhkan atau mengungkapkan emosi dan pikirannya.

Hanya dengan hadir bersama orang tersebut dapat meringankan beban untuk harus menjelaskan dirinya sendiri.

Nah, itulah tiga kata sederhana yang dapat Bunda gunakan untuk membuat orang merasa nyaman dan beberapa kalimat lainnya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda